7 Hal Yang Dapat Membuat Pengusaha Menjadi Lebih Sukses Dari Orang Lain

Sebuah kesuksesan adalah mimpi dan dambaan setiap orang. Bagi seorang wirausaha, untuk mencapai sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi jika memulai usaha dari nol, tentu untuk mencapai keberhasilan harus melalui berbagai macam kendala dan juga kerja keras. Menuju sukses ibarat mendaki sebuah gunung, kita harus melalui jalan yang terjal, batu-batuan yang keras, melewati jalan yang curam, merasakan naik dan turun dan mengeluarkan banyak tenaga.

Namun bukan suatu hal yang mustahil bagi setiap orang untuk mencapai kesuksesan. Asalkan ada kemauan dan tekat yang kuat, siapa saja pasti dapat meraih sukses. Setiap orang mempunyai cara dan rahasia menuju suksesnya sendiri-sendiri. Apapun itu strateginya, pada akhirnya tujuannya akan sama, yaitu sukses.

Banyak sekali pengusaha yang dapat kita temukan disekitar kita. Namun tidak semua pengusaha tersebut dapat dikatakan berhasil dan mencapai kesuksesan. Ada beberapa diantara pengusaha tersebut yang bisa dibilang biasa saja. Stabil dan stagnan dengan skala yang tidak naik. Namun ada juga pengusaha yang selalu mengalami kenaikan dan selalu tumbuh menjadi besar. Lalu apa yang membedakan diantara keduanya?


Pada dasarnya setiap pengusaha itu sama. Sama-sama mencari keuntungan dan sama-sama mendapatkan laba. Hanya saja setiap pengusaha memiliki sikap dan kepribadian masing-masing yang dapat berpengaruh pada usahanya baik itu menjadi tetap stabil dan stagnan tidak perah meningkat, atau menjadi tumbuh besar dan berhasil.

7 Hal Yang Dapat Membuat Pengusaha Menjadi Lebih Sukses Dari Orang Lain


Dari para pengusaha yang sudah sukses dan berhasil dapat kita lihat sikap dan pola pikir mereka yang berbeda dari pengusaha yang biasa-biasa saja. Sikap dan pola pikir itulah yang membedakan antara pengusaha besar dan pengusaha kecil. Adanya tekat dan keinginan untuk tumbuh dan terus maju itulah yang menjadi kunci suksesnya pengusaha besar. Berikut ini adalah beberapa kiat-kiat yang dapat membuat seorang pengusaha menjadi lebih sukses dan berhasil yang dapat kita lihat dari sikap pengusaha-pengusaha besar.

1. Inovatif

Seorang pengusaha dituntut inovatif supaya usaha yang digelutinya bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar. Inovatif berarti seorang pengusaha memiliki kemampuan untuk menggunakan skill dan keahlian supaya menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan orang yang mampu berpikir inovatif disebut sebagai inovator. Pengusaha yang berpikir inovatif dalam berproses akan menemukan gagasan serta ide untuk memberikan nilai tambah dalam sebuah usaha sehingga menghasilkan produk yang berbeda dari para kompetitornya dan cenderung lebih diminati masyarakat.

Sebagai contoh adalah ojek dan taksi online. Ojek online dan taksi online adalah buah dari pikiran inovatif. Melihat tukang ojek konvensional yang sepi penumpang dan tarif yang tidak stabil, membuat seorang inovator berpikir cerdas untuk mengangkat model angkutan umum ojek dan taksi menjadi memiliki nilai lebih. Dengan hadirnya inovasi tersebut, kini model transportasi yang dianggap sebelah mata itu mulai mendapat hati dimasyarakat. Inovasi ojek dan taksi online ini membuat pengguna dan pelakunya sama-sama diuntungkan. Pengemudi ojek akan diuntungkan dengan banyaknya penumpang, sedangkan penumpang diuntungkan dengan patokan tarif yang sudah ditentukan.

2. Kreatif

Berbeda dengan inovatif, kreatif lebih mengarah pada kemampuan seorang pengusaha dalam menyelesaikan persoalan dengan menciptakan ide-ide yang baru. Berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk berpikir dan bergerak dalam pemecahan suatu masalah dengan cara-cara yang cerdas dan berbeda dari pada umumnya untuk mendapatkan hasil unik yang lebih bermanfaat dan berguna. Bagi seorang pengusaha, berpikir kreatif dapat menghasilkan hal yang baru yang dapat membuat konsumen penasaran dan tertarik dengan produknya.
 
 
Sebagai contoh hasil dari buah pikiran kreatif adalah berbagi macam jenis nasi goreng yang sering kita jumpai. Sejak jaman dahulu nasi goreng adalah salah satu makanan yang menjadi favorit setiap keluarga. Dulu nasi goreng hanya sekedar nasi yang digoreng dan diberi bumbu seta ditambahkan bahan pelengkap seperti telur dan sayuran. Namun kini berbagai macam nasi goreng bisa kita jumpai mulai dari nasi goreng seafood, nasi goreng ayam, nasi goreng kambing, nasi goreng mercon, nasi goreng spesial ati dan yang lainnya. Banyaknya variasi dari nasi goreng tersebut merupakan buah dari pikiran orang yang kreatif sehingga terciptalah produk yang unik.

3. Berpikir “Think Out of The Box”

Apa itu berpikir “think out of the box”? Berasal dari bahasa inggris, think out of the box berarti berpikir diluar kotak. Maksudnya adalah kita berpikir dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang diluar kebiasaan dan diluar dari umumnya. Pengusaha yang berpikir tidak umum sebenarnya adalah orang yang cerdas. Berani keluar dari zona nyaman akan menemukan banyak hal yang dapat mengarahkannya ke sebuah kesuksesan yang tidak pernah ditemukan orang lain sebelumnya.

Sebagai contoh adalah orang yang pertama kali menjual air mineral dalam kemasan di Indonesia. Pernahkah anda berpikir menjual air kemasan adalah sebuah ide gila melihat letak geografis Indonesia yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan. Pegunungan yang menghasilkan sumber mata air ada dimana-mana. Air tawar dengan kualitas baik bisa dijumpai hampir disetiap tempat. Namun ide gila untuk menjual air mineral dalam kemasan itu berbuah keberhasilan yang tidak pernah diduga. Kini perusahaan air mineral ada dimana-mana menjadi pesaing sang pioneer air minum kemasan pertama kali di Indonesia.

4. Fokus

Fokus disini adalah mengarah pada satu titik. Dalam berwirausahan fokus berarti mengarah pada satu pusat bisnis. Maksudnya adalah melakukan bisnis yang mengarah pada satu titik atau satu bidang usaha tanpa berbelok dan keluar dari target maupun tujuan dengan tidak mempedulikan halangan dan gangguan yang dapat mengancam keberhasilan yang sudah direncanakan sebelumnya. Fokus dalam usaha sangat penting karena dapat mengarahkan kita pada tujuan untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan.

Sebagai contoh adalah seorang pengusaha makanan. Ia mendirikan rumah makan dengan tujuan utama mengembangkannya menjadi sebuah restoran besar berbintang lima. Maka yang harus dilakukan pengusaha tersebut adalah fokus mencapai tujuan utama untuk mengembangkan usahanya meskipun banyak rintangan yang akan dihadapinya.

5. Konsisten

Sebenarnya konsisten hampir sama dengan fokus, Hanya saja yang membedakan adalah bidangnya. Jika fokus berorientasi pada tujuan, sedangkan konsisten lebih berorientasi pada aksi atau tindakan kita dalam berwirausaha. Konsisten dalam berwirausaha maksudnya adalah sikap bulat dan tekat kita untuk terus menjalankan usaha dengan menghadapi berbagai persoalan dan rintangan tanpa mengubah haluan dengan mencoba-coba melirik ke bidang yang lain.

Sebagai contoh adalah seorang pengusaha masakan Jepang. Ia memiliki tujuan mengembangkan usaha makanan khas negeri sakura tersebut meski makanan yang ditawarkan terkesan asing dimata konsumen. Tugas berat untuk mengenalkan dan mempromosikannya pun menjadi sebuah pekerjaan besar. Namun ia tetap terus mencoba dan berusaha mengembangkan usahanya meski pada awal sangat sepi karena masih asing. Ia konsisten hanya menyajikan makanan khas Jepang saja tanpa berbelok ke menu masakan negara lainnya.

6. Membuat dan Mencapai Target

Seorang pengusaha besar pasti selalu memiliki target yang harus dicapai. Sebagai seorang pengusaha, dituntut untuk terus membuat target baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Target tersebut tidak hanya sekali atau dua kali saja, namun dilakukan secara kontinyu dan terus menerus. Tujuannya dibuat target adalah untuk menentukan arah dari usaha yang dilakukan. Dengan adanya target tersebut, maka seorang wirausaha mempunyai kewajiban untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Setelah menentukan target, tugas seorang wirausaha adalah mencapainya. Tugas untuk mencapai usaha tersebut adalah suatu kewajiban. Dengan ini seorang wirausaha akan memikirkan cara dan strategi untuk mencapai target tersebut. Adanya target yang dicapai terus menerus makan berkembangnya sebuah usaha akan berlangsung lebih cepat.

7. Memposisikan Diri Sebagai Karyawan

Seorang pengusaha sukses kebanyakan tidak pernah memposisikan diri sebagai boss, petinggi, atau pemilik dari usaha tersebut. Namun mereka memposisikan diri layaknya seorang karyawan dalam usaha tersebut. Dengan memposisikan diri sebagai karyawan, seorang pengusaha akan sadar dengan tugas dan kewajiban yang harus dilakukan. Hal ini termasuk mendisiplinkan diri dan bekerja keras untuk mendapatkan gaji.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha biasa adalah memposisikan diri sebagai pemilik usaha tersebut. Sehingga membuat pengusaha tersebut lupa dan lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang wirausaha. Hal inilah yang menyebabkan usahanya tidak cepat tumbuh dan sulit berkembang.

7 Hal Yang Dapat Membuat Pengusaha Menjadi Lebih Sukses Dari Orang Lain