Charger adalah salah satu aksesoris penting bagi laptop berbagai merk entah itu Asus, Dell, Acer, Lenovo, HP, MSI, Toshiba, Samsung dan seba...
Awas Tertipu! Ini 6 Perbedaan Charger Laptop Original dan KW

Awas Tertipu! Ini 6 Perbedaan Charger Laptop Original dan KW

Charger adalah salah satu aksesoris penting bagi laptop berbagai merk entah itu Asus, Dell, Acer, Lenovo, HP, MSI, Toshiba, Samsung dan sebagainya dengan fungsi untuk mengisi daya baterai. Akibat sering digunakan dalam jangka pemakaian panjang, terkadang charger mengalami kerusakan. Apabila mengalami masalah seperti ini, kebanyakan orang akan memilih membeli charger yang baru. Namun sayang, saat ini banyak charger laptop palsu yang kualitasnya buruk. Sebagai pembeli kamu harus tahu perbedaan charger laptop original dan KW agar tidak tertipu serta mengalami kerugian.

Mencari tahu perbedaan charger laptop original dan KW memang sedikit agak rumit apabila tidak terbiasa. Maka dari itu banyak sekali pengguna laptop yang tertipu karena salah membeli charger bukan yang asli. Padahal disisi lain, penggunaan charger palsu akan membawa dampak buruk untuk kesehatan laptop itu sendiri. Salah satu dampak paling mungkin terjadi adalah kerusakan pada baterai hingga hubungan pendek arus listrik pada mainboard. Hal ini terjadi karena kualitas charger laptop yang buruk.

Perbedaan Charger Laptop Original dan KW

Cara Membedakan Antara Charger Laptop Original dan KW

Buat kamu yang saat ini sedang mencari charger laptop namun masih awam dalam membedakan mana yang asli dan yang palsu, kamu tidak usah khawatir. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang apa saja sih perbedaan charger laptop original dan KW itu dari berbagai sisi tentunya. Karena pada dasarnya untuk membedakan charger tersebut cukup sulit. Terlebih dengan kecanggihan teknologi saat ini para produsen nakal bisa meniru produk asli dengan sangat mirip.

Perbedaan Dari Segi Harga

Perbedaan charger laptop original dan KW dari segi harga bisa dibilang sangat mencolok. Bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Apabila charger asli dijual pada kisaran harga 200.000 hingga 300.000 rupiah, maka untuk charger palsu biasanya dijual dengan kisaran harga antara 100.000 hingga 150.000 rupiah saja. Perbedaan harga yang mencolok ini terjadi karena kualitas komponen yang digunakan berbeda jauh. Untuk menghemat biaya produksi, charger laptop palsu menggunakan komponen murahan yang tidak bisa terjamin keamanannya.

Perbedaan Komponen Adaptor Yang Dipakai

Perbedaan charger laptop original dan KW dari segi komponen memang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Namun hal ini bisa kita rasakan ketika digunakan. Pada umumnya, charger laptop asli memiliki 3 komponen utama yang keberadaannya cukup penting, yakni filtrasi, pengaman voltase tinggi dan juga penahan arus. Ini adalah komponen standar charger untuk mencegah bocornya arus AC. Harga komponen ini berkisar antara 2-7 Dollar Amerika. Maka dari itulah dengan harga yang murah, kamu tidak akan menemukannya di charger palsu.

Perbedaan Pada Kualitas Daya Yang Dihasilkan

Pada paragraf diatas sudah kita bahas bahwa charger KW tidak memiliki beberapa komponen utama yang berfungsi sebagai keamanan. Maka dari itu kualitas daya output yang dihasilkan cenderung tidak stabil dan mudah mengalami konsleting. Terlebih jika mengalami kebocoran arus AC yang tidak kamu ketahui. Kemampuan konversi yang tidak baik ini bisa menimbulkan kerusakan permanen. Berbeda halnya dengan charger original yang memiliki output daya sangat stabil dan sesuai dengan kebutuhan baterai laptop itu sendiri.

Perbedaan Berat Jenis Yang Mencolok

Salah satu perbedaan charger laptop original dan KW dari segi fisik yang paling mudah dikenali adalah beratnya. Pada charger laptop yang asli biasanya akan lebih terasa berat karena komponen elektronik yang menyusun adaptor didalamnya benar-benar detail dan kompleks. Selain itu masih ditambah dengan komponen pengaman seperti filtrasi, penahan arus dan pengaman voltase. Sedangkan pada charger palsu beberapa komponen tersebut dihilangkan sehingga terasa sangat ringan saat dipegang.

Perbedaan Pada Stiker Label

Setiap charger gadget apapun pasti memiliki label yang memuat informasi seperti input, output, model, negara pembuat dan sebagainya. Stiker label pada charger asli benar-benar memuat banyak informasi yang valid. Selain itu wujud dari stiker label charger asli lebih solid dan meyakinkan karena terbuat dari bahan kualitas terbaik. Sedangkan stiker label pada charger palsu mudah mengelupas serta tidak meyakinkan. Baik itu dalam jumlah informasi yang tertera maupun kualitas bahan yang digunakan. Perbedaan charger laptop original dan KW dari labelnya dapat diamati jika kamu jeli.

Tips Untuk Membeli Charger Laptop Originial atau Asli

Setelah mengetahui berbagai macam perbedaan charger laptop original dan KW yang sudah dibahas cukup panjang diatas, disini penulis akan memberikan beberapa tips buat kamu yang akan membeli charger laptop. Sebenarnya membeli charger laptop bisa kamu lakukan baik melalui toko online atau toko offline yang ada didekat tempat tinggalmu tanpa harus takut tertipu asalkan kamu jeli dan berhati-hati. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu jadikan pedoman dalam membeli charger laptop.

Baca Juga:
  1. Wow! Inilah 7 Dampak Buruk Memakai Charger Laptop KW
  2. Charger Laptop Terkena Air dan Basah? Ini Ciri-ciri dan Cara Menanganinya
  3. Laptop Cepat Panas? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya

Membawa Contoh Charger Yang Asli

Apabila kamu membeli charger laptop secara offline, maka sebaiknya kamu juga membawa contoh charger lama yang sudah rusak. Hal ini dimaksudkan agar kamu bisa tahu perbedaan charger lama kamu dan juga yang akan dibeli. Usahakan untuk memeriksa bagian fisik secara jeli dan pastikan tidak ada yang mencurigakan. Selain itu kamu juga dapat menunjukkannya ke penjaga toko agar dicarikan charger sesuai dengan harapanmu. Terkadang dengan membawa contoh barang kita dapat membeli barang yang sesuai.

Beli Charger Laptop di Toko Resmi

Apabila di daerah sekitar tempat tinggalmu tersedia toko resminya, lebih baik kamu membeli charger laptop disitu. Toko resmi biasanya akan menjual produk yang benar-benar original sesuai dengan merk dan tipe laptop kamu. Transaksi di toko resmi akan jauh lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal membawa laptop serta charger lama yang rusak untuk ditunjukkan ke pelayan toko. Maka akan dicarikan charger yang sesuai bahkan sama persis dengan aslinya baik dari segi kualitas maupun fisik.

Beli di Toko Online Resmi Pada Marketplace

Terakhir, kamu bisa membeli charger laptop original secara online tanpa takut tertipu melalui marketplace. Namun jangan membeli di sembarang toko, usahakan kamu beli di toko resminya saja sesuai dengan merk laptop kamu tentunya. Pada saat membeli kamu bisa chat terlebih dahulu kepada  admin dengan menyebutkan tipe laptop dan juga spesifikasi charger termasuk besaran input dan output. Jika barang tersedia biasanya kamu akan diarahkan ke sebuah link untuk checkout dan pembayaran.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan charger laptop original dan KW dari segala sisi. Memang saat ini untuk membedakan antara charger laptop asli dan palsu cukup sulit lantaran sudah dibuat semirip mungkin agar konsumen percaya. Namun semirip apapun barang palsu dibuat pasti memiliki celah yang bisa dijadikan sebagai patokan. Yang jelas ketika kamu membeli charger laptop, jangan pernah tergiur dan terpancing dengan harga yang murah. Apalagi harganya tidak masuk akal dan mencolok dari harga charger asli pada umumnya.
Lanjutkan Membaca »
Laptop Cepat Panas? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya

Laptop Cepat Panas? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya

Laptop cepat panas adalah kondisi yang bisa dibilang tidak normal. Masalah ini biasa disebut sebagai overheat atau suhu yang berlebih sehingga bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen. Selain itu, suhu panas tersebut juga bisa mempengaruhi kinerja menjadi lemot. Sedangkan penyebab panas berlebihan pada laptop itu sendiri cukup banyak dan sangat beragam. Yang pasti, kasus ini sangat mungkin dialami oleh berbagai jenis merk laptop entah itu Dell, Acer, HP, Toshiba, Lenovo, MSI dan sebagainya.

Laptop cepat panas itu wajar karena memang sirkulasi udara didalamnya cukup minim. Berbeda halnya dengan komputer yang sudah didesain dengan ruang yang lebih luas sehingga sirkulasi lebih lancar. Namun apabila panas yang dimaksud sudah berlebihan, maka kamu harus waspada. Suhu yang tinggi pada sebuah laptop bisa menimbulkan kerusakan berbagai hardware didalamnya entah itu mainborad, processor, RAM, harddisk, keyboard, touchpad dan lain sebagainya.

Laptop Cepat Panas

6 Penyebab Suhu Panas Berlebihan Pada Laptop

Apabila kamu saat ini mengalami masalah suhu pada laptop yang tidak wajar, maka kamu harus segera mencari tahu apa sebabnya. Apakah dari cara kamu dalam menggunakannya atau justru memang ada masalah didalam laptop itu sendiri. Hal ini cukup penting kamu cari tahu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Berikut ini adalah beberapa penyebab laptop cepat panas yang harus kamu ketahui.

1. Penggunaan Yang Tidak Wajar

Penyebab pertama kenapa kamu mengalami masalah laptop cepat panas adalah dari cara penggunaan yang tidak wajar. Tidak wajar disini dalam artian durasi yang terlalu lama diluar batas kemampuan laptop dalam bekerja. Waktu toleransi untuk laptop bekerja adalah 4-5 jam sebelum akhirnya diistirahatkan terlebih dahulu selama minimal 30 menit menit untuk kemudian bisa digunakan bekerja kembali. Penggunaan diluar batas waktu toleransi tanpa istirahat akan membuat laptop overheat.

2. Tempat Peletakan Yang Tidak Benar

Yang dimaksud tempat peletakan disini adalah posisi laptop ketik dipakai untuk bekerja. Ketika kamu menempatkannya dengan tidak benar maka dapat membuat laptop cepat panas. Selain itu alas yang digunakan juga perlu diperhatikan. Karena pada dasarnya salah dalam meletakkan serta memakai alas untuk laptop akan membuat sirkulasi jadi tidak lancar. Akibatnya suhu panas dari dalam laptop tidak dapat keluar secara cepat.

3. Kinerja Kipas Tidak Normal

Kinerja kipas memang sangat menentukan tinggi atau rendahnya suhu. Ketika kipas tidak bekerja secara normal sudah pasti dapat membuat udara didalam tertahan sehingga membuat laptop cepat panas. Kipas laptop yang tidak normal biasanya disebabkan oleh kotoran dan debu yang membuat ventilasi menjadi terhambat sehingga udara sulit keluar.

4. Pasta Thermal Sudah Kering

Salah satu komponen laptop yang paling mudah mengalami kenaikan suhu adalah processor. Biasanya, processor ini akan diberi sebuah isolator panas yang bernama pasta thermal dibagian bawahnya. Pasta ini bekerja sebagai media mereduksi panas berlebih yang dihasilkan oleh processor sehingga tidak merambat ke komponen lain disekitarnya. Jika pasta thermal ini kering, maka akan membuat suhu hardware disekitarnya meningkat sehingga akhirnya laptop cepat panas.

5. Menjalankan Aplikasi Melebihi Spesifikasi

Setiap laptop memiliki spesifikasi tertentu berdasarkan tinggi atau rendahnya hardware yang digunakan. Maka dari itu setiap aplikasi yang akan dijalankan harus sesuai dengan spesifikasi tersebut. Menjalankan aplikasi melebih spesifikasi hanya akan membuat semua hardware bekerja sangat keras sehingga mengakibatkan laptop cepat panas meski baru digunakan dalam waktu yang sebentar saja.

6. Penggunaan Sistem Operasi Yang Berat

Selain penggunaan aplikasi yang melebihi spesifikasi, penggunaan sistem operasi pada laptop juga bisa berpengaruh terhadap kinerjanya. Semakin berat sistem operasi yang terpasang maka semua hardware juga akan bekerja lebih keras bahkan ketika laptop baru dihidupkan. Kebanyakan laptop memang memakai Windows sebagai sistem operasi. Namun versi yang direkomendasikan oleh vendor berbeda-beda untuk setiap laptop.

Cara Mengatasi Laptop Cepat Panas Berlebih

Kasus suhu pada laptop yang tidak wajar bisa dibilang sudah umum terjadi. Kamu jangan terlalu panik ketika mengalaminya. Masalah seperti pada dasarnya bisa diatasi dengan beberapa langkah yang cukup sederhana jika kamu sudah tahu akan penyebabnya seperti yang sudah dijelaskan diatas. Untuk mengatasi laptop cepat panas, kamu bisa coba beberapa tips berikut ini.

1. Gunakan Laptop Sewajarnya Saja

Jika dirasa selama ini kamu sering memakai laptop secara berlebihan, sebaiknya hentikan dulu kebiasaan buruk tersebut. Gunakan laptop dengan batas waktu yang wajar yakni 4-5 jam. Jika akan digunakan dalam waktu yang lebih dari batas rekomendasi tersebut, sebaiknya istirahatkan laptop terlebih dahulu antara 30 menit hingga 1 jam. Hal ini akan memberi kesempatan laptop kamu untuk beristirahat serta mendinginkan seluruh hardware-nya. Cara ini cukup efektif untuk mencegah laptop mengalami overheat.

2. Gunakan Laptop Diatas Benda Solid

Selama ini banyak pengguna laptop yang memiliki kebiasaan buruk karena sering memakainya diatas beberapa tempat yang dapat mengganggu sirkulasi udara seperti sofa, kasur, bantal, dan lain sebagainya. Ini dapat mengakibatkan laptop cepat panas. Oleh karena itu, sebaiknya taruh laptop diatas benda yang lebih solid seperti diatas meja kayu, meja kaca, atau lantai rumah. Permukaan benda yang lebih solid seperti ini akan membantu sirkulasi udara keluar masuk menjadi lebih pancar.

Baca Juga:
  1. 12 Tips Membeli Laptop Gaming Bekas atau Second Berkualitas
  2. 9 Gejala Harddisk Laptop Rusak [Serta Cara Antisipasinya]
  3. 7 Cara Menghemat Kuota Hotspot atau Tathering ke Laptop

3. Membersihkan Kipas Laptop Secara Rutin

Salah satu bagian penting dari laptop dalam mengatur sirkulasi udara adalah kipas serta ventilasinya. Apabila keduanya terhambat maka dapat membuat laptop cepat panas. Oleh karena itu kamu disarankan untuk sering membersihkannya supaya tidak ada debu dan kotoran yang menyumbat. Semakin lancar sirkulasi udara maka akan semakin cepat pula udara panas dari dalam laptop bertukar dengan udara yang lebih dingin dari luar.

4. Tambahkan Pasta Thermal Bila Perlu

Sesekali kamu perlu melakukan cek pada isolator panas untuk processor yang berupa pasta thermal. Untuk melakukan cek pada bagian ini sebaiknya kamu serahkan kepada tukang service kepercayaanmu. Apabila kamu masih awam, melakukannya sendiri akan sangat beresiko. Namun yang pasti langkah ini khusus untuk laptop dengan usia penggunaan yang sudah lama (beberapa tahun). Apabila pasta thermal ini kering, maka harus diolesi ulang untuk mencegah laptop cepat panas.

5. Gunakan Software Sesuai Kemampuan Laptop

Selanjutnya, jangan pernah memaksakan laptop untuk bekerja diluar batas kemampuannya. Pasang dan gunakan versi software yang sesuai dengan spesifikasi laptop meskipun itu agak jadul. Karena semakin berat aplikasi yang dijalankan maka akan berpotensi membuat laptop cepat panas. Hal ini disebabkan aplikasi yang berat akan membuat hardware bekerja lebih keras.

6. Gunakan OS Sesuai Remomendasi Vendor

Untuk mencegah laptop cepat panas kamu bisa menggunakan sistem operasi sesuai rekomendasi vendor. Maksudnya seperti ini, apabila saat awal kamu membeli laptop memakai sistem operasi bawaan Windows 7, maka selalu gunakanlah OS tersebut. Karena pada dasarnya spesifikasi laptop kamu sudah disesuaikan oleh vendor untuk menjalankan sistem operasi tersebut. Apabila kamu memaksa upgrade ke Windows 10 tidak masalah, namun beresiko pada laptop yang harus bekerja lebih keras.

7. Menggunakan Kipas Eksternal

Terakhir, kamu bisa mengatasi masalah laptop cepat panas dengan cooling pad atau kipas eksternal yang bisa kamu beli di toko komputer terdekat atau membelinya secara online. Aksesoris satu ini memang sudah terkenal cukup efektif membantu laptop mendinginkan dirinya. Cooling pad biasanya berbentuk seperti meja keci dengan kipas dibawahnya. Kamu bisa meletakkan laptop kamu diatas cooling pad ini ketika sedang digunakan.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan tentang penyebab dan cara mengatasi laptop cepat panas. Dengan mengetahui faktor penyebab serta mencari solusi terbaiknya, maka diharapkan masalah suhu laptop berlebihan yang kami alami saat ini bisa terselesaikan. Meski sebenarnya kasus seperti ini sudah umum terjadi, namun kita harus jeli dan waspada supaya tidak membuat kerusakan permanen pada laptop.
Lanjutkan Membaca »
Penyebab dan Cara Mengatasi HP Sering Restart Berulang-ulang

Penyebab dan Cara Mengatasi HP Sering Restart Berulang-ulang

Meski dianggap sebagai gadget yang canggih, namun smartphone tetap memiliki keterbatasan sehingga bisa mengalami suatu masalah. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah HP sering restart berulang-ulang. Semua ponsel entah itu merk Samsung, Oppo, Vivo, Asus, Lenovo, Acer, Xiaomi, Huawei, Realme, OnePlus dan sebagainya pasti bisa mengalami masalah seperti ini. Jika sudah mengalami hal seperti ini biasanya ponsel akan jadi tidak nyaman saat digunakan.

Jika kamu saat ini sedang mengalami masalah HP sering restart berulang-ulang, maka sebaiknya segera lakukan langkah antisipasi karena berbagai macam kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Kondisi ini sebenarnya bisa dianggap sebagai pertanda adanya kerusakan yang cukup serius entah itu dari segi software ataupun hardware. Bisa saja parah ataupun ringan tergantung dari kondisi kerusakannya. Yang jelas masalah restart secara tiba-tiba bisa dialami oleh setiap HP Android.

Penyebab dan Cara Mengatasi HP Sering Restart Berulang-ulang

Penyebab HP Android Restart Terus-menerus

Setiap masalah pada smartphone pasti disebabkan oleh suatu faktor tertentu. Begitu juga dengan masalah HP Android yang sering restart berulang-ulang. Agar mudah dalam mencari solusi, maka kamu harus mengetahui apa saja penyebab dari masalah tersebut. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat mengakibatkan sebuah ponsel Android mengalami masalah restart yang berulang.

1. Terdapat Bug Pada Sitem Android

Penyebab yang pertama kenapa HP sering restart berulang-ulang adalah adanya bug pada sistem. Buat kamu yang masih asing dengan kata "Bug", adalah kondisi dimana suatu perangkat mengalami cacat pada sistem atau program akibat proses pembuatan yang kurang sempurna. Akibatnya ketika dijalankam program tersebut akan sering mengalami masalah. Pada sistem Android sendiri ketika ada bug ponsel akan lebih sering restart sendiri.

2. File Sistem Yang Mengalamai Crash

Jika diatas ada bug yang bisa membuat HP sering restart berulang-ulang, maka poin kedua ini masalahnya bisa saja diakibatkan oleh crash pada file sistem. Bukan hanya pada sistem Android saja, namun juga bisa meliputi aplikasi yang terpasang, game, pengaturan dan sejenisnya. Adanya crash pada file sistem akan membuat perangkat tidak bisa bekerja dengan baik yang akan menimbulkan lag atau macet. Jika sudah begini, sistem akan secara otomatis memulai ulang.

3. Kapasitas RAM Pada HP Tidak Memadai

Kapasitas RAM akan sangat mempengaruhi kinerja ponsel. Sebagai hardware yang berfungsi sebagai penampung file sistem sementara, keberadaan RAM memang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja ponsel. Semakin tidak sesuai antara kapasitas RAM dengan spesifikasi aplikasi yang dijalankan, maka akan membuat HP sering restart berulang-ulang. Hal ini disebabkan oleh kapasitas RAM yang penuh sehingga ponsel merasa harus dikosongkan lagi.

4. Memori Internal Yang Hampir Penuh

Jika RAM berfungsi sebagai penampungan file sistem sementara, maka memori internal memiliki fungsi sebagai penyimpanan file utamanya. Maka dari itu peran memori internal juga menentukan kinerja ponsel. Terlebih lagi setiap ponsel memiliki kapasitas memori internal yang berbeda. Semakin kecil kapasitas yang ditawarkan maka akan semakin cepat penuh oleh file-file seiring dengan waktu penggunaan.

5. Ponsel Yang Mengalami Overheat

Overheat adalah suatu kondisi panas berlebihan yang dialami oleh perangkat keras ponsel. Overheat biasanya disebabkan oleh penggunaan ponsel yang berlebihan atau menjalankan aplikasi yang berat diluar kemampuan spesifikasi smartphone itu sendiri. Apabila mengalami overheat maka HP akan melakukan restart sendiri. Hal ini biasanya bersifat otomatis dan dilakukan oleh ponsel untuk mendinginkan diri.

Cara Mengatasi HP Android Sering Restart Berulang-ulang

Dengan banyaknya penyebab masalah restart pada ponsel seperti yang sudah dijelaskan diatas, maka kamu harus mencari tahu secara pasti terlebih dahulu. Hal ini dilakukan supaya lebih mudah dalam mencari solusinya. Jika sudah tahu apa penyebabnya maka kamu bisa menentukan langkah untuk mengatasi masalah HP sering restart berulang-ulang seperti berikut ini.

1. Mematikan Ponsel Sementara Waktu

Langkah pertama yang bisa kamu lalukan adalah dengan mematikan ponsel sementara waktu. Hal ini bisa kamu terapkan jika masalah HP sering restart berulang-ulang tersebut karena faktor overheat. Ketika ponsel digunakan secara berlebihan atau dipakai untuk membuka aplikasi/game yang berat maka kenaikan suhu pada hardware secara drastis bisa saja terjadi. Ketika sudah mencapai batas suhu diluar toleransi maka ponsel akan "mendinginkan" dirinya sendiri.

2. Update Sistem Android ke Versi Baru

Terkadang sistem Android yang usang juga bisa membuat HP sering restart berulang-ulang karena masalah software. Jika ini masalahnya maka kamu dapat melakukan update sistem Android ke versi yang lebih baru. Di beberapa ponsel memang sistem update seperti ini akan berjalan secara otomatis. Maka dari itu sebaiknya jangan terlalu sering menunda update karena berpengaruh buruk pada sistem operasi smartphone itu sendiri.

3. Melakukan Reset Setelan Pabrik

Biasanya, langkah ini sangat efektif untuk ponsel yang usia pemakaiannya sudah lama. Melakukan reset setelan pabrik akan mengembalikan seluruh software dan setelan ke posisi semula seperti saat pertama kali dibeli. Akibatnya, beberapa masalah seperti crash sistem atau pengaturan yang membuat ponsel berat akan menjadi default kembali. Caranya, silahkan masuk ke Setelan. Kemudian pilih menu Sistem. Setelah itu buka Lanjutan dan pilih Opsi setel ulang. Terakhir pilih “Reset ke Setelan Pabrik” dan tunggu prosesnya.

4. Melakukan Wipe Cache Partition

Cache adalah file-file singgahan pada ponsel yang berfungsi untuk mengingat apa saja yang pernah dilakukan ponsel seperti setelan, file yang pernah diakses, kata sandi dan sebagainya untuk disimpan didalam memori. Jika terlalu banyak menumpuk, file cache bisa membuat HP sering restart berulang-ulang. Maka dari itu Cache perlu dibersihkan. Caranya adalah dengan wipe cache partition.

Pastikan baterai diatas 70% lalu matikan ponsel. Disini kita akan mulai proses wipe cache. Pertama tekan tombol Power + Volume up + Volume down selama beberapa detik. Kemudian masuk ke Recovery Mode. Pilih Wipe Cache Partition. Gunakan tombol volume untuk naik turun dan tombol power untuk memilih. Setelah itu tunggu prosesnya hingga selesai karena biasanya memakan waktu yang cukup lama.

5. Mengurangi Apliasi Latar Belakang

Selanjutnya, kamu bisa mengurangi aplikasi yang berjalan di latar belakang untuk mencegah HP sering restart berulang-ulang. Aplikasi latar belakang biasanya lebih banyak memakan memori RAM karena terus berjalan selama ponsel aktif. Hal ini tentu sangat membebani terlebih jika kita tidak selalu memakai aplikasi tersebut. Maka dari itu sebaiknya matikan saja aplikasi latar belakang yang tidak perlu. Caranya cukup mudah. Silahkan masuk ke menu setelan. Kemudian buka menu Aplikasi & Notifikasi. Pilih aplikasinya lalu klik Paksa Berhenti.

Baca Juga:
  1. Inilah Kelebihan dan Kekurangan USB Type C Pada HP Android
  2. Berhasil! Ini 6 Cara Mengatasi Charger HP Basah Terkena Air
  3. Ampuh! Ini 7 Cara Agar Baterai HP Cepat Penuh Saat di Cas

6. Mengurangi File Yang Tersimpan di Memori

Cobalah untuk memeriksa ulang bagaimana kapasitas memori internal ponsel. Jika sudah hampir penuh sebaiknya mulai lakukan pembersihan file supaya ruang penyimpanan jadi lebih lega. Kamu bisa mengurangi file yang tersimpan di memori internal dengan memindahkan ke PC, memori eksternal, upload di drive online, atau menghapusnya. Selain itu bersihkan juga file sampah yang juga bisa memenuhi memori. Kamu bisa memakai aplikasi pihak ketika seperti Clean master atau iClean untuk membersihkannya.

7. Copot Pemasangan Aplikasi Yang Tidak Perlu

Jika ponselmu dirasa sudah berat karena banyaknya aplikasi yang terpasang sehingga menyebabkan masalah HP sering restart berulang-ulang. Maka sebaiknya copot beberapa aplikasi yang tidak perlu. Beberapa aplikasi yang jarang sekali kamu gunakan bisa dikategorikan sebagai aplikasi yang tidak perlu. Sebaiknya di copot saja agar memori internal dan RAM lebih lega. Terlebih rata-rata aplikasi Android berukuran besar sehingga memakan cukup banyak ruang.

8. Konsultasi ke Tukang Service

Terakhir, silahkan konsultasi ke tukang service apabila masalah HP sering restart berulang-ulang tak kunjung membaik. Terkadang membawa masalah ke orang yang ahli menjadi pilihan terbaik ketika kita tidam bisa mengatasinya sendiri. Dengan bantuan tukang service maka masalah yang ada pada smartphone milikmu akan segera ditangani. Dengan begini kamu bisa terhindar dari berbagai kemungkinan terburuk yang dapat menyebabkan kerugian.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi HP sering restart berulang-ulang. Proses restart yang tidak wajar di HP Android memang patut dicurigai karena menandakan akan adanya masalah entah itu pada hardware ataupun software. Yang jelas jika segera ditangani maka dapat terhindar dari kerusakan yang lebih parah. Apabila ponsel kamu restart sendiri secara tiba-tiba, cobalah untuk menetapkan tips yang dibahas diatas.
Lanjutkan Membaca »
12 Tips Membeli Laptop Gaming Bekas atau Second Berkualitas

12 Tips Membeli Laptop Gaming Bekas atau Second Berkualitas

Membeli barang itu tidak harus selalu baru. Begitu juga saat kamu ingin membeli laptop untuk bermain game. Membeli laptop gaming bekas pakai atau second hand adalah salah satu cara yang bisa kamu gunakan untuk menghemat keuangan. Dengan membeli laptop gaming second maka kamu akan mendapatkan harga jauh lebih murah dari harga barunya bahkan bisa mencapai setengahnya. Selain untuk bekerja, memang saat ini fungsi laptop sebagai sarana hiburan tidak bisa lagi dilepaskan dalam kehidupan.

Membeli laptop gaming bekas bukanlah ide buruk. Jika lebih jeli dan teliti dalam mencari, kamu malah akan mendapatkan banyak keuntungan salah satunya adalah spesifikasi yang tinggi namun dengan harga yang sangat miring. Seperti yang kita tahu bahwa untuk bermain game, maka spesifikasi laptop yang dibutuhkan juga tinggi. Seperti RAM yang dibutuhkan minimal 16 Giga bytes, Graphic Card setidaknya 8 Giga bytes, dan Harddisk dengan kapasitas 1 Tera bytes. Sedangkan kebanyakan laptop gaming yang baru dijual dengan harga mahal antara 7-50 jutaan.

Tips Membeli Laptop Gaming Bekas atau Second Berkualitas

Semakin tinggi spesifikasi laptop gaming yang kamu miliki, maka akan semakin baik kinerjanya untuk memainkan game yang saat ini rata-rata sudah berkualitas HD (High Definition). Maka dari itu jika kamu memakai laptop biasa, maka hanya beberapa game dengan kualitas rendah saja yang bisa kamu mainkan. Salah satu yang bisa kamu lalukan untuk menyiasati harga laptop dengan spesifikasi tinggi adalah dengan membeli laptop gaming bekas atau second.

Tips Membeli Laptop Gaming Second atau Bekas Agar Lebih Menguntungkan

Jika kamu saat ini ingin membeli laptop gaming bekas atau second yang masih bagus dan berkualitas, maka kamu harus tahu beberapa tips yang akan kita bahas dibawah ini. Dengan lebih jeli dan teliti sebelum membeli laptop second, maka kamu akan mendapatkan banyak keuntungan. Karena memang tidak semua laptop bekas itu jelek, dan juga tidak semua bagus. Kamu harus mampu memilah mana laptop yang masih normal dan mana yang sudah tidak layak pakai.

Perhatikan Masa Pemakaian Laptop Gaming Tersebut

Tips pertama dalam membeli laptop gaming bekas atau second adalah dengan memperhatikan masa pemakaian laptop itu sendiri. Cari tahu juga pada siapa kamu membelinya, apakah masih tangan pertama atau sudah ke tangan kedua dan seterusnya. Laptop second dari tangan pertama tentu kondisinya jauh lebih baik daripada yang sudah digunakan oleh beberapa tangan. Karena setiap orang akan menggunakannya dengan cara berbeda.

Semakin sebentar masa pemakaian dari laptop gaming tersebut, maka kondisinya juga semakin masih sangat baik. Jika dikategorikan kedalam kondisi laptop bekas berdasarkan masa penggunaan dapat dibedakan menjadi tiga kualifikasi. Jika waktu penggunaan kurang dari satu tahun itu sangat baik, penggunaan 2-3 tahun cukup baik, jika sudah lebih dari 3 tahu bisa dipastikan bahwa kinerjanya sudah menurun drastis.

Pastikan Spesifikasinya Benar-benar Tinggi

Kamu juga harus bisa memastikan bahwa laptop gaming bekas atau second tersebut benar-benar memiliki spesifikasi yang tinggi. Artinya spesifikasi yang tertera diketerangan dan yang sebenarnya ada pada laptop sama persis. Kamu bisa melakukan cek spesifikasi dengan klik Start, kemudian ketikkan kata kunci dxdiag. Jika sudah muncul silahkan di klik maka akan terbuka jedela yang memberikan informasi RAM, Processor, Grapgic Card dan seterusnya. Disini kami juga akan tahu jenis prosesor dan kartu grafis yang digunakan oleh laptop tersebut.

Pastikan Bukan Laptop Hasil Upgrade

Salah satu kasus yang merugikan seseorang saat membeli laptop gaming bekas atau second adalah membeli yang hasil upgrade. Artinya, laptop tersebut dari bawaan pabrik tidak memiliki spesifikasi tinggi. Namun seiring berjalannya waktu pemiliknya melakukan penambahan beberapa hardware seperti RAM, Graphic Card dan sejenisnya dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Pada dasarnya cara ini memang membuat laptop spesifikasinya meningkat, namun dari segi keseimbangan antar komponen sangat diragukan.

Cek Kondisi Fisik Laptop Gaming Tersebut

Jangan lupa untuk melakukan cek fisik terhadap laptop gaming bekas atau second yang akan kamu beli tersebut. Pengecekan tersebut meliputi beberapa bagian seperti pada layar, casing atau body, keyboard, touchpad, port USB dan sebagainya. Jika semua bagian ini tidak cacat berarti laptop tersebut dirawat dengan baik. Sebaliknya jika kamu menemukan goresan, retakan atau patahan bisa dipastikan bahwa laptop tersebut pernah terbentur atau terjatuh. Kondisi ini dapat membuat komponen laptop mengalami masalah.

Harddisk Tidak Mengalami Bad Sector

Salah satu masalah yang paling sering terjadi pada laptop second adalah adanya bad sector harddisk. Bad sector adalah sebuah kondisi dimana piringan magnetic pada harddisk yang berfungsi untuk menyimpan data mengalami kerusakan di bagian tertentu. Adanya bad sector akan sangat mempengaruhi kinerja laptop yang menjadi sangat lambat. Maka dari itu ketika akan membeli laptop gaming bekas, lakukanlah cek bad sector. Silahkan baca artikel cara melakukan cek bad sector harddisk laptop yang sudah dibahas sebelumnya.

Baca Juga:
  1. 7 Cara Menghemat Kuota Hotspot atau Tathering ke Laptop
  2. 7 Rahasia Menjaga Baterai Tanam Laptop Tetap Awet
  3. 9 Gejala Harddisk Laptop Rusak [Serta Cara Antisipasinya]

Kinerja Baterai Yang Masih Baik

Salah satu komponen yang cukup penting pada laptop adalah baterai. Karena pada dasarnya keunggulan laptop dibanding komputer adalah mobilitasnya yang bisa dibawa kemana saja dan digunakan dimana saja. Salah satu faktor pendukung mobilitas laptop adalah performa baterai yang masih baik. Sebab baterai menjadi satu-satunya sumber daya pada laptop ketika tidak ada sambungan listrik. Jadi usahakan membeli laptop gaming bekas atau second yang masih baik kinerja baterainya.

Charger Original dan Masih Berfungsi

Selain baterai, komponen lain yang juga perlu kamu pertimbangkan ketika akan membeli laptop adalah charger itu sendiri. Charger juga menjadi komponen penting sebagai pemasok energi listrik pada laptop. Pastikan charger tersebut masih original meskipun yang kamu beli adalah laptop second. Jangan lupa untuk mencobanya terlebih dahulu dengan menyambungkan ke sumber listrik. Pastikan arus listrik mengalir dan indikator pada laptop atau charger menyala.

Pastikan Keyboard dan Touchpad Normal

Keyboard dan touchpad juga bagian yang tak boleh kamu lewatkan untuk di cek. Pertama cek dulu bagian keyboard. Pastikan semua tombol keyboard masih berfungsi dan juga semua huruf, angka, serta simbol-simbol yang tercetak pada keyboard masih bisa dilihat. Setelah itu cek bagian touchpad laptop tersebut. Pastikan sensor masih sensitif dan menerima gerakan dengan baik. Cek juga bagian tombol klik kiri dan klik kanan, pastikan masih berfungsi dengan baik.

Tidak Terdapat Virus Didalamnya

Virus atau malware menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan saat kamu membeli laptop gaming bekas atau second. Virus pada laptop bisa menjadi bahaya apabila disalahgunakan oleh penyebarnya. Melalui virus, seorang peretas bisa mencuri data pribadi kamu termasuk akun-akun penting dan juga file penting. Maka dari itu, pastikan laptop selalu terhindar dari malware dengan adanya antivirus yang berfungsi dengan baik.

Speaker Laptop Yang Masih Bagus

Ibarat pada manusia, speaker laptop adalah mulut. Semua yang diproses oleh laptop diubah menjadi output suara oleh speaker. Terlebih kamu akan membeli laptop gaming bekas atau second yang sangat memerlukan output suara agar permainan menjadi lebih asik. Jadi, silahkan lakukan tes suara pada speaker sebelum membeli laptop gaming bekas. Umumnya laptop dibekali oleh dua buah speaker. Pastikan kedua speaker tersebut  masih berbunyi dengan baik ya.

Semua Port Interface Harus Berfungsi

Setiap laptop memiliki berbagai macam port interface seperti LAN, HDMI, USB, jack audio dan juga VGA. Pastikan semua port interface tersebut masih berfungsi semuanya. Karena semua port interface ini akan sangat kamu butuhkan kapan saja. Terlebih pada port USB dan jack audio yang sangat sering digunakan. Jika perlu, silahkan kamu coba satu persatu agar tahu bahwa masih berfungsi secara normal. Dengan begini kamu tidak akan mengalami kerugian saat membeli laptop gaming bekas atau second.

Harga Beli Yang Wajar

Tips terakhir adalah tentang harga. Ketika kamu membeli laptop gaming bekas atau second pastikan harga beli yang di patok oleh penjual tidak mencurigakan. Untuk itu kamu bisa cek harga laptop bekas secara online sesuai dengan merk dan tipe-nya di marketplace atau mesin pencari. Jangan sampai kamu tertipu karena membeli laptop second tersebut dengan harga yang terlalu tinggi. Namun kamu juga harus curiga jika penjual menawarkan harga yang sangat rendah dan tidak wajar. Karena bisa saja itu adalah barang hasil pencurian atau penggelapan.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai tips untuk membeli laptop gaming bekas atau second berkualitas. Membeli laptop second yang masih bagus bisa kamu lakukan dengan lebih jeli dalam memeriksa seluruh elemennya baik itu dari segi fisik maupun non-fisik. Karena pada dasarnya untuk atau ruginya seseorang dalam membeli barang second hand ada pada ketelitiannya sendiri.
Lanjutkan Membaca »
Ini Kelebihan dan Kekurangan SSD Yang Perlu Kamu Ketahui

Ini Kelebihan dan Kekurangan SSD Yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi alat penyimpanan data saat ini terus mengalami perkembangan setelah munculnya generasi barus dari harddisk yakni SSD atau Solid State Drive yang mulai banyak digunakan untuk laptop dan komputer. Jika kamu salah satu pengguna harddisk lama dan ingin pindah ke yang baru yaitu SSD, sebaiknya jangan terburu-buru. Alangkah lebih baik jika mencari tahu bagaimana kelebihan dan kekurangan SSD itu sendiri sebagai teknologi baru. Hal ini perlu kamu lakukan agar tidak menyesal setelah migrasi ke SSD.

SSD sendiri belum begitu banyak digunakan oleh para pengguna komputer dan laptop karena harddisk lama masih membuat mereka nyaman. Ini adalah hal yang wajar karena banyak diantara mereka yang belum tahu seperti kelebihan dan kekurangan SSD itu. Seiring berjalannya waktu mungkin akan banyak pengguna yang memilih untuk migrasi ke SSD. Begitu juga dengan par produsen PC yang mungkin akan mulai menggunakan SSD untuk produk-produk terbaru mereka.

Kelebihan dan Kekurangan SSD Yang Perlu Kamu Ketahui

Pengertian SSD. Apa itu SSD?

Solid State Drive atau disingkat SSD adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai penyimpanan data yang menggunakan teknologi Chip Flash berbasis silikon yang saling terintegrasi sehingga mampu menyimpan data. Teknologi ini hampir sama dengan yang digunakan oleh alat penyimpanan data lain seperti Micro SD atau Flashdisk. Berbeda halnya dengan HDD, SSD tidak memakai sistem gerak mekanis melainkan menggunakan sebuah microchips yang bisa menampung data.

SSD sendiri dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis berdasarkan form factor yakni SSD 2,5 Inch, SSD M.2 dan SSD NVMe. Pada jenis SSD 2,5 Inch dan SSD M.2 menggunakan koneksi interface SATA. Namun untuk SSD NVMe memiliki interface yang berbeda karena memakai jenis PCIe. Namundl dengan penggunaan interface PCIe ini di klaim memiliki kecepatan paling baik. Hal ini disebabkan oleh penanaman PCI Ekspress v3 (PCIe v3) atau PCIe v4 pada SSD NVMe. Namun secara global, ketiganya bisa bekerja lebih baik dari harddisk model lama.

Kelebihan SSD atau Solid State Drive Yang Harus Kamu Ketahui

Sebuah teknologi apalagi yang tergolong baru, pasti tercipta karena adanya proses pengembangan dari model yang lama. Hal ini pasti juga berlaku pada SSD yang diciptakan agar memiliki kinerja lebih baik dari pendahulunya yaitu SSD. Dengan kata lain, akan kita temui banyak kelebihan pada teknologi yang baru dari berbagai sisi. Lalu apa saja kelebihan SSD atau Solid State Drive dibandigkan harddisk versi lama yakin SSD? Berikut ini penjelasannya.

SSD Memiliki Kecepatan Yang Lebih Baik

Kelebihan SSD yang pertama terletak pada kecepatannya. Karena memang salah satu tujuan diciptakannya SSD adalah untuk menyempurnakan HDD yang dianggap bekerja cukup lambat. Umumnya, HDD memiliki kecepatan baca dan tulis hanya sampai pada angka 150-an saja. Sedangkan SSD memiliki kecepatan baca dan tulis hingga angka 400-an. Artinya SSD bisa bekerja dengan kecepatan dua kali lipat bahkan bisa tiga kali lipat lebih daripada HDD.

Tidak cuma itu saja, jika kamu memakai SSD NVMe PCIe v4, maka kecepatan yang kamu dapatkan akan meningkat hingga 10 kali lipat. Ya betul sekali, SSD tersebut mampu mencapai kecepatan baca dan tulis hingga angka 4.000-an. Secara gambaran saja, apabila kamu menghidupkan laptop Windows 10 pada HDD, umumnya membutuhkan waktu booting kurang lebih 45 detik. Namun jika kamu memakai SSD waktu yang dibutuhkan untuk booting hanya berkisar antara 9-10 detik saja.

SSD Tidak Menimbulkan Suara Sama Sekali

Berbeda halnya dengan HDD yang berisik karena sistem gerak mekanisnya, maka kelebihan SSD disini kebalikannya yakni lebih senyap. HDD bisa menimbulkan suara karena adanya sistem gerak mekanis yang memutar piringan magnetic didalamnya. Sedangkan pada SSD tidak memerlukan sistem mekanis karena tempat penyimpanan data ada pada microchip. Jadi ketika membaca atau menulis suatu file, SSD tidak perlu menggerakkan komponen yang ada didalamnya.

Lebih Membutuhkan Sedikit Energi

Seperti yang sudah beberapa kali disinggung bahwa HDD memakai sistem mekanis yang berarti juga membutuhkan daya lebih banyak agar sistem tersebut bisa berjalan. Sedangkan pada SSD tidak memerlukan gerak mekanis sama sekali yang artinya pasokan daya hanya dibutuhkan oleh microchip tersebut saja. Dengan menggunakan SSD, kamu bisa menghemat energi. Apalagi jika kamu seorang pengguna laptop yang sumber energinya berasal dari baterai. Penggunaan SSD pada laptop bisa menghemat baterai.

SSD Lebih Minim Kerusakan

Dengan teknologi microchip, SSD lebih tahan terhadap benturan dan getaran. Kelebihan SSD yang satu ini dapat membuat data yang tersimpan didalamnya jadi lebih aman. Berbeda halnya dengan HDD yang pakai sistem mekanis sehingga jika ada getaran atau benturan akan membuat perputaran pada pringan magnetic jadi tidak presisi yang dapat membuat kerusakan. Selain itu piringan magnetic tersebut juga rentan kerusakan seiring penggunaan yang menimbulkan masalah bad sector.

Kekurangan SSD atau Solid State Drive. Apa Saja?

Meski SSD termasuk teknologi penyimpanan data terbaru dengan berbagai macam kelebihan yang sangat banyak diberbagai sisi mengalahkan pendahulunya yakni HDD, namun disisi lain tetap saja memiliki beberapa kekurangan meskipun itu sifatnya minor. Ini adalah hal wajar dan pasti dialami oleh semua perangkat teknologi baru. Lalu apa saja kekurangan SSD? Berikut ini penjelasannya secara singkat.

Baca Juga:
  1. Mudah! Ini Cara Cek Bad Sector Hardisk Laptop dan Komputer
  2. 9 Gejala Harddisk Laptop Rusak [Serta Cara Antisipasinya]
  3. 9 Cara Cek Kondisi Laptop Bekas Sebelum Membeli

Harga SSD Yang Lebih Mahal

Sebagai teknologi baru, maka menjadi hal wajar jika harga SSD dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi dari HDD. Terlebih dengan berbagai keunggulan yang jauh melampaui pendahulunya tersebut. Apalagi saat ini yang menggunakan SSD masih beluk banyak entah itu konsumen ataupun produsen gadget. Sebagai perbandingan, kamu budget 600-700 ribuan. Jika kami membeli HDD maka kamu sudah bisa mendapatkan yang kapasitasnya 1 Tera Byte, sedangkan jika kamu membeli SSD hanya dapat 256 Giga bytes saja.

Kapasitas Yang Tidak Ekonomis

Seperti yang dibahas pada poin pertama, kelemahan SSD ada pada kapasitas yang kurang ekonomis. Artinya dengan harga yang sama, jika membeli SSD maka kamu hanya mendapatkan seperempat kapasitas dari yang didapatkan pada HDD. Sementara itu kebutuhan kecepatan pengguna saat ini masih terpenuhi dengan HDD. Untuk saat ini mungkin penggunaan SSD hanya untuk kebutuhan tertentu saja seperti penyimpanan eksternal atau penyimpanan pada server saja.

SSD Memiliki Batas Pemakaian

Jika pada HDD akan rentan rusak saat terkena benturan atau getaran, sedangkan kelemahan SSD yang terakhir ini adalah adanya batas pemakaian. Maksudnya begini, umur SSD ditentukan oleh Terra Bytes Written (TBW). Yang artinya setiap data yang ditulis akan berulang dan dihitung berdasarkan TBW. Jadi semakin banyak digunakan maka kinerjanya akan semakin menurun. Apabila nilai TBW sudah penuh, maka SSD tersebut tidak bisa dipakai lagi.

Kesimpulan

Itulah beberapa penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan SSD dari berbagai sisi. Jadi bisa dibilang bahwa SSD memiliki kinerja yang jauh lebih baik ketimbang harddisk lama dari berbagai sisi. Adapun kelemahannya hanya bersifat minor yang tidak begitu berpengaruh. Jadi buat kamu yang saat ini masih pakai HDD nampaknya memulai migrasi ke SSD adalah ide yang bagus. Terlebih teknologi penyimpanan ini akan banyak digunakan kedepannya.
Lanjutkan Membaca »
Mudah! Ini Cara Cek Bad Sector Hardisk Laptop dan Komputer

Mudah! Ini Cara Cek Bad Sector Hardisk Laptop dan Komputer

Masalah pada harddisk yang paling umum dan sangat sering terjadi adalah bad sector. Dengan terdeteksinya bad sector, artinya hardware yang berfungsi sebagai untuk menyimpan data tersebut akan mengalami bermasalah ketika digunakan. Masalah ini juga memiliki tingkatan mulai dari ringan hingga yang parah. Kerusakan yang parah biasanya akan berdampak pada kinerja PC yang menurun drastis bahkan bisa menyebabkan mati total. Lalu apakah kita bisa melakukan cek bad sector harddisk laptop atau komputer secara mandiri?

Jika kamu saat ini punya pertanyaan seperti diatas, tentu saja jawabannya adalah BISA. Karena pada prinsipnya, sistem operasi sendiri memiliki perangkat lunak yang bisa mendeteksi bad sector entah itu dari bawaan sistem atau aplikasi pihak ketiga. Disini kamu bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melakukan cek bad sector harddisk laptop atau komputer secara mandiri. Memeriksa masalah pada harddisk seperti ini dapat kamu lakukan secara rutin untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Cara Cek Bad Sector Hardisk Laptop dan Komputer

Apa Itu Bad Sector? Ini Pejelasan Singkatnya

Ketika membahas mengenai cek bad sector harddisk, maka akan terasa kurang jika kamu sendiri belum tahu secara pasti apa itu bad sector. Dari namanya saja kita sudah bisa tahu asalnya dari bahasa Inggris yakni bad dan sector. Bad artinya buruk sedangkan sector artinya bidang. Secara arti, bad sector adalah kondisi dimana sebuah bidang atau bagian penyimpanan didalam harddisk kondisinya sudah memburuk atau bisa dibilang mulai rusak.

Jika dijelaskan secara lebih rinci, bad sector merupakan sebuah kerusakan yang dialami oleh fisik cakram atau cakram flopi pada harddisk yang berfungsi sebagai penyimpan data di beberapa bagian tertentu. Bagian penyimpanan yang rusak ini akan membuat data yang tersimpan didalamnya menjadi sulit untuk diakses sehingga membuat kesalahan tertentu pada sistem. Terlebih jika file tersebut merupakan bagian dari sistem.

Cara Mudah Melakukan Cek Bad Sector Harddisk

Setelah kamu mengetahui apa itu bad sector, sekarang kita akan mulai pembahasan tentang bagaimana cara cek bad sector harddisk laptop atau komputer secara mandiri. Dalam hal ini, kamu bisa melakukannya dengan beberapa cara baik itu dengan software bawaan Windows ataupun menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga yang tersedia dan bisa kamu download secara gratis di internet. Selengkapnya silahkan perhatikan penjelasan berikut ini.

Cek Bad Sector Via Command Prompt

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk cek bad sector harddisk pada laptop atau komputer adalah dengan menggunakan software bawaan windows yakni cmd.exe atau biasa disebut sebagai Command Prompt. Perangkat lunak ini memiliki fungsi sebagai command line interpreter yang bisa digunakan untuk menjalankan perintah tertentu dari pengguna. Disini kamu bisa memasukkan perintah untuk melakukan cek kondisi harddisk pada PC.

Cara untuk melakukan cek bad sector harddisk yang pertama adalah membuka software Command Prompt itu sendiri.  Silahkan buka Start kemudian ketikkan kata kunci cmd.exe lalu klik kanan lalu Run as administrator. Atau bisa juga dibuka manual dengan cara klik start kemudian cari folder Windows System. Buka, lalu klik kanan pada Command Prompt, kemudian pilih Run as administrator. Jika sudah terbuka, akan muncul tampilan jendela baru dengan tampilan warna identik hitam.

Sekarang kamu sudah bisa memulai langkah untuk cek bad sector harddisk laptop atau komputer dengan cara memasukkan perintah. Silahkan kamu ketik perintah "chkdsk" di Command Prompt tanpa tanda petik.  Kemudian tekan Enter, dan tunggu prosesnya hingga selesai. Jika sudah melakukan pengecekan, maka akan muncul laporan mengenai disk space, total files,  total indexes dan bad sector.

Adanya bad sector yang terdeteksi pada harddisk bisa kamu lihat didalam laporan tersebut. Jika total bad sector adalah 0 KB artinya harddisk kamu masih dalam keadaan sehat. Sedangkan jika muncul angka dengan nilai tertentu pada laporan bad sector, sebagai contoh 19 MB atau 58 MB, maka nilai tersebut menunjukkan besaran bad sector yang terjadi bada harddisk. Semakin kecil nilainya maka kasusnya semakain tidak parah. Begitu juga sebaliknya.

Cek Bad Sector Dengan Harddisk Sentinel

Selain menggunakan software bawaan Windows yakni Command Prompt seperti yang sudah dibahas diatas, kamu juga bisa melakukan cek bad sector harddisk dengan cara lain yakni menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga. Disini kita akan mencoba menggunakan aplikasi Harddisk Sentinel. Jika belum punya, kamu bisa download aplikasinya di website resminya yaitu www.hdsentinel.com secara gratis. Setelah itu silahkan langsung di install.

Baca Juga:
  1. 9 Gejala Harddisk Laptop Rusak [Serta Cara Antisipasinya]
  2. 9 Cara Cek Kondisi Laptop Bekas Sebelum Membeli
  3. Penyebab dan Cara Memperbaiki Touchpad Laptop Yang Rusak Tidak Berfungsi


Langkah selanjutnya silahkan buka aplikasi Hardisk Sentinel tersebut. Tunggu lalu biarkan maka software tersebut akan melakukan scanning secara otomatis untuk mendeteksi adanya bad sector. Pada software ini ada dua buah bar yang dapat membantumu memantau harddisk. Pertama Overview yang berfungsi menunjukkan kondisi performa dan kesehatan harddisk. Kedua adalah S.M.A.R.T yang akan memberimu informasi terkait kesehatan harddisk itu sendiri. Di tab S.M.A.R.T warna hijau artinya sehat, jika kuning mulai rusak, dan merah sudah rusak parah.

Cek Bad Sector Dengan Software HD Tune

Selain menggunakan Harddisk Sentinel seperti penjelasan diatas, ada satu software pihak ketiga lainnya yang bisa kamu pakai untuk cek bad sector harddisk laptop atau komputer secara mandiri. Software tersebut adalah HD Tune. Jika belum punya software ini, silahkan download terlebih dahulu di website resminya www.hdtune.com secara gratis. Setelah itu install kemudian buka softwarenya.

Selanjutnya jalankan software HD Tune maka secara otomatis, ia akan mendeteksi keberadaan harddisk. Setelah itu silahkan klik pada tab Error Scan kemudian klik tombol Start yang ada dibagian kanan. Jangan lupa centang pada bagian Quick Scan supaya proses scanning tidak membutuhkan waktu yang lama. Tunggu prosesnya hingga selesai maka kamu akan mendapat laporan berupa tampilan kotak-kotak. Warna hijau menunjukkan bahwa harddisk kamu dalam keadaan sehat. Sedangkan kotak warna merah menandakan ada bad sector pada harddisk.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara cek bad sector harddisk laptop atau komputer yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan harddisk kamu. Kamu dapat melakukan tips ini secara rutin dalam rentang waktu tertentu bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali. Ini adalah hal penting untuk memantau kondisi harddisk. Jika ada bad sector kamu bisa segera meminimalisinya dengan melakukan perbaikan ke service senter. Apabila sudah parah maka semua file kamu yang ada didalam harddisk bisa hilang.
Lanjutkan Membaca »
Yuk Cari Tahu! Apa Perbedaan Printer Inkjet dan Laserjet?

Yuk Cari Tahu! Apa Perbedaan Printer Inkjet dan Laserjet?

Jika saat ini kamu ingin membeli printer, pasti kamu akan dibuat bingung oleh dua pilihan yaitu jenis printer itu sendiri. Saat ini ada dua jenis printer yang bisa ketahui yaitu inkjet dan laserjet. Perbedaan printer inkjet dan laserjet pada dasarnya ada pada teknologi pengaplikasian tinta pada media kertas yang digunakan. Namun diluar itu masih banyak hal-hal yang membedeakannya yang bisa kamu ketahui secara detail pada artikel yang akan kita bahas kali ini.

Berbicara mengenai perbedaan printer inkjet dan laserjet, maka bisa diartikan bahwa kita akan mengupas serta membandingkan keduanya tanpa memandang kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika dilihat secara lebih mendalam, memang ada banyak perbedaan yang perlu kamu ketahui untuk bisa memutuskan mana yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Ini adalah hal yang wajar mengingat printer saat ini menjadi salah satu kebutuhan bagi banyak orang.

Apa Perbedaan Printer Inkjet dan Laserjet

Perbedaan Antara Printer Inkjet dan Laserjet

Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas perbedaan printer inkjet dan laserjet secara lebih detail mulai dari teknologinya, hasil cetaknya, tingkat kesulitan perawatannya, harganya, biaya perawatannya dan lain sebagainya. Buat kamu yang saat ini akan membeli printer wajib membaca dan memahaminya hingga tuntas supaya tidak salah memilih nantinya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang harus kamu ketahui.

Perbedaan Dari Segi Teknologi

Dari segi teknologi, perbedaan printer inkjet dan laserjet memang terlihat sangat jelas. Keduanya memiliki cara mengaplikasikan tinta terhadap media cetak yang berbeda. Pada printer inkjet, memanfaatkan semburan tinta cair yang diaplikasikan melalui sebuah komponen bernama Cartridge. Sedangkan printer laserjet mengaplikasikan tinta menggunakan sinar laser dengan prinsip elektrik statis. Jadi, sinar laser akan ditembakkan ke photopreceptor secara tegak sehingga menghasilkan karakter atau gambar.

Perbedaan Jenis Tinta Yang Digunakan

Jenis tinta yang digunakan memiliki perbedaan antara printer inkjet dan laserjet. Pada printer inkjet menggunakan tinta cair dengan jumlah empat warna yang berbeda-beda yakni hitam, cyan, blue dan magenta. Warna lain yang beragam dihasilkan oleh cartridge dengan cara menyampurnya saat melakukan proses cetak. Sedangkan tinta yang digunakan oleh printer laserjet berbentuk bubuk atau toner.

Perbedaan Kecepatan Cetak

Dari segi kecepatan, perbedaan printer inkjet dan laserjet akan sangat bisa dirasakan. Kecepatan cetak printer inkjet paling maksimal hanya 6 lembar dalam waktu satu menit. Namun pada printer laserjet, kecepatan cetaknya menembus 20 halaman dalam waktu satu menit. Artinya priter laserjet memiliki kecepatan cetak lebih cepat 3 kali lipat daripada jenis printer injet.

Perbedaan Kualitas Hasil Cetak

Dari hasil cetak, perbedaan printer inkjet dan laserjet terletak pada detail dan ketajamannya. Jika untuk mencetak teks, hasil dari keduanya nampak sama bahkan tidak ada bedanya. Namun jika digunakan untuk mencetak gambar pada media kertas khusus, maka printer laserjet akan nampak jernih dan detail. Sedangkan printer inkjet akan nampak memudar dan kabur. Printer inkjet hanya bisa mencetak gambar dengan hasil lumayan baik di kertas HVS.

Dari segi ketahanan, hasil cetak pritner inkjet jauh lebih tahan lama bahkan jika terkena air sekalipun. Hal ini disebabkan karena teknologi laser yang digunakan sehingga hasilnya lebih kering dan padat. Sedangkan hasil cetak printer inkjet akan mudah luntur jika terkena air atau suhu yang lembab. Maka dari itu printer inkjet tidak cocok digunakan untuk mencetak dokumen jangka panjang.

Perbedaan Dari Segi Harga

Jika berbicara masalah harga, tentu sampai disini kamu sudah bisa menebak mana yang mahal dan mana yang murah. Ya benar sekali, perbedaan printer inkjet dan laserjet dari segi harga bisa dibilang cukup mencolok. Printer laserjet memiliki harga paling murah 1-3 juta untuk yang hitam putih. Untuk yang bisa berwarna harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah dan ukuran printer-nya juga sangat besar.

Sedangkan printer inkjet dari segi harga lebih terjangkau. Bahkan sangat terjangkau bagi pelajar dan mahasiswa. Satu unit printer inkjet yang paling murah bisa kamu dapatkan dengan harga 700 ribu hingga 1 juta rupiah saja. Dengan harga segitu kamu sudah bisa mendapatkan printer berwarna yang bisa mencetak gambar di media kertas. Namun printer inkjet dengan kualitas lebih baik bisa kamu beli di harga 2-3 jutaan.

Baca Juga:
  1. Penyebab dan Cara Memperbaiki Selang Infus Printer Yang Tidak Mengalir
  2. Terbukti! Ini 7 Cara Merawat Printer Canon Agar Tetap Awet
  3. Printer Tidak Terdeteksi di Windows 10? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Tingkat Kesulitan Perawatan

Kemudian perbedaan printer inkjet dan laserjet dari segi perawatan juga cukup kontras. Dalam merawat printer inkjet, kamu cukup menjaga fisiknya supaya tidak terkena debu dan kotoran. Dari segi non-fisik, printer ini memiliki sistem yang mampu membersihkan dirinya sendiri baik itu dari sisa tinta ataupun penyumbatan aliran dengan perintah tertentu melalui software. Namun printer inkjet yang kualitas low end akan lebih sering bermasalah.

Sedangkan pada printer laserjet, tingkat kesulitas perawatannya bisa diakui cukup susah. Printer ini lebih sering mengalami kendala berupa kertas yang nyangkut pada saat mencetak. Jika hasil cetak tidak maksimal, maka kamu tidak bisa memperbaikinya sendirian. Umumnya, untuk memperbaiki masalah seperti ini kamu harus mengundang teknisi yang ahli dibidangnya. Jika ada spare part yang rusak pada printer laserjet, kamu harus mengeluarkan uang yang jauh lebih mahal.

Perbedaan Popularitas di Masyarakat

Dari segi popularitas, perbedaan printer inkjet dan laserjet tidak bisa disamakan. Karena di masyarakat sendiri untuk penggunaan rumahan umumnya memakai jenis inkjet. Sedangkan printer laserjet umumnya dipakai untuk kebutuhan komersil seperti percetakan. Maka dari itu, diantara masyarakat, printer inkjet lebih populer karena harganya yang terjangkau dan perawatannya yang cukup mudah.

Lebih Baik Mana Printer Inkjet atau Laserjet?

Jika kamu mengajukan pertanyaan seperi diatas, maka jawabannya tergantung pada kebutuhan. Jika digunakan untuk komersil seperti percetakan, sudah jelas yang harus digunakan adalah printer laserjet karena kualitas hasil cetaknya yang bagus dan tahan lama. Terlebih printer laserjet mampu mencetak kertas dalam ukuran A3+. Sedangkan jika hanya digunakan untuk kebutuhan rumahan atau kantor seperti mencetak surat menyurat, tugas sekolah, tugas kuliah, materi pelajaran, soal-soal latihan dan sebagainya, maka penggunaan printer inkjet saja sudah cukup.

Kesimpulan

Dengan membaca penjelasan mengenai berbagai macam perbedaan printer inkjet dan laserjet diatas, dapat disimpulkan bahwa keduanya sama-sama baik jika dipakai sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu ingin membeli printer, pilihlah yang sesuai kebutuhanmu. Karena pada dasarnya jika terlalu mempertimbangkan hal-hal yang bersifat mubazir akan membuat kamu rugi secara materi. Jadi lebih baik belilah printer yang sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu.
Lanjutkan Membaca »
Beranda