-->
9 Cara Merawat dan Menggunakan Softlens Agar Tetap Aman Dipakai

9 Cara Merawat dan Menggunakan Softlens Agar Tetap Aman Dipakai

Softlens merupakan alat bantu penglihatan yang sedang populer di kalangan masyarakat khususnya kaum perempuan. Bisa dibilang softlens sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup dimana benda ini selalu digunakan dalam aktivitas sehari-hari maupun acara-acara penting.

Selain sebagai alat bantu penglihatan bagi penderita mata minus/ rabun jauh, softlens juga digunakan oleh sejumlah orang yang mencintai fashion. Penggunaan softlens dinilai dapat menunjang penampilan terlebih pada area mata agar menambah kesan fresh dan cantik.

9 Cara Merawat dan Menggunakan Softlens Agar Tetap Aman Dipakai

Meskipun penggunaan softlens sangat mudah dan praktis, namun dalam merawat dan menggunakannya harus ekstra teliti lho teman-teman. Mengapa demikian? Tentu saja karena softlens adalah benda asing yang ditempelkan secara langsung ke area mata, maka dia harus selalu bersih dan steril agar tidak menimbulkan penyakit.

Cara Merawat dan Menggunakan Softlens Agar Tetap Aman Dipakai

Sejatinya penggunaan softlens tidak akan menyebabkan iritasi pada area mata apabila cara merawat dan penggunaannya benar. Akan tetapi sebaliknya, apabila kita tidak rajin dalam merawat softlens, maka mata kita akan rentan terkena iritasi. Lalu, bagaimanakah cara merawat softlens yang benar? Berikut penjelasannya.

Memastikan Wadah Softlens Dalam Keadaan Bersih

Selain softlens yang kita pakai harus dalam keadaan bersih, wadah tempat kita menyimpan softlens pun juga harus selalu bersih. Bersihkan tempat softlens sebelum menaruh softlens agar tidak ada bakteri mengendap di dalamnya. Jangan mencuci dengan sabun/ detergen. Cukup bersihkan dengan tisu dan cairan softlens. Jangan lupa untuk mengganti wadah softlens setiap 3 atau 6 bulan sekali.

Mencuci Tangan Dengan Sabun/Antiseptik Sebelum Memakai/Melepas Softlens

Sebelum berkontak langsung dengan softlens, kalian wajib untuk mencuci tangan terlebih dahulu atau memakai cairan antiseptik agar tangan kita tetap bersih dan terhindar dari bakteri. Hal ini harus kalian lakukan setiap sebelum memakai softlens dan setiap akan melepas softlens. Dengan membiasakan hal ini secara terus menerus selama menggunakan softlens, maka kita akan terhindar dari iritasi mata.

Rajin Mengganti Cairan Softlens

Pada hakikatnya, softlens cenderung menyerap air. Oleh karena itu, softlens harus selalu direndam dengan cairan khusus. Setelah dipakai, biasanya softlens disimpan dalam kotak softlens kemudian diisi dengan cairan khusus softlens. Cairan tersebut berfungsi untuk menjaga bentuk dan lapisan softlens agar tidak kering dan tetap lembab. Selain itu, cairan softlens juga berfungsi mensterilkan softlens dari bakteri-bakteri dan debu yang menempel selama kita pakai.

Untuk menghindari banyaknya endapan bakteri dan debu di dalam cairan, kita harus rajin mengganti cairan softlens sesering mungkin. Akan jauh lebih baik apabila kita mengganti cairan softlens setiap hari atau setelah pemakaian. Hal ini akan membuat wadah, serta softlens kita selalu bersih dan steril sehingga mata kita pun aman dan nyaman memakai softlens kapan saja.

Membersihkan Soflens Sebelum Diaplikasikan ke Mata

Merawat softlens memang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Kita harus selalu memastikan yang akan kita aplikasikan ke mata secara langsung selalu bersih dan steril. Hal ini dimaksudkan agar mata kita tidak tertempel oleh bakteri yang menyebabkan iritasi maupun penyakit mata lainnya. Sebelum memakai softlens, sebaiknya kita membersihkannya dahulu dengan cara berikut.

  • Mencuci tangan sebelum membersihkan softlens
  • Meletakkan softlens di telapan tangan dengan posisi softlens masih seperti mangkuk
  • Tuangkan cairan softlens
  • Bersihkan menggunakan jari telunjuk dan usap-usap dengan gerakan memutar selama kurang lebih 20 detik.

Rendam Softlens Dengan Cairan Softlens

Setelah dipakai, taruh kembali softlens ke dalam wadah softlens lalu isi kembali dengan cairan softlens yang baru. Softlens wajib direndam dengan cairan khusus softlens untuk menjaga softlens tetap lembab dan bersih. Jangan sekali-kali mencoba merendam softlens menggunakan air biasa, karena hal itu dapat menyebabkan bakteri pada air biasa berkumpul dan mengendap pada lapisan softlens. Pastikan untuk mengganti cairan setiap hari atau setelah pemakaian. Pastikan juga cairan softlens di dalam wadah tidak kering agar softlens tidak rusak dan robek.

Pakai tetes mata khusus setiap 2 jam atau 3 jam sekali ketika sedang menggunakan softlens
Selain cairan softlens, tetes mata khusus juga sangat dibutuhkan ketika kita sedang memakai softlens atau lensa kontak. Tetes mata tersebut sebaiknya kita pakai selama 2 atau 3 jam sekali selama kita masih memakai softlens. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah mata kita agar tidak kering, karena softlens akan menyerap air mata kita apabila terlalu lama dipakai. Tetes mata khusus ini juga dapat menjaga mata kita tetap fresh dan nyaman selama memakai softlens.

Jangan Gunakan Softlens Seharian Penuh

Peran softlens dalam aktivitas sehari-hari memang sangat membantu, terlebih bagi para penderita mata minus atau rabun jauh. Pengguna tidak perlu lagi memakai kacamata yang cenderung berat ketika dipakai. Namun, sebaiknya kita tidak menggunakan softlens selama seharian penuh. Selain membuat air mata menjadi kering, penggunaan softlens selama 24 jam non-stop dapat menyebabkan mata kita kekurangan oksigen. Untuk itu, gunakan softlens apabila diperlukan saja, misal ketika kita berada di luar rumah. Atau, berilah jeda 1-3 jam untuk melepas softlens, lalu gunakanlah softlens kembali untuk beraktivitas.

Jangan Gunakan Softlens Ketika Tidur

Sebagian dari pengguna softlens masih ada yang tidak melepas softlensnya ketika tidur. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan mata terlebih bagi kesehatan kornea mata. Memakai lensa kontak ketika sedang tidur dapat menyebabkan mata kita kekurangan oksigen serta tumbuhnya parasit yang dapat menyebabkan mata kita mengalami resiko kebutaan akibat lensa kontak. 

Perhatikan Waktu Kadaluwarsa Softlens

Masing-masing softlens memiliki waktu kadaluwarsa yang berbeda-beda. Ada softlens yang memiliki waktu kadaluwarsa sampai 3 bulan, 6 bulan, 1 minggu, atau 1 hari saja. Selalu perhatikan di setiap kemasan softlens berapa lama waktu kadaluwarsa, kemudian catat tanggalnya agar kita tidak lupa kapan harus mengganti softlens yang kita gunakan.

Penutup

Softlens merupakan alat bantu penglihatan yang sekarang ini sedang digemari oleh kebanyakan masyarakat terlebih untuk kaum hawa. Penggunaan softlens dalam aktivitas sehari-hari memang sangatlah membantu, terlebih lagi dengan ragam warna-warnanya tentu dapat menunjang penampilan kita. Akan tetapi, tetap ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebagai pengguna softlens, yakni tata cara merawat softlens yang baik dan benar. Merawat softlens dengan baik akan berdampak baik pula untuk kesehatan mata kita. Menjaga kebersihan softlens akan mencegah bakteri dan parasit bersarang pada softlens sehingga softlens akan selalu aman dan nyaman untuk kita pakai dalam kegiatan sehari-hari.
Lanjutkan Membaca »
8 Tips Memilih Softlens Yang Baik Dan Aman Bagi Pemula

8 Tips Memilih Softlens Yang Baik Dan Aman Bagi Pemula

Softlens atau lensa kontak akhir-akhir ini semakin menjadi benda yang banyak dicari oleh sebagian besar masyarakat penderita mata rabun jauh maupun yang tidak memiliki penyakit mata sekalipun. Softlens selain dipakai untuk membantu meningkatkan penglihatan penggunanya, juga difungsikan sebagai penunjang fashion dan kecantikan.

Softlens saat ini menjadi alat bantu penglihatan yang banyak digunakan karena dinilai sangat praktis, terlebih bagi penderita mata rabun jauh. Mereka dapat memanfaatkan soflens sebagai pengganti kacamata. Softlens juga dapat menambah kesan cantik dan fresh pada area mata, terlebih ketika sedang memakai full make up di acara-acara tertentu.

8 Tips Memilih Softlens Yang Baik Dan Aman Bagi Pemula

Softlens memang sangat praktis, namun tidak sedikit juga dari pemakai yang mengalami gangguan atau iritasi pada mata karena salah dalam memilih lensa kontak. Beberapa dari mereka mengalami gangguan seperti mata merah, keluarnya air mata secara terus menerus, mata kering, dan sebagainya. Kurangnya pengetahuan serta ketelitian dalam pemilihan soflens tidak menutup kemungkinan menjadi alasan terkuat penyebab iritasi tersebut.

Inilah Tips Memilih Softlens Yang Baik Dan Aman Bagi Pemula

Banyak sekali merk softlens yang akan kita jumpai di toko soflens, optik, maupun toko make up dan aksesoris dari kisaran harga paling rendah hingga harga paling tinggi. Serta dengan berbagai pilihan jenis lensa, warna serta ukuran lensa. Perbedaan merk, harga, serta jenis lensa sangat berpengaruh kepada kualitas softlens tersebut. Oleh karena itu, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana tips memilih softlens yang baik bagi pemula.

Memilih Merk Softlens Yang Sudah Memiliki Standar Internasional

Lensa kontak atau softlens merupakan benda asing yang ditempelkan langsung ke area mata, oleh karena itu dalam pemilihan softlens juga tidak boleh sembarangan. Pastikan soflens tersebut aman digunakan dan sudah memenuhi standar Internasional (ISO) serta direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan. Softlens yang memiliki kualitas  dan standar yang baik akan meminimalisir kemungkinan terjadinya iritasi pada mata.

Memilih Softlens Dengan Kadar Air Sesuai Kebutuhan Mata

Kadar air pada softlens sejatinya dibagi menjadi dua yaitu softlens dengan kadar air tinggi (diatas 50% ) dan softlens dengan kadar air rendah (dibawah 50%. Apabila kualitas dan kuantitas air mata anda normal, akan lebih baik memakai soflens dengan kadar air tinggi. Softlens dengan kadar air tinggi akan mudah untuk meneruskan oksigen lebih banyak pada mata. Akan tetapi jika kondisi mata anda memiliki kadar air mata yang cenderung sedikit, sebaiknya memilih softlens dengan kadar air rendah. Softlens dengan kadar air yang rendah akan lebih sedikit menyerap air mata sehingga kondisi mata akan tetap lembab. Pastikan untuk selalu memeriksa keterangan kadar air pada setiap kemasan softlen sebelum membelinya.

Jangan Terkecoh Dengan Softlens Harga Murah

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa harga pasti menentukan kualitas produk yang ditawarkan. Begitu juga dengan kontak lensa atau softlens. Ada banyak pilihan harga yang ditawarkan oleh penjual softlens dari berbagai merk. Namun, anda jangan mudah tergiur dengan harga softlense yang murah.  Pastikan anda memilih softlens dengan harga yang wajar dan memang sudah memenuhi standar Internasional. Jangan gadaikan kesehatan mata anda hanya karena ingin tampil fashionable dengan membeli softlens yang berharga murah namun memiliki kualitas yang tidak baik.

Memperhatikan Tanggal Kadaluarsa Softlens

Sama seperti halnya produk kesehatan pada umumnya, sotflens juga memiliki batas waktu kadaluarsa. Antara satu jenis softlens dan yang lainnya memiliki waktu kadaluarsa yang berbeda-beda. Ada jenis softlens yang hanya untuk satu kali pakai saja dan aja pula jenis softlens yang memiliki masa pakai dalam kurun waktu tertentu. Beberapa jenis softlens memiliki waktu kadaluarsa selama 3 bulan sedangkan yang jenis tertentu memiliki waktu kadaluarsa selama 6 bulan. Maka dari itu, selalu perhatikan tanggal kadaluarsa softlens yang anda beli. Jika perlu tulislah tanggal kadaluarsanya pada kotak softlens.

Pastikan Memilih Produk Softlens Original

Tidak sedikit pula penjual yang menawarkan fake product atau produk palsu dari berbagai macam jenis softlens di pasaran. Pelaku menggunakan merk softlens yang sama namun isinya sudah diganti dengan produk softlens yang kualitasnya jauh lebih rendah kemudian dijual dengan harga yang lebih murah. Tidak jarang konsumen yang kurang teliti pun tergiur dengan barang yang ditawarkan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya baca dan amati terlebih dahulu kemasan softlens sebelum membeli. Selain itu, telitilah terlebih dahulu toko yang menjual produk softlens tersebut. Apakah toko tersebut dapat dipercaya atau tidak. Hal ini sangat penting agar kita sebagai pembeli tidak mendapatkan produk yang salah.

Baca Juga:
  1. 8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak
  2. 7 Alasan Mengapa Sekolah Tidak Penting Menurut Deddy Corbuzier 
  3. Perhatikan! Inilah 8 Cara Agar Mata Tidak Minus Saat Main HP

Pilih Diameter Softlens Sesuai Kebutuhan Mata

Pada dasarnya, softlens tersedia dengan berbagai macam ukuran yang berbeda-beda. Softlens yang dijual dipasaran memiliki diameter yang beragam untuk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau pemakai softlens itu sendiri. Umumnya ukuran diameter yang disediakan adalah 14 mm, 14,5 mm, 15 mm, 16 mm, sampai 22 mm. Untuk pemula, sebaiknya memilih diameter normal yaitu 14 mm atau 14,5 mm agar leboih nyaman saat digunakan.

Pastikan Minus Soflens Cocok Dengan Mata

Sejatinya, fungsi utama softlens dengan kacamata adalah sama. Yakni untuk membantu memperjelas penglihatan bagi penderita mata minus atau rabun jauh. Oleh karena itu, pastikan anda membeli softlens yang ukuran minusnya sesuai dengan kebutuhan mata. Anda juga bisa membeli softlens dengan selisih 0,25 lebih rendah dari ukuran minus mata anda.

Pilihlah Warna Softlens Sesuai Dengan Kebutuhan

Memilih warna softlens kerap menjadi hal yang membingungkan bagi pemula, terlebih banyaknya pilihan motif serta warna yang ditawarkan. Sebaiknya memilih warna sesuai dengan kebutuhan saja. Misalkan untuk kegiatan sehari-hari, anda bisa memilih dan menggunakan softlens dengan warna atau motif yang natural. Akan tetapi apabila anda ingin memakai soflens untuk acara-acara tertentu, anda bisa memilih softlens dengan motif dan warna yang cantik sesuai dengan make up dan fashion yang anda kenakan.

Konsultasikan Kepada Dokter Mata Apabila Masih Ragu Dalam Memilih Soflens

Sebagai calon pemakai softlens pemula, tentu akan timbul banyak kekhawatiran dan rasa takut. Terlebih softlens merupakan benda asing yang cara memakainya adalah dengan ditempelkan secara langsung ke bagian bola mata. Oleh karenanya, apabila anda masih ragu dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, silahkan datang dan konsultasikan kepada dokter terkait terlebih dahulu. Pastikan anda mendapat rekomendasi softlens yang tepat dan cocok untuk mata anda.

Penutup

Itulah beberapa tips dalam memilih softlens yang baik dan aman bagi pemula. Memilih softlens yang berkualitas baik adalah hal yang susah-susah gampang. Dengan sedikit ketelitian, kita bisa mendapatkan softlens yang aman untuk digunakan. Pada dasarnya memilih softlens tidak boleh sembarangan, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada mata ringan hingga berat. Dengan pembahasan pada artikel ini, diharapkan pembaca dapat lebih jeli dalam memilih softlens terlebih bagi mereka yang masih pemula.
Lanjutkan Membaca »
Cara Mengatasi Jam Tangan Yang Berembun dan Basah

Cara Mengatasi Jam Tangan Yang Berembun dan Basah

Mengatasi masalah jam tangan yang berembun dan basah adalah salah satu hal yang tidak asing bagi pemilik jam tangan yang tidak wateresist atau tidak anti air. Memang jam tangan jenis ini sering sekali bermasalah jika bersentuhan langsung dengan air. Salah satu masalahnya yaitu berembun yang menyebabkan komponen jam menjadi basah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada mesin jam.

Masalah jam tangan yang berembun dan basah tidak dapat disepelekan begitu saja. Jika dibiarkan terus-menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada jam tangan. Jika kerusakan sudah parah, maka jam tangan akan rusak permanen sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Untuk itu penanganan yang cepat dan tepat pada saat jam tangan berembun dan basah harus segera dilakukan.

Cara Mengatasi Jam Tangan Yang Berembun dan Basah

Sebelum melakukan penanganan alangkah lebih baiknya jika mengenali ciri-ciri jam tangan yang berembun. Jam tangan yang berembun biasanya terlihat bintik-bintik uap air yang menempel pada kaca jam. Menempelnya uap air pada kaca jam ini tidak hanya berlangsung sehari begitu saja. Biasanya bisa lebih dari sehari. Pada kasus yang parah, terjadinya embun bisa berlangsung selama berhari-hari.

Intinya jika anda mendapati jam tangan anda dipenuhi oleh uap air dikaca bagian dalam, sudah bisa dipastikan bahwa jam tangan anda berembun. Ini adalah satu masalah yang harus segera anda atasi. Jika dibiarkan berlama-lama, masalah ini dapat membuat kerusakan permanen pada komponen jam tangan anda.

Penyebab Jam Tangan Berembun dan Basah

Embun yang masuk kedalam jam tangan tidak mungkin datang dengan begitu saja. Ada beberapa sebab yang dapat menyebabkan jam tangan menjadi berembun. Terkadang secara tidak sadar, pemilikjam tangan mengabaikan hal-hal yang ternyata dapat menyebabkan timbulnya embun pada jam tangan. Sebab-sebab yang dapat membuat jam tangan berembun antara lain sebagai berikut ini.

1. Memakai Jam Tangan Pada Saat Hujan Ringan

Pada saat hujan deras, pemilik jam tangan yang tidak anti air biasanya mencopot jam untuk disimpan ditempat yang aman. Namun terkadang pada saat hujan ringan, mereka mengabaikannya karena dianggap intensitas percikan air tida tinggi. Secara tidak sadar, anggapan yang sesat ini justru sering menjadi penyebab masuknya embun ke dalam jam tangan. Akumulasi setiap tetesan air hujan yang lama-kelamaan mengumpul dapat masuk ke dalam jam melalui sela-sela yang tidak dapat dilihat oleh mata. Melalui sela-sela kecil inilah air masuk dan menyebabkan embun pada kaca jam tangan.

Untuk meminimalisir masalah embun pada jam tangan, lebih baik jam tangan yang tidak anti air dilepas terlebih dahulu pada saat hujan. Entah itu hujan deras maupun hujan yang intensitasnya rendah. Usahakan jam tangan disimpan pada tempat yang tidak terkena air pada saat hujan.

2. Terkena Air atau Percikan Air

Tidak hanya saat kehujanan saja. Secara tidak sadar, jam tangan yang kita pakai juga dapat kemasukan air pada saat sedang beraktivitas. Misalkan terkena percikan air pada saat mencuci tangan atau terkena percikan air pada saat melakukan aktivitas lainnya. Meskipun sudah di lap dan dikeringkan, terkdang kita tidak tahu apakan air tersebut sudah masuk ke dalam jam atau tidak. Pada saat itulah air masuk kedalam, kemudian menyebabkan embun pada jam tangan.

Untuk itu, cobalah meminimalisir jam tangan terkena cipratan air supaya tidak ada tetesan air yang masuk sehingga menyebabkan embun di kaca jam. Jika melakukan aktivitas yang kontak langsung dengan air, sebaiknya jam tangan dilepas terlebih dahulu untuk mengantisipasi masuknya air kedalam jam tangan. Simpan ditempat yang kering dan aman.

3. Tempat Penyimpanan Yang Lembab

Udara yang lembab dapat menyebabkan embun masuk kedalam jam tangan. Apalagi tempat penyimpanannya berhubungan langsung dengan udara lembab, sudah bisa dipastikan peluang masukknya embun ke dalam jam tangan sagat besar. Simpanlah jam tangan anda ditempat-tempat yang kering seperti didalam lemari, didalam box jam tangan, didalam tas dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kontak langsung antara jam tangan dengan udara yang lembab.

Cara Mengatasi Jam Tangan Yang Berembun dan Basah

Setelah mengetahu apa saja sebab-sebab yang dapat membuat jam tangan berembun. Sekarang adalah saatnya menyimak bagaimana cara mengatasi maslah jam tangan yang berembun dan basah. Berhubung masalah ini dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada jam tangan, maka penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Dengan langkah yang benar, kerusakan dapat dikurangi atau diminimalisir. Berikut ini adalah cara mengatasi jam tangan yang berembun dan basah dengan baik dan benar.

1. Matikan Jam Tangan

Langkah pertama yang harus anda lakukan pada saat jam tangan anda berembun atau basah adalah mematikannya. Pada saat jam tangan dimatikan semua komponen jam juga ikut berhenti. Hal ini bertujuan supaya air yang ada didalam jam tidak masuk dan merambat ke komponen komponen lain yang ada didalam mesin jam tangan.

2. Lepas Baterai

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah melepas baterai jam tersebut. Caranya adalah dengan membuka penutup jam bagian belakang dan keluarkan baterai dari mesin jam. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir konsleting atau kerusakan mesin jam. Dengan begini, kita dapat mencegah kerusakan mesin jam supaya tidak parah.

3. Lepaskan Mesin Dari Bingkai

Langkah selanjutnya setelah melepas baterai adalah melepaskan mesinnya. Buka pengait antara bingkai dan mesin jam lalu pisahkan. Pelepasan mesin jam ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam mengeringkannya. Untuk kasus yang parah, air dapat masuk kedalam mesin jam dan membasahi komponen yang ada didalamnya. Jika tidak dilepaskan, mesin jam yang basah akan sulit untuk dikeringkan secara sempurna.

4. Pengeringan

Dalam proses pengeringan ada dua komponen yang harus anda keringkan. Yang pertama adalah bingkai jam dan yang kedua adalah mesinnya. Kedua komponen ini harus benar-benar kering sempurna tanpa ada air yang membekas. Jika ada komponen yang masih lembab, maka jam tangan akan berembun kembali setelah dipasang. Untuk itu pastikan semua komponen benar-benar kering.

Ada dua cara yang dapat anda gunakan untuk mengeringkan komponen jam tangan yang basah. Pertama, anda dapat memanfaatkan panasnya sinar matahari. Caranya cukup mudah, taruh saja komponen jam yang sudah dilepas tadi dibawah sinar matahari yang terik. Panasnya sinar matahari adalah alat alami yang sangat efektif untuk menghilangkan air yang membasahi komponen jam tangan baik itu mesin maupun bingkainya.

Jika tidak ada sinar matahari, cara kedua yang dapat anda gunakan adalah dengan memakai Hair Dryer atau pengering rambut. Panas dan angin dari Hair Dryer dapat anda manfaatkan sebagai alat pengering komponen jam yang basah. Namun cara ini kurang efektif karena memakan waktu yang cukup lama untuk membuat komponen jam benar-benar kering. Paling tidak, cara ini dapat menjadi alternatif pengeringan lain ketika matahari tidak bersinar.

5. Pasang Kembali Mesin Jam Kedalam Bingkai

Setelah semua komponen jam benar-benar kering sempurna. Anda dapat menyatukan kembali mesin jam dan bingkai yang dilepas tadi. Jangan lupa untuk memasang baterai jamnya kembali. Cocokkan jam sesuai dengan waktu saat ini. Jam siap dihidupkan dan embun yang menutupi kaca sudah hilang.

Penutup

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi jam tangan yang berembun dan basah. Jika dibiarkan terlalu lama, jam tangan yang berembun dan basah tersebut dapat mengalami kerusakan permanen. Untuk itu segera lakukan upaya pembersihan jika memang masalah tersebut terjadi pada jam tangan anda. Supaya jam tangan yang berembun dan basah tidak terulang kembali, maka berusahalah untuk menghindari sebab-sebabnya.
Lanjutkan Membaca »