-->
Ini 7 Penyebab Kenapa Anak Suka Membangkang Pada Orang Tua

Ini 7 Penyebab Kenapa Anak Suka Membangkang Pada Orang Tua

Setiap orang tua pasti ingin punya anak yang penurut. Namun tidak semua harapan orang tua tersebut selalu berjalan mulus. Faktanya, beberapa anak justru tumbuh dengan sikap pembangkang atau tidak mau patuh terhadap orang tua. Lalu sebenarnya apa saja penyebab kenapa anak suka membangkang pada orang tua? Mungkin pertanyaan tersebut banyak terbesit di pikiran para orang tua. Ini adalah hal wajar sebagai referensi pembelajaran terkait pola asuh agar tidak salah sehingga output yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan.

Memiliki anak yang suka membangkang pada orang tua cukup merepotkan. Orang tua juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan anak secara sepihak karena ada banyak faktor yang berkesinambungan hingga hal itu bisa terjadi. Umumnya, pola asuh yang salah dari orang tua menjadi penyebab utama kenapa anak suka membangkang. Jadi sebelum menyalahkan anak, sebaiknya orang tua introspeksi terhadap cara didik yang diterapkan selama ini dengan berkaca pada teori parenting yang bisa dipelajari dari buku atau artikel.

Anak Suka Membangkang Pada Orang Tua

Mempelajari ilmu parenting memang sangat penting bagi orang tua. Bahkan mereka harus mempelajarinya jauh sebelum memiliki anak sebagai bekal agar bisa mendidik anak dengan baik dan benar. Karena sikap, karakter dan perkembangan pola pikir anak sangat ditentukan oleh pola asuh orang tua. Jika ingin mendapatkan output yang bagus, maka orang tua juga harus memberikan input yang baik pula.

Lalu Apa Saja Penyebab Kenapa Anak Suka Membangkang Pada Orang Tua?

Berbicara mengenai penyebab kenapa anak suka membangkang pada orang tua memang tidak bisa terlepas dari proses cara mendidik orang tua selama ini. Ada banyak hal kompleks dalam sistem pola asuh anak yang dilakukan orang tua secara tidak sadar sehingga memberikan output yang tidak baik. Salah satu cara meminimalisirnya adalah dengan melakukan perbaikan terhadap pola asuh yang salah dan meninggalkannya demi kebaikan sang anak. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang mungkin bisa membuat anak jadi pembangkang.

Orang tua Terlalu Banyak Menyuruh Tapi Tidak Memberi Contoh

Peran orang tua yang otoriter menjadi salah satu penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua. Dalam mengasuh anak, orang tua yang suka menyuruh tanpa memberi contoh pasti akan kurang mendapat hormat dari anak. Mereka cenderung berpikiran bahwa jika orang tuanya saja tidak melakukan, lalu untuk apa ia menyuruhnya untuk melakukan. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memberi contoh terlebih dahulu sebelum menyuruh pada anak.

Anak Tidak Diberi Kesempatan Untuk Menyampaikan Kemauan

Anak bukanlah robot. Bagaimapun juga, mereka pasti punya passion dan keinginan mereka sendiri untuk dilakukan. Maka dari itu, mereka sangat butuh diberi kesempatan agar bisa menyampaikan dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan kemauannya selama itu bersifat positif. Selama ini banyak orang tua yang kurang memberi kesempatan pada anak untuk menyampaikan kemauan sehingga menjadi penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua.

Tidak Memberi Kesempatan Terhadap Hal Yang Disukainya

Sebenarnya setiap anak juga punya passion dalam bidang tertentu yang mungkin tidak pernah diduga oleh orang tua. Entah itu olahraga, teknologi, sains atau yang lainnya. Salah satu tugas orang tua adalah memberikan fasilitas pada anak untuk mengembangkan hal yang disukainya tersebut. Bukan justru malah tidak memberikan kesempatan sehingga anak merasa kebebasannya dalam berkembang dihalang-halangi oleh orang tuanya sendiri. Hal ini tentu dapat membuat anak menjadi pembangkang di kemudian hari.

Cara Komunikasi Yang Tidak Baik

Melakukan komunikasi dengan anak itu penting. Setiap keputusan yang terkait dengan anak sebaiknya dimusyawarahkan bersama termasuk dengan anak itu sendiri. Selain itu, sering-seringlah mengajak anak untuk negosiasi jika memang pilihan orang tua dan pilihannya berbeda. Cara komunikasi yang tidak baik hanya akan menjadi penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua. Oleh karena itu, selalu komunikasikan hal apa saja pada anak dan jangan memaksakan kehendak atau pilihan secara sepihak.

Suka Membandingkan Dengan Anak Lain

Salah satu kesalahan orang tua yang sering dilakukan namun tidak pernah disadari bahwa dapat menimbulkan dampak buruk adalah membandingkan dengan anak lain. Ini adalah perlakuan yang tidak dapat ditoleransi bagi anak. Maka dari itu, hal ini sering jadi penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua. Daripada membandingkan dengan anak lain, alangkah baiknya jika orang tua memberikan motivasi pada anak agar melakukan hal yang lebih baik lagi.

Baca juga:
  1. 7 Dampak Negatif Full Day School Pada Perkembangan Anak
  2. Awas! Ternyata Ini 9 Penyebab Anak Susah Diatur dan Nakal
  3. Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak

Tidak Menghargai Usaha Anak

Beberapa orang tua masih belum sadar cara memberi apresiasi pada usaha anak meski itu hanya hal kecil. Setiap usaha yang tidak dihargai hanya akan menjadi penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua. sebagai orang tua, jika anak anda memiliki prestasi apapun itu entah diluar atau didalam sekolah, sebaiknya berikan apresiasi meskipun itu hanya hal kecil seperti memberikan ucapan selamat. Dengan begini maka anak akan merasa sangat dihargai atas apa yang telah ia perjuangkan.

Pola Asuh Yang Terlalu Kaku

Penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua yang terakhir adalah pola asuh yang terlalu kaku. Sebagai orang tua yang hidup di era modern, jangan membawa cara asuh lama seperti yang diterapakan oran tua anda beberapa puluh tahun lalu. Sebagai contoh soal pekerjaan, jangan terlalu menuntut anak menjadi PNS, Tentara, Polisi dan lain sebagainya. Karena di jaman yang canggih ini, untuk mendapatkan uang ada banyak sekali cara yang lebih modern dengan bekerja di bidang yang penuh passion.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab kenapa anak suka membangkang kepada orang tua yang perlu anda ketahui. Jadi jangan pernah menyalahkan anak secara sepihak karena disini peran orang tua sangat menentukan. Lebih baik sama-sama introspeksi dan memperbaiki segala hal yang keliru menjadi lebih baik. Mengasuh anak memang tidak mudah, maka dari itu setiap orang tua diwajibkan belajar dan mencari bekal ilmu parenting agar bisa mendidik anak secara maksimal.

Lanjutkan Membaca »
Awas! Ternyata Ini 9 Penyebab Anak Susah Diatur dan Nakal

Awas! Ternyata Ini 9 Penyebab Anak Susah Diatur dan Nakal

Usia anak-anak memang masa dimana mereka ingin banyak tahu dan melakukan berbagai hal semau mereka sendiri. Dalam kondisi seperti ini, bagaimanapun juga peran orang tua sangat diperlukan sebagai kontrol supaya anak tidak bertindak berlebihan. Akan tetapi hal ini tak semudah yang dipikirkan. Kadang anak malah membangkang dan tidak peduli. Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi penyebab anak susah diatur dan nakal yang terkadang tidak disadari para orang tua.

Berbicara mengenai penyebab anak susah diatur dan nakal memang tidak bisa terlepas dari cara parenting dan juga pola asuh yang pernah diberikan orang tua di waktu yang lalu. Cara asuh sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak tersebut entah itu jadi penurut, pemikir, berjiwa sosial tinggi atau justru malah sebaliknya. Maka dari itu, jika ada anak yang sering membangkang dan susah untuk diajak komunikasi, maka orang tua harus evaluasi.

Penyebab Anak Susah Diatur dan Nakal

Dengan begini mau tidak mau, sebagai orang tua anda harus belajar lebih giat untuk mendapatkan wawasan mengenai parenting yang baik dan benar. Karena pada dasarnya, setiap tindakan yang diajarkan pada anak akan diserap dan menjadi output dikemudian hari. Mungkin dampaknya tidak bisa dilihat dalam sekejap, namun dapat terasa setelah beberapa waktu seiring dengan tumbuh kembang sang anak.

Lalu Kenapa Anak Bisa Jadi Susah Diatur dan Nakal?

Mungkin diluar sana banyak orang tua yang bertanya-tanya "kenapa kok anak saya susah diatur dan nakal?". Pertanyaan seperti ini memang cukup membingungkan untuk dijawab karena ada banyak faktor yang melatarbelakanginya. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan kita bahas apa saja faktor penyebab anak susah diatur dan nakal tersebut. Barangkali pernah anda lakukan ketika mendidik entah itu sengaja atau tidak. Berikut ini penjelasannya.

Terlalu Sering Dimanja

Memanjakan anak merupakan tindakan yang bisa jadi penyebab anak susah diatur dan nakal. Hal ini bisa terjadi karena anak merasa dirinya selalu dikasihani oleh orang tua sehingga mereka memanfaatkan kondisi ini untuk berlalu semena-mena. Jangan salah, meskipun masih anak-anak, namun mereka bisa berpikir sedemikian rupa karena terlatih akibat sering dimanja tersebut. Maka dari itu penting untuk mendidik anak menjadi mandiri dalam hal apa saja meskipun itu hanya sekedar pengetahuan dasar.

Lebih Banyak Dikekang

Cara mendidik dengan banyak dikekang juga akan menjadi penyebab anak susah diatur dan nakal. Hal ini disebabkan oleh rasa ingin tahu anak yang semakin menumpuk sehingga ia memiliki keinginan besar untuk mencari tahu yang pada akhirnya sulit dibendung. Masa anak-anak memang masa dimana mereka ingin tahu terhadap berbagai hal disekitarnya. Tugas orang tua bukanlah mengekang, namun mengarahkan serta memilih dan memilah hal-hal yang sesuai dengan usianya.

Sering Mendidik Dengan Kekerasan

Apakah ada orang tua yang mendidik dengan kekerasan? Jawabannya tentu saja cukup banyak. Terutama para orang tua yang belum memiliki pengetahuan parenting yang cukup.  Kekerasan disini tidak hanya fisik, namun juga kekerasan verbal seperti mencaci, berbicara dengan nada tinggi, dan mengolok-olok. Seorang anak memang belum bisa membedakan yang benar dan salah. Maka dari itu orang tua tidak bisa menghakiminya. Justru disinilah peran orang tua untuk mengajarkan agar tau yang benar dan salah. 

Tidak Pernah Dilatih Negosiasi

Siapa bilang anak-anak tidak bisa diajak negosiasi? Justru sebagai orang tua, anda harus mulai melatih negosiasi dengan buah hati sejak umur 6 bulan. Mereka mungkin belum bisa bicara, namun di otak mereka akan tersimpan. Apabila dibiasakan dan dilakukan terus-menerus, maka ketika anak sudah mengerti, mereka akan dapat memberikan respon positif. Salah satu contoh negosiasi adalah seperti ini. "Nonton videonya cukup 1 jam ya? Setelah itu selesai. Adek harus janji tidak boleh nangis kalo dimatikan".

Tidak Ada Hukuman Ketika Melakukan Kesalahan

Salah satu hal yang sering dianggap sepele oleh para orang tua adalah memberikan hukuman pada anak. Banyak yang tidak mau melakukan dengan alasan kasihan atau takut. Namun hal ini justru baik asalkan hukuman yang kita berikan tidak mencelakai mereka. Sebaliknya apabila anak jarang diberikan hukuman ketika salah, ini bisa penyebab anak susah diatur dan nakal. Mereka memang harus diajarkan sebab-akibat mulai sejak dini salah satunya dengan hukuman ketika bersalah.

Tidak Pernah Bersikap Tegas

Orang tua yang tidak pernah bersikap tegas terhadap anak bisa jadi penyebab anak susah diatur dan nakal. Dalam hal apapun ketika anak membangkang, maka orang tua harus melarangnya dengan kalimat yang tegas. Ini harus dibiasakan dan sering dilakukan ketika anak benar-banar tidak mau mendengarkan apa kata orang tua. Dengan bersikap tegas, mereka akan belajar untuk menghargai setiap ucapan orang tuanya. Jangan pernah takut anak menangis apabila bersikap tegas karena ini adalah salah satu proses pembelajaran.

Baca juga:
  1. Ini 7 Contoh Kebiasaan Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak
  2. Terbaik! Ini 8 Cara Mengajari Anak Belajar di Rumah
  3. Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak

Bersosial Dilingkungan Yang Kurang Tepat

Faktor lingkungan juga turut andil dalam menentukan pola pikir anak. Apabila lebih sering berada dalam lingkungan yang tidak tepat, maka anak tersebut berpotensi menjadi pembangkang. Penyebab anak susah diatur dan nakal akibat dari faktor lingkungan lebih susah dikendalikan karena proses belajarnya yang tidak secara langsung. Maka dari itu orang tua harus berhati-hati dalam memperhatikan setiap perubahan tingkah laku anak setiap harinya.

Mainan Yang Tidak Sesuai Dengan Usianya

Berapa banyak orang tua yang salah dalam memberikan mainan pada anak yang tidak sesuai dengan usianya. Padahal, memberikan mainan yang tidak sesuai adalah salah satu penyebab anak susah diatur dan nakal. Seperti halnya mengajari bermain HP sebelum usianya 10 tahun. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan pola pikirnya. Alih-alih ingin memberikan mainan kekinian, namun hal ini justru membuat anak jadi kecanduan.

Pendidikan Agama Yang Kurang

Penyebab anak susah diatur dan nakal yang terakhir adalah pendidikan agama yang kurang. Bagaimanapun juga pendidikan agama juga berperan penting pada perkembangan spiritual anak. Sebaik apapun cara parenting seseorang, akan kurang maksimal apabila tidak didampingi dengan pendidikan agama. Agama bisa menjadi pegangan yang kuat bagi siapa saja dalam berkembang dan bertindak.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyebab anak susah diatur dan nakal. Sebagai orang tua, kita pasti berharap yang terbaik bagi anak. Termasuk ingin mempunyai anak yang penurut dan mau mendengarkan nasehat orang tua. Keinginan ini bisa saja terwujud asalkan anak diberikan pendidikan yang baik mulai sejak dini. Apapun yang kita ajarkan pada anak, akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Seperti pepatah yang mengatakan "apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai".

Lanjutkan Membaca »
Ini 10 Cara Menanamkan Jiwa Wirausaha Pada Anak Sejak Dini

Ini 10 Cara Menanamkan Jiwa Wirausaha Pada Anak Sejak Dini

Menanamkan jiwa wirausaha pada anak mulai sejak dini amat sangatlah penting. Melatih mental wirausaha pada siswa terutama dapat berkaitan langsung pada mindset dan juga pola pikir orang sukses. Anak yang memiliki konsep entrepreneurship sejak kecil akan tumbuh prinsip pantang menyerah, kreatif, inovatif dan optimis untuk mengejar mimpi dan cita-citanya. Jadi, konsep wirausaha tidak hanya sekerja berdagang, jualan dan mendapat keuntungan semata.

Ini 10 Cara Menanamkan Jiwa Wirausaha Pada Anak Sejak Dini

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi sukses kelak waktu dewasa. Oleh karena itu, menanamkan jiwa wirausaha anak sejak dini menjadi sangat penting sebagai bekal untuk meraih keberhasilan. Paling tidak, nilai-nilai positif yang terkandung dalam konsep entrepreneurship dapat membuat anak menjadi sosok yang lebih tangguh dalam menghadapi dinamika kehidupan. Terlebih semakin hari peluang kerja semakin sedikit. Dengan ditanamkannya jiwa pengusaha, suatu saat anak dapat menciptakan pekerjaan sendiri.

10 Cara Melatih dan Menanamkan Jiwa Wirausaha Pada Anak Sejak Dini

Jika digali dan dikaji lebih jauh lagi, sebenarnya ada banyak nilai-nilai yang sangat penting dalam konsep entrepreneurship. Orang tua yang mau melatih serta menanamkan jiwa wirausaha pada anak sejak dini tidak akan pernah berakhir sia-sia. Meski tidak mudah, namun setiap orang tua pasti bisa membiasakan konsep entrepreneurship beserta nilai-nilainya pada anak. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan simak beberapa penjelasan berikut ini.

Belajar Membuat Target dan Tujuan

Hal pertama yang dapat diajarkan oleh orang tua untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak adalah dengan belajar membuat target serta tujuan. Cara ini akan membuat anak menjadi lebih fokus dalam menggapai mimpi atau cita-citanya. Agar lebih mudah untuk dipahami, target dan tujuan tersebut sebaiknya dituliskan dalam sebuah media entah itu kertas, dinding, kain dan sebagainya. Uraikan secara detail dan ajarkan anak untuk membuat beberapa rencana yang dapat dijalankan.

Ajarkan Untuk Menyelesaikan Sebuah Masalah

Seperti yang kita tahu bahwa dalam dunia wirausaha ada banyak sekali dinamika serta tantangan yang datang kapan saja. Masalah yang datang silih berganti tidak bisa dihindari namun harus dihadapi untuk diselesaikan. Tanamkan pola pikir bahwa masalah tersebut jangan dijadikan sebagai beban, namun justru menjadi sebuah tantangan. Ajari anak untuk selalu memecahkan sebuah masalah dengan memutar otak dan berfikir kreatif.

Beri Kesempatan Untuk Mengambil Sebuah Keputusan

Hidup itu pilihan. Dalam sebuah data penelitian, setiap orang dewasa akan dihadapkan oleh lebih dari 30.000 pilihan dalam sehari. Setiap keputusan yang diambil sangat menentukan terhadap masa depan. Maka dari itu, biasakan untuk memberi kesempatan pada anak dalam mengambil keputusan dengan berbagai resiko akan dialaminya. Ini adalah salah satu alasan kenapa menanamkan jiwa wirausaha kepada anak sejak dini itu penting.

Biarkan Anak Belajar Dari Kesalahan Yang Dialami

Setiap manusia pasti tidak pernah luput akan kesalahan. Kesalahan bukanlah sebuah hal yang harus disesali sehingga menimbulkan rasa pesimis dan takut. Sebaliknya, sebuah kesalahan akan mengajarkan satu hal benar dan terbaik. Membiarkan anak belajar dari kesalahan adalah salah satu bagian dari menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Jadi, usahakan untuk tidak selalu memarahi anak ketika melakukan kesalahan, lebih baik tunjukkan mana yang benar.

Ajarkan Untuk Berani Menyampaikan Pendapat

Berpendapat adalah salah satu hak seseorang. Sebuah pendapat sangat bermanfaat untuk kemajuan seseorang atau organisasi. Jadi, dalam menanamkan jiwa wirausaha ajarkan anak untuk berani menyampaikan pendapat. Libatkan anak dalam berdiskusi keluarga sehingga dia terbiasa untuk mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikirannya. Hal ini juga mengajarkannya bahwa tidak setiap pendapat itu harus diterima untuk dilaksanakan.

Konsep Tetap Bertahan dan Pantang Menyerah

Berikan gambaran kepada anak sejak dini bahwa apa yang sudah ia rencanakan dan ingin dicapai tidak selalu berjalan dengan mulus. Akan ada hambatan serta rintangan yang siap menghadang. Dalam hal ini, menanamkan jiwa wirausaha jadi hal penting karena ada salah satu nilai yakni tetap bertahan dan pantang menyerah. Siapa yang sanggup bertahan dan pantang menyerah akan jadi pemenang. Ajarkan untuk tidak berhenti ketika gagal, namuh harus mencoba lagi dan lagi.

Mengajarkan Konsep Kepemimpinan

Menanamkan jiwa wirausaha pada anak sejak dini juga mencakup konsep kepemimpinan. Ajarkan anak untuk bersikap pemimpin. Bukan pemerintah atau juga boss. Artinya, ajarkan untuk tidak sekedar menyuruh namun juga mampu memberikan contoh. Tanamkan pada pola pikirnya bahwa memberikan contoh akan sangat efektif untuk mempengaruhi orang lain untuk mengikutinya. Dengan begini, anak tidak hanya dipercaya oleh orang lain. Namun juga akan disegani.

Baca Juga:
  1. Ini 7 Contoh Kebiasaan Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak
  2. Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak
  3. 8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Biasakan Untuk Bermanfaat Bagi Orang Lain

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Begitu pula dengan konsep entrepreneurship yang selalu menyediakan lapangan pekerjaan dan pengalaman kerja bagi banyak orang. Dengan menanamkan jiwa wirausaha sejak dini, anak secara tidak langsung juga akan belajar nilai kemanfaatan untuk orang lain. Ajarkan juga hal-hal kecil yang berdampak besar seperti menolong, sedekah, memberi dan ikhlas. Nilai ini akan membuat anak rendah hati dan tidak serakah.

Tanamkan Sikap Mandiri

Kebanyakan orang sukses selalu terbiasa mandiri sejak dini. Untuk mencapai keberhasilan, ia selalu menggunakan kemampuannya tanpa harus bergantung pada orang lain. Menanamkan jiwa wirausaha pada anak berarti juga menanamkan bahwa sebuah mimpi dapat kita raih dengan kemampuan diri, bukan pada kemampuan orang lain. Sikap mandiri juga dapat membuat anak lebih percaya diri dengan kemampuannya.

Ajari Cara Membangun Relasi Yang Baik

Salah satu hal penting dalam kehidupan adalah bersosial. Cara bersosial yang baik akan membuat anak lebih dihargai orang lain. Hal ini juga berkaitan dengan cara membangun relasi. Anak akan memiliki banyak teman, sahabat dan koleh jika memiliki kemampuan bersosial yang baik. Menanamkan jiwa wirausaha pada anak juga mencakup nilai relasi yang membuat mereka dapat berinteraksi dengan baik pada orang lain dan orang baru.

Penutup

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak sejak dini. Konsep entrepreneurship tidak hanya sebatas untung dan rugi, namun juga mencakup banyak nilai diberbagai sisi entah itu sosial, kemanusian, bahkan pola pikir. Jadi, jiwa wiruasaha tidak hanya mendidik anak untuk berbisnis semata, namun juga dapat membuat mereka "think out of the box" ketika menghadapi dinamika kehidupan pada saat dewasa nanti.
Lanjutkan Membaca »
Ini 7 Contoh Kebiasaan Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Ini 7 Contoh Kebiasaan Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Kedisiplinan adalah salah satu kunci penting dalam meraih sukses. Namun terkadang, sikap disiplin memang sulit untuk dijalankan bagi sebagian orang karena tidak terbiasa dan terlatih sejak kecil. Maka dari itu, orang tua harus mampu memberi contoh kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak agar ketika mereka besar kelak dapat menjadi orang sukses. Ini adalah hal penting yang harus ditanamkan sejak dini karena membutuhkan proses yang lama.

Contoh Kebiasaan Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Mengajarkan disiplin pada anak sangat penting sekali. Terlebih ketika mereka sudah terjun di dunia kerja ketika dewasa. Agar sukses dalam berkarir, sikap disiplin harus diterapkan selama bekerja. Tak hanya itu, bagi mereka yang menjadi wirausahawan juga membutuhkan sikap disiplin. Mereka tidak akan bisa membangun usaha yang besar tanpa dilandasi sikap disiplin dalam aktivitas bisnis. Dengan kata lain, disiplin sangat dibutuhkan dalam kehidupan.

Kebiasaan Sehari-hari Yang Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sejak Dini

Mengajarkan sikap tertib pada anak sejak dini hanya bisa dilakukan dengan membiasakannya. Menanamkan sikap disiplin dalam kebiasaan sehari-hari pada anak akan jauh lebih efektif dibandingkan orang tua harus mengajarkannya secara langsung. Bagi Anda selaku orang tua, tidak perlu bingung untuk mengajari anak berdisiplin. Anda bisa menanamkan kedisiplinan dalam berbagai kebiasaan yang dilakukan oleh anak di kehidupan sehari-hari seperti berikut ini contohnya.

Bangun Pagi Setiap Hari

Ajaklah anak Anda bangun pagi setiap hari. Jangan hanya menyuruhnya, namun usahakan Anda juga memberi contoh untuk bangun lebih dulu. Selain dapat mengajarkan kedisiplinan secara tidak langsung, bangun pagi juga dapat membuat Anda dan anak menjadi lebih sehat. Bangun pagi akan membuat badan lebih rileks karena dapat menghirup udara yang masih segar. Ini adalah kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak yang paling mudah.

Datang ke Sekolah Tepat Waktu

Kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak yang kedua adalah datang ke sekolah tepat waktu. Berangkat ke sekolah sebelum bel masuk wajib anda terapkan kepada anak mulai dari taman kanak-kanak hingga mereka SMA. Ini adalah momentum paling baik yang bisa Anda manfaatkan untuk membiasakan anak terhadap kedisiplinan. Selain itu, anak juga akan paham tentang pentingnya menerapkan sikap disiplin dalam meraih sebuah kesuksesan.

Mematuhi Peraturan Keluarga

Apakah didalam keluarga Anda sudah ada peraturan yang mengatur segala aktivitas setiap anggota keluarga, terutama anak? Jika belum, segeralah membuatnya. Jangan lupa untuk mempertimbangkan berbagai hal seperti kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak. Sebagai contoh, peraturan untuk kembali kerumah terlebih dahulu setelah  pulang sekolah, membatasi jam keluar malam, dan lain-lain. Ajaklah anak Anda mematuhi peraturan keluarga tersebut dengan memberinya contoh yang baik.

Menaati Jadwal Belajar

Selanjutnya, kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak adalah menaati jadwal belajar. Bagaimana kalau tidak ada jadwal belajar khusus? Sebaiknya segera membuatnya. Namun jangan menyusun jadwal belajar secara otoriter, ajak anak Anda untuk mencapai kesepakatan bersama. Tapi dengan syarat, dia harus mematuhi jadwal tersebut. Dia harus mematuhi  jadwal yang sudah kalian buat bersama. Jika melanggar, harus ada hukuman yang juga sudah disepakati.

Melaksanakan Sholat 5 Waktu

Masih banyak orang tua yang menganggap bahwa melaksanakan sholat 5 waktu dengan anak itu kurang efektif dalam mengajarkan kedisiplinan. Ternyata anggapan ini salah banget. Faktanya, membiasakan anak melaksanakan sholat 5 waktu dapat membiasakan diri dalam bersikap disiplin. Sebagai orang tua, Anda jangan cuma menyuruh anak untuk melaksanakan sholat saja. Namun juga berikan contoh. Anak akan lebih mudah patuh dengan pendekatan persuasif seperti ketika orang tuanya memberi contoh duluan.

Baca Juga:
  1. Terbaik! Ini 8 Cara Mengajari Anak Belajar di Rumah
  2. Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak
  3. 8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Selalu Mengerjakan Tugas Sekolah

Ajari anak Anda untuk selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah. Ini adalah salah satu aktivitas yang bisa membiasakan sikap disiplin pada anak ketika di rumah. Agar lebih akrab, Anda dapat bekerja sama dengan anak untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Dengan pengawasan dan pendampingan, anak akan lebih semangat dalam belajar.

Memakai Seragam Sekolah Secara Lengkap

Terakhir, ada satu hal yang paling sering diabaikan oleh orang tua. Yaitu, memperhatikan kelengkapan seragam sekolah yang dipakai anaknya seperti ikat pinggang, sepatu, kaos kaki, dasi, topi dan sebagainya. Ini adalah hal sepele namun dapat membuat anak jadi tidak tertib. Padahal jika Anda lebih tertib dalam memperhatikan kelengkapan seragam, ini bisa jadi sebuah kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai beberapa contoh kebiasaan yang mengajarkan disiplin pada anak. Cara paling baik menanamkan kedisiplinan adalah dengan membiasakannya sejak dini. Karena pada dasarnya, sikap disiplin hanya bisa dilakukan dengan kebiasaan dan latihan rutin. Bagi Anda yang sudah paham akan pentingnya kedisiplinan bagi anak, maka segeralah untuk menanamkannya mulai sekarang. Apa yang sudah Anda tanam sebagai orang tua sekarang, akan anda petik ketika mereka dewasa nanti.
Lanjutkan Membaca »
Terbaik! Ini 8 Cara Mengajari Anak Belajar di Rumah

Terbaik! Ini 8 Cara Mengajari Anak Belajar di Rumah

Belajar adalah salah satu cara yang bisa membuat anak jadi pintar. Tidak hanya di lingkungan sekolah, proses belajar mengajar juga dapat dilakukan di rumah. Tentu suasana belajar di rumah berbeda dengan di sekolah karena orang tua berperan langsung dalam proses belajar anak. Sebagai orang tua sekaligus guru dirumah, Anda harus tahu cara mengajari anak belajar di rumah dengan baik dan benar. Hal ini akan membuat proses belajar jadi lebih efektif dan efisien.

Mengajari anak belajar dirumah agar bisa memahami apa yang diajarkan memang tidaklah mudah. Kebanyakan anak merasa proses belajar di rumah dengan di dampingi orang tua itu kurang serius. Nah disinilah salah satu fungsi orang tua untuk merubah cara pandang anak tersebut. Sebisa mungkin Anda harus bisa membuat suasana belajar yang santai namun serius. Selain itu, jangan sampai ada tekanan ketika meyuruh anak belajar di rumah karena dapat membuat konsentrasinya bubar.

Terbaik! Ini 8 Cara Mengajari Anak Belajar di Rumah

Salah satu cara terbaik mengajari anak belajar dirumah adalah dengan pendekatan persuasif. Selain itu, orang tua juga harus menyediakan fasilitas belajar yang disukai oleh anak entah itu ruangan, meja, atau alat tulisnya. Sebisa mungkin anak harus merasa nyaman dan juga semangat selama proses belajar meskipun didampingi oleh orang tuanya sendiri. Karen pada umumnya, banyak orang tua mengeluhkan kondisi anaknya yang sulit untuk diajak belajar namun cenderung memilih untuk bermain.

Tips Mengajari Anak Sendiri Belajar Dari Rumah Dengan Baik dan Benar

Selama ini banyak orang tua yang menganggap bahwa mengajari anak belajar  di rumah itu susah. Mereka beralasan bahwa anak akan jadi tidak fokus dan lebih suka bermain. Namun anggapan ini terjadi karena kesalahan orang tua yang tidak dapat membuat kondisi belajar dirumah menjadi suatu kebutuhan. Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda harus mengetahui beberapa hal berikut ini agar anak mau belajar dirumah.

Sediakan Fasilitas Belajar Yang Nyaman

Sebagai orang tua, sudah kewajiban Anda untuk menyiapkan berbagai kebutuhan anak termasuk pendidikan. Salah satunya adalah fasilitas belajar di rumah. Salah satu kunci sukses mengajari anak belajar di rumah yang pertama adalah kenyamanan dalam belajar. Anda dapati membuat ruang tersendiri sebagai tempat belajar dengan furniture dan ornamen yang disukai anak. Selain itu, Anda juga bisa menyediakan beberapa fasilitas yang menarik seperti alat tulis, buku, dan lain-lain. Hal-hal semacam ini akan membuat anak semangat dalam belajar.

Sementara Singkirkan Hal-hal Yang Ia Sukai

Ketika Anda ingin mengajari anak belajar di rumah, singkirkan berbagai hal yang Ia sukai seperti mainan, televisi, gadget atau sejenisnya. Barang-barang seperti ini hanya akan membuat anak tidak dapat fokus dalam belajar. Namun jika Anda sudah punya ruangan khusus untuk belajar, maka ini akan jauh lebih baik. Ini adalah salah satu cara untuk melatih kedisiplinan pada anak ketika waktu belajar tiba. Dengan suasana seperti ini, suasana belajar akan jadi lebih serius sehingga apa yang dipelajari benar-benar bisa masuk ke otak.

Awali Dengan Menyelesaikan Tugas Sekolah

Pada poin ini kita akan memasuki cara mengajari anak belajar di rumah secara baik dan benar. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengawali proses belajar menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah untuk esok hari. Kenapa tugas sekolah harus didahulukan? Karena hal ini dapat membuat anak lebih semangat karena mereka merasa tugas sekolah adalah tanggung jawab. Seperti halnya orang berolah raga, membuat PR dapat dijadikan sebagai pemanasan untuk memulai belajar yang lebih serius lagi.

Jangan di Dikte dan Diberi Kunci Jawaban

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua ketika membantu mengerjakan tugas anaknya adalah mendikte atau bahkan memberinya kunci jawaban secara langsung. Ini adalah sebuah kesalahan yang dapat membuat anak jadi malas dan suka menyontek. Ia jadi tidak terbiasa mencari dan menemukan jawaban sendiri atas tugas-tugasnya. Maka dari itu, sebaiknya hindari mendikte atau memberi kunci jawaban kepada anak secara langsung. Tugas Anda sebaiknya hanya mengoreksi saja.

Beri Stimulus dan Kisi-kisi Dari Inti Materi

Sebagai ganti guru di sekolah, Anda juga tidak mungkin membiarkan anak menyelesaikan tugas sendirian. Nah, sebagai orang tua, Anda juga berhak membantunya namun bukan dengan cara mendikte atau memberikan kunci jawaban. Namun, lebih baik Anda membantu dengan memberikan stimulus dan juga kisi-kisi terkait materi yang dikerjakannya. Dengan begini, esensi belajar masih tetap didapatkan meskipun dibantu oleh orang tua.

Ulangi Materi Yang Belum Dipahami Anak

Selama mengerjakan tugas, pasti anak akan menemukan materi yang dianggapnya sulit atau tidak bisa dipahami. Nah sebagai pendamping, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal semacam ini. Fungsinya untuk dijadikan bahan evaluasi ketika tugas sudah selesai dikerjakan. Anda bisa mengulangi materi yang tidak dipahami anak kemudian menjelaskannya secara rinci sampai paham. Lalu bagaimana jika anak sudah paham dengan semua tugasnya? Silahkan cari materi lain untuk diajarkan kepadanya.

Baca Juga:
  1. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube
  2. 7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak
  3. 8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini

Dampingi Anak Hingga Selesai Belajar

Ketika mengajari anak belajar di rumah, sebaiknya dampingi mulai awal hingga selesai. Dengan begini kedekatan Anda dengan anak dalam proses belajar bisa makin tambah erat. Dalam proses pendampingan, sebaiknya Anda juga memberikan pelajaran atau wawasan lain jika materi sebelumnya sudah selesai dipelajari. Bisa mengambil materi dari bab selanjutnya atau mengambil materi dari buku lain dengan topik atau tema yang serupa.

Atur Jadwal Rutin Belajar di Rumah

Cara terakhir untuk mengajari anak belajar dirumah dengan baik dan benar adalah membuat jadwal. Buatlah jadwal rutin kapan waktu belajar yang tepat untuk anak. Dalam membuat jadwal seperti ini sebaiknya jangan membuat keputusan secara sepihak, namun libatkan anak untuk mencapai kesepakatan bersama. Ini adalah hal sepele namun dapat memberikan dampak luar biasa terutama pada semangat anak untuk belajar.

Sesekali Berikan Hadiah Sebagai Apresiasi

Nah, ini adalah poin tambahan yang perlu dipertimbangkan. Kelihatannya sangat sepele namun dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Sebaiknya berikan hadiah tertentu secara berkala sebagai apresiasi. Usahakan memberi hadiah yang bersifat edukatif namun tetap menyenangkan. Dengan catatan, Anda harus membuat target tertentu yang masih berkaitan dengan pembelajaran dan harus dicapai oleh anak. Ini adalah salah satu cara dalam merangsang semangat anak untuk giat belajar.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara mengajari anak belajar di rumah yang bisa Anda terapkan. Bagaimanapun juga, anak berhak memperoleh pendidikan baik itu ketika di sekolah ataupun dirumah. Pendidikan di rumah justru malah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak dan menentukan masa depannya. Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh anak dimulai dari lingkungan keluarga.
Lanjutkan Membaca »
Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak

Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak

Salah pola asuh terhadap anak adalah sebuah mimpi buruk bagi orang tua. Namun masih ada saja orang tua yang tidak memahami kualitas pola asuh yang mereka terapkan kepada anak. Beberapa orang tua mungkin sudah sadar dalam mempelajari pola asuh yang baik untuk anak, namun sebagian yang lain masih belum teredukasi dengan baik apakah pola asuh yang diterapkan baik atau tidak.

Salah Pola Asuh? Ini 10 Dampak Buruknya Pada Anak

Disisi lain, pola asuh memiliki peran yang sangat penting pada tumbuh kembang anak. Terlebih, pola asuh juga memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter kepribadian seseorang. Pada saat masih anak-anak, karakter seseorang dibentuk oleh cara asuh orang tua mereka yang akan berpengaruh terhadap karakter dia saat dewasa. Maka dari itulah setiap orang tua wajib menghindari yang namanya salah pola asuh sejak dini.

Dampak Buruk Salah Pola Asuh Bagi Perkembangan Anak

Salah pola asuh memang memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan sekarang anak. Dampak ini juga berlangsung dalam waktu yang lama bahkan hingga seorang anak tumbuh jadi orang dewasa. Inilah alasan mengapa belajar mengenai pola asuh anak sangat wajib dilakukan oleh orang tua. Jika terjadi salah pola asuh, maka akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan anak seperti penjelasan berikut ini.

Terlambat Berpikir Dewasa

Pertama, salah pola asuh akan memberikan dampak terhadap cara berpikir. Seorang anak akan terlambat berpikir dewasa jika pola asuhnya sejak kecil kurang tepat. Bagaimanapun juga, setiap anak akan tumbuh jadi orang dewasa. Tidak hanya fisiknya saja namun juga pola pikirnya. Maka dari itu dalam mengasuh anak harus mempertimbangkan penalaran dan keaktifan dalam berpikir.

Tidak Berani Mengambil Keputusan

Dampak kedua dari salah pola asuh yang diterapkan orang tua pada anak adalah tidak berani mengambil keputusan. Masalah ini biasanya terjadi ketika orang tua menerapkan pola asuh yang manja terhadap anak. Ia akan kurang terlatih dalam menentukan memilih karena terlalu sering mendapatkan apa yang ia mau. Akibatnya anak akan selalu takut untuk mengambil keputusan. Padahal ketika dewasa, akan ada banyak pilihan disetiap jalan hidupnya.

Kurang Pandai Dalam Bersosial

Dampak ketiga dari salah pola asuh adalah menyebabkan anak kurang pandai dalam bersosial. Masalah ini biasanya timbul dari cara asuh yang terlalu berlebihan dari orang tua. Seperti banyak dilarang keluar rumah, terlalu selektif dalam memilih teman, serta sering menakut-nakuti anak pada orang lain. Keadaan ini membuat anak cenderung menutup diri sehingga keterampilan bersosialnya kurang terasah. Padahal didalam kehidupan nyata, manusia mau tidak mau harus hidup bersosial.

Tidak Percaya Diri

Salah pola asuh juga dapat mengakibatkan anak menjadi tidak percaya diri. Terlebih jika orang tua sering mengekang segala keinginannya. Seorang anak butuh mengekspresikan dirinya dalam berbagai hal. Namun jika terlalu banyak dilarang akan membuat anak kurang percaya diri karena menganggap apa yang dilarang tersebut adalah hal yang tidak baik. Hal ini juga bisa menghambat anak dalam menemukan bakat dirinya.

Kaku dan Emosi Sulit Dikendalikan

Dalam penelitiannya, Nurul Mufidah dan Muhammad Rifqi mengungkapkan bahwa anak yang diasuh secara berlebihan bisa mengakibatkan kaku dan emosi yang sulit dikendalikan. Anak akan merasa terbebani dengan berbagai macam aturan yang bahkan dia sendiri belum memahaminya. Hal ini juga bisa menguras tenaga serta pikiran anak itu sendiri yang bukan tidak mungkin dapat berimbas pada kestabilan emosinya. Salah pola asuh seperti ini sangat wajib dihindari.

Rentan Terkena Depresi

Terakhir, dampak buruk dari salah pola asuh pada perkembangan anak adalah rentan terkena depresi. Hal ini biasanya sering terjadi pada anak yang terlalu diarahkan oleh orang tuanya. Ia harus menuruti segala omongan, aturan, bahkan pilihan yang tidak dibuat olehnya sendiri. Pada akhirnya anak tidak bisa mengekspresikan apa yang ia inginkan sama sekali. Saat hal ini terjadi berlarut-larut, maka anak dapat menjadi tertekan, terbebani bahkan hingga depresi.

Dampak Buruk Salah Asuh Pada Fisik

Selain berdampak pada perkembangan anak, salah pola asuh yang dilakukan oleh orang tua juga membuat dampak pada fisik anak itu sendiri. Seperti pisau bermata dua, kesalahan menerapkan cara asuh bisa menimbulkan dampak pada dua hal sekaligus. Berikut ini adalah dampak pada fisik anak jika orang tua salah pola asuh.

Rentan Terhadap Obesitas

Dampak fisik yang pertama akibat dari salah pola asuh adalah membuat anak jadi obesitas. Obesitas memang menjadi salah satu isu kesehatan pada anak di belahan bumi manapun. Namun terkadang banyak orang tua yang menganggap bahwa mengasuh anak hingga bertubuh gemuk adalah sebuah prestasi. Ini adalah cara berpikir salah yang harus diubah. Orang tua dan anak harus sama-sama diedukasi mengenai obesitas.

Baca Juga:

  1. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube
  2. 7 Program dan Acara TV Yang Tidak Baik Untuk Anak
  3. Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak


Juga Bisa Menyebabkan Kurus

Tidak hanya obesitas saja, salah pola asuh ternyata juga bisa membuat anak memiliki fisik yang kurus. Biasanya hal ini sering terjadi pada orang tua yang terlalu membiarkan dan kurang perhatian dalam mengatur waktu pada anak. Akibatnya anak menjadi lupa waktu, kurang istirahat bahkan kurang mendapat asupan makanan. Kondisi yang seperti ini jelas sangat mempengaruhi fisik seorang anak.

Sering Sakit-sakitan

Terkadang, anak yang sering sakit tidak hanya disebabkan oleh penyakit saja. Namun salah pola asuh seperti kontrol yang kurang terhadap anak juga bisa membuatnya sering mengalami sakit-sakitan. Sebaiknya orang tua juga memperhatikan berbagai kebutuhan kesehatan anak seperti gizi, nutrisi, dan vitamin.

Penampilan Yang Tidak Menarik

Dampak buruk pada fisik dari salah pola asuh kepada anak adalah penampilan yang kurang menarik. Saat masih kecil, anak tidak paham tentang apa itu penampilan. Mereka cenderung menurut dengan apa yang dipakaikan orang tuanya. Jika sejak kecil seorang anak diajari bagaimana untuk bisa tampil baik, maka penampilannya anak menarik. Namun sebaliknya, jika tidak pernah diajari cara merawat diri, maka penampilan anak menjadi tidak menarik.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai dampak buruk salah pola asuh pada anak yang diterapkan oleh orang tua. Dengan menghindari cara mengasuh anak secara tidak benar, akan ada banyak orang tua dapat mampu menciptakan generasi-generasi yang lebih baik dari tahun ke tahunnya. Orang-orang yang berkarakter baik memang dibentuk sejak mereka masih kecil.
Lanjutkan Membaca »
7 Program dan Acara TV Yang Tidak Baik Untuk Anak

7 Program dan Acara TV Yang Tidak Baik Untuk Anak

Televisi atau TV merupakan salah satu hiburan untuk mengisi waktu luang atau istirahat yang jadi pilihan paling banyak bagi keluarga di Indonesia. Ada berbagai macam program dan acara TV yang bisa dinikmati untuk segala usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Agar terus digemari masyarakat, berbagai stasiun televisi berlomba-lomba membuat program dan acara yang beragam dari waktu ke waktu.

Saat ini, beberapa program dan acara televisi menjadi polemik ditengah masyarakat karena dirasa memberikan tontonan yang tidak untuk anak-anak. Seperti yang sudah kita ketahui, pemirsa televisi atau TV terdiri dari berbagai macam kalangan usia. Salah satu penikmat TV paling banyak adalah dari usia anak-anak. Menonton TV memang menjadi hal yang paling disukai oleh anak-anak untuk mendapatkan hiburan dan kesenangan.

7 Program dan Acara TV Yang Tidak Baik Untuk Anak

Lalu apa jadinya jika program dan acara TV banyak menyuguhkan tontonan yang tidak baik untuk anak-anak? Hal ini tentu akan menjadi masalah pelik bagi orang tua karena dapat mempengaruhi pola pikir anaknya. Disini, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menyeleksi program dan acara TV mana yang tidak baik agar tidak ditonton oleh anaknya. Ketika menonton televisi memang sebaiknya anak-anak selalu didampingi oleh orang tua agar terus teredukasi dengan baik.

Ini 7 Program dan Acara TV Yang Tidak Layak Ditonton Anak-Anak

Ada berbagai macam jenis program dan acara TV yang bisa kita pilih. Setiap program yang dibuat tersebut memiliki tujuan dan masuk tertentu yang disesuaikan dengan usia pemirsanya. Namun diantara banyaknya program dab acara TV tersebut ada yang tidak baik untuk anak-anak karena mengandung berbagai macam adegan yang tidak mendidik. Seperti halnya tujuh program dan acara TV yang tidak baik untuk anak berikut ini.

Program Sinetron Televisi

Sinetron adalah salah satu program atau acara TV yang jadi andalan sebuah stasiun televisi untuk meningkatkan rating. Banyaknya penggemar sinetron membuat opera sabun ini tayang dibanyak stasiun televisi. Namun sinetron sendiri masuk kedalam salah satu program dan acara TV yang tidak baik untuk anak. Pasalnya, didalam sinetron terdapat banyak adegan yang memang tidak masuk akal untuk anak. Terlebih, adegan seperti pertikaian, fitnah, kejahatan dan lain-lain sangat berpotensi ditirukan oleh anak.

Acara Gosip Artis

Program dan acara TV selanjutnya yang tidak baik untuk anak adalah berkedok berita entertaiment yang lebih banyak membahas gosip artis. Gosip adalah salah satu kegiatan yang tidak baik dalam agama karena secara terang-terangam mengumbar aib, permasalahan, dan hal buruk seseorang. Hampir disetiap stasiun televisi memiliki tayangan gosip artis seperti ini. Karena masuk sebagai program dan acara TV yang tidak baik untuk anak, sebaiknya orang tua juga jangan melihat tontonan yang seperti ini.

Adegan Kekerasan

Perkelahian atau adegan kekerasan akan sangat banyak kita jumpai di televisi. Bisanya adegan ini ada disela-sela program atau acara TV seperti sinetron, film atau reality show. Siapapun pasti sudah tahu jika program dan acara TV yanf memperlihatkan adegan kekerasan sangat tidak baik untuk anak.

Satu hal lain yang perlu kita tahu bahwa adegan kekerasan ini tidak hanya berlaku ke sesama manusia saja, namun juga pada hewan, tumbuhan atau makhluk hidup lainnya. Jangan sampai anak melihat program dan acara TV seperti ini karena berpotensi ditiru.

Acara Lawak TV

Lawak adalah sebuah hiburan lelucon yang tujuannya memancing penonton untuk tertawa. Lawak sendiri merupakan salah satu tontonan di televisi yang banyak dicari untuk menghilangkan stres. Namun sayang, saat ini ada beberapa program dan cara TV seperti lawak yang mengandung unsur tidak baik untuk anak. Terkadang pemerannya memang tidak sengaja dalam melakukan adegan seperti menghina, merendahkan, menggunjing atau menyudutkan orang lain namun tetap saja jika dilihat oleh anak hal tersebut sangat tidak pantas.

Baca Juga:
  1. 8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak
  2. 7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak
  3. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube

Program Musik Alay

Mendengarkan musik adalah salah satu kegiatan yang dapat membuat tubuh jadi lebih santai. Karena banyak penggemarnya, beberapa stasiun televisi memang membuat acara musik untuk menghibur penontonnya. Akan tetapi, kebanyakan program dan acara TV yang satu ini malah keluar dari konsep sehingga menampilkan adegan alay seperti joget dan goyangan seronok. Ini adalah salah satu program dan acara TV yang tidak baik untuk anak sehingga harus dihindari.

Reality Show Settingan

Reality show merupakan tayangan televisi yang biasanya menghadirkan adegan nyata kehidupan. Namun seiring perkembangan jaman program atau acara TV satu ini berubah konsepnya menjadi totonan setingan atau sudah tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Beberapa program atau acara TV reality show justru menyuguhkan tontonan berkedok talk show namun menggali dan mengorek aib seseorang. Bahkan lebih parahnya lagi terdapat adegan perkelahian didalamnya.

Program Film Percintaan

Terakhir, ada film percintaan yang menjadi satu dari sekian banyak program dan acara TV yang tidak baik untuk anak. Adegan percintaan dalam film memang sangat tidak cocok untuk usia anak karena belum waktunya. Adegannya sangat berpontensi ditiru oleh anak pada kehidupannya. Sebenarnya fim percintaan seperti ini ditujukan untuk orang-orang dewasa saja. Namun terkadang diluar pengawasan orang tua, anak-anak terjebak untuk menonton tayangan film percintaan di televisi.

Penutup

Itulah beberapa program dan acara TV yang tidak baik untuk anak. Sebagai orang tua, sebaiknya kita tidak membiarkan anak-anak menonton televisi yang mengandung unsur seperti diatas. Saat menonton televisi sebaiknya anak-anak kita arahakan untuk melihat program dan acara TV yang memiliki nilai-nilai edukasi. Selain mendapatkan hiburan, dengan melihat program dan acara TV yang edukatif dapat membuat anak terhindar dari tontonan yang tidak baik.
Lanjutkan Membaca »
Ini 10 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Pertumbuhan Anak

Ini 10 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Pertumbuhan Anak

Siapa sih yang tidak ingin memelihara hewan di rumah? Apalagi jika hewan yang dipelihara bentuknya sangat lucu dan imut. Memang sih rata-rata hewan peliharaan memiliki tingkah laku yang bikin gemes pemiliknya. Biasanya anak-anak akan lebih suka memelihara hewan seperti kucing, anjing, kelinci, ikan hias, hamster, marmut, landak mini dan lain sebagainya.

Yang pasti akan ada banyak manfaat memiliki hewan peliharaan bagi anak. Memiliki hewan peliharaan sendiri di rumah pasti akan membuat anak anda sangat senang. Berinteraksi dengan hewan adalah kegiatan yang paling disukai anak kecil termasuk mereka yang masih balita. Terlebih jika hewan yang dipelihara sangat menggemaskan, pati pati mereka akan memeluk, mencium, menggendong bahkan hingga mengajaknya tidur.

Ini 10 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Pertumbuhan Anak

Disisi lain, banyak orang tua yang justru tidak setuju jika anak mereka memiliki hewan peliharaan. Dengan alasan rawan terhadap gangguan kesehatan, mereka memilih untuk tidak membiarkan anak memelihara hewan di rumah. Hal ini justru berbanding terbalik dengan banyaknya manfaat yang diperoleh untuk pertumbuhan dan perkembangan anak jika memiliki hewan peliharaan. Memang sih, banyak orang tua yang belum menyadari hal tersebut.
 

Lalu, Apa Saja Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Anak?

Jika anda adalah salah satu orang tua yang melarang anak untuk memelihara hewan di rumah, cobalah untuk berpikir kembali serta mengkaji ulang hal tersebut. Mengajari anak untuk memelihara hewan bukanlah hal buruk. Hewan peliharaan sangat aman untuk anak asal dirawat dengan baik dan dijaga kesehatannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat memiliki hewan peliharaan untuk anak yang bisa anda peroleh.
 

Mengembangkan Motorik Anak

Didalam masa pertumbuhan, mengembangkan motorik sangat penting agar anak lebih bisa berfikir kritis dalam memecahkan suatu masalah. Ini adalah salah satu manfaat memiliki hewan peliharaan untuk anak yang bisa anda rasakan. Memelihara hewan dapat membuat anak jadi berpikir secara mandiri bagaimana cara menjaga dan merawat hewan kesayangannya agar tidak mati.
 

Melatih Rasa Tanggung Jawab Anak

Adapun manfaat lain yang didapat dengan memiliki hewan peliharaan adalah melatih rasa tanggung jawab pada anak. Mereka akan belajar bertanggung jawab dalam banyak aspek mulai dari memberi makan, menjaga kesehatan, membersihkan kandang dan merawatnya. Melatih sikap tanggung jawab saat masa pertumbuhan sangat penting untuk bekal dewasa kelak.
 

Memupuk Sikap Disiplin Pada Anak

Selain melatih tanggung jawab, manfaat memiliki hewan peliharaan adalah membuat anak menjadi lebih disiplin. Sebagai contoh adalah jadwal memberi makan. Hewan peliharaan pasti butuh makan pada jam-jam tertentu agar tidak mati. Hal ini dapat membuat anak jadi disiplin untuk memberi makan hewan dengan tepat waktu. Mereka akan paham dengan sendirinya bahwa waktu itu sangat penting.
 

Belajar Menyayangi Binatang

Pernahkah anda melihat anak-anak yang suka menyiksa binatang? Pasti kasihan hewan yang di siksa tersebut. Padahal hewan juga termasuk makhluk yang juga punya hak untuk hidup. Itulah alasan kenapa menyayangi binatang itu penting. Memiliki hewan peliharaan sangat bermanfaat bagi anak untuk belajar menyayangi binatang.
 

Anak Lebih Peduli Terhadap Makhluk Hidup

Tidak hanya peduli pada hewan, anak yang memiliki hewan peliharaan juga akan lebih peduli terhadap semua makhluk hidup. Hewan yang dipeliharanya akan mengajarkan mereka bahwa setiap makhluk mempunyai hak yang sama untuk hidup. Jadi mereka akan memiliki rasa simpati jika berinteraksi dengan makhluk hidup lain agar tidak sampai melukainya.
 

Meminimalisir Stress Pada Anak

Manfaat memiliki hewan peliharaan selanjutnya adalah dapat meminimalisir strees pada anak itu sendiri. Terkadang hewan yang dipelihara bisa jadi media terapi untuk membuat pikiran dan jiwa anak agar jadi lebih tenang saat emosi tidak stabil. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa stress yang berkepanjangan pada anak akan sangat tidak baik bagi pertumbuhannya.

Baca Juga:
  1. 8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak 
  2. Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak 
  3. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube 
 

Menjaga Kesehatan Anak

Dokter anak dan kepala departemen alergi dan imunologi di Medical College of Georgia mengatakan bahwa memiliki hewan peliharaan bermanfaat untuk menghindarkan anak dari alergi tertentu. Pada penelitiannya, Ia memaparkan bahwa anak yang sering berada didekat anjing atau kucing saat masih kecil, maka kemungkinan untuk terpapar bakteri tertentu penyebab alergi akan menjadi sangat minim.
 

Menghilangkan Rasa Bosan Anak

Terkadang anak memiliki rasa bosan terhadap rutinitasnya. Terlebih jika tidak ada hal baru. Kondisi ini dapat membuat anak jadi mudah rewel dan sulit dikendalikan. Kehadiran hewan peliharaan di rumah dapat membantu mereka menghilangkan rasa bosan. Ini adalah manfaat memiliki hewan peliharaan yang jarang diketahui orang tua. Hewan peliharaan juga bisa jadi teman bermain anak-anak saat di rumah.
 

Anak Lebih Betah Dirumah

Ketika masa-masa pertumbuhan, anak biasanya akan lebih banyak di rumah untuk belajar dan beraktivitas bersama orang tua. Dengan memiliki hewan peliharaan, anak jadi lebih betah di rumah ditemani oleh hewan kesayangannya. Ketika diajak keluar rumah pun, mereka biasanya ingin segera cepat pulang untuk bertemu dengan hewan peliharaannya.
 

Anak Akan Sangat Bahagia

Manfaat lain yang sangat terasa jika memiliki hewan peliharaan adalah anak akan menjadi sangat bahagia. Hewan yang dipelihar adalah teman bagi anak sehingga rasa sepi akan jarang menghampiri. Sebaliknya, anak justru akan riang gembira bermain dan merawat hewan yang mereka pelihara. Rasa gembira sangat baik dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak.
 

Kesimpulan

Mengingat banyaknya manfaat memiliki hewan peliharaan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak seperti yang sudah dijelaskan diatas. Sebagai orang tua, seharusnya anda mendukung jika anak ingin memelihara hewan di rumah. Ayah dan ibu tidak perlu takut, yang penting kita sama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan tersebut agar tidak terjadi yang namanya gangguan kesehatan.
Lanjutkan Membaca »
8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Anak-anak biasanya sangat senang apabila disuguhi tontonan. Terlebih jika tontonan tersebut berisi hal-hal baik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Anak pasti akan sangat tertarik dan memperhatikan betul setiap detail dari isi tontonan tersebut. Memberikan tontonan yang baik untuk anak tidak hanya sekedar memilih yang menghibur, namun juga mendidik.

Perkembangan jaman yang serba digital seperti saat ini sangat memudahkan orang tua untuk mencarikan tontonan yang baik pada anaknya. Berbagai macam konten video mulai dari tontonan hingga edukasi sangat mudah ditemukan. Meski sangat mudah dan jenisnya beragam, namun orang tua tidak boleh membiarkan anaknya memilih tontonannya sendirian. Dikhawatirkan mereka dapat terjerumus pada tontonan yang seharusnya bukan untuk anak-anak.

8 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Memilih tontonan yang baik untuk anak memang susah-susah gampang. Perkembangan dunia digital yang semakin pesat membuat segala macam tontonan dikomersilkan. Terkadang judul yang dibuat belum tentu memcerminkan isinya karena sang kreator lebih mementingkan "click bait" atau umpan agar di klik oleh penontonnya.

Inilah Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Memilih tontonan yang baik untuk anak adalah tugas para orang tua. Adapun tujuan dari memilihkan tontonan yang baik adalah untuk memberikan hiburan sekaligus menambah wawasannya. Ada kriteria tertentu yang harus diketahui orang tua agar tidak salah dalam memilih tontonan untuk buah hati mereka. Berikut ini adalah tips memilih tontonan yang baik untuk anak anda.

Pilih Tontonan Yang Sesuai Umur Anak

Memilih tontonan yang baik untuk anak dapat anda mulai dari menyesuaikan dengan umurnya. Setiap tayangan baik itu di televisi maupun youtube memiliki klasifikasi umur penonton yang berbeda-beda. Konten untuk anak balita pasti berbeda jauh dengan anak remaja. Oleh karena itu pilihlah tontonan yang sesuai dengan usia anak karena akan sesuai dengan kondisi psikologisnya.

Pastikan Tontonan Ada Unsur Edukasi

Tontonan yang baik tidak hanya menghibur, namun juga mengandung unsur edukasi yang baik untuk anak itu sendiri. Unsur edukasi disini maksudnya adalah memberikan didikan yang baik untuk anak baik itu dari segi etika maupun akhlak. Hindarkan anak dari tontonan alay yang saat ini tengah meracuni para generasi muda hingga menimbulkan banyak dampak negatif.

Pilih Tontonan Yang Mengajarkan Hal Baru

Selain bersifat mendidik, tontonan yang baik untuk anak juga mengajarkan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah mereka dapat di sekolah. Tontonan yang membahas pengetahuan umum seperti hewan-hewan, berbagai jenis kendaraan, macam-macam tumbuhan dan sebagainya adalah pilihan tontonan yang baik karena akan sangat asyik untuk anak. Bagi mereka itu adalah hal-hal baru yang bersifat menarik.

Perhatikan Lama Durasi Tontonan

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat memilih tontonan yang baik untuk anak adalah lama durasi dari totonan tersebut. Durasi tayang yang panjang dan lama akan membahayakan kesehatan mata anak. Terlebih jika mereka sudah terlalu asyik menikmati tontonannya, maka jika dihentikan ditengah jalan mereka pasti menolak. Jadi usahakan memilih tontonan yang baik untuk anak dengan duras sedang.

Tonton Dulu Sampai Habis Sebelum Dilihat Anak

Sebelum tontonan dilihat sepenuhnya oleh anak, akan lebih baik jika anda sebagai orang tua menontonnya sampai habis terlebih dahulu. Tindakan ini berfungsi untuk kroscek terhadap tontonan tersebut apakah ada unsur negatif ditengah tayangan atau tidak. Agar mendapatkan tontonan yang baik untuk anak di era digital ini kita harus benar-benar jeli dan telaten.

Tontonan Tidak Mengandung Kekerasan

Terkadang tayangan kekerasan kerap hadir di sela-sela tontonan bahkan untuk usia anak-anak. Inilah yang harus diwaspadai orang tua. Adegan kekerasan seperti memukul, menendang, melempar, meninju dan sejenisnya akan membawa dampak buruk pada anak. Dalam memilih tontonan yang baik untuk anak usahakan yang terbebas dari unsur kekerasan baik itu secara fisik maupun psikis seperti bully-an dan ejekkan.

Baca Juga:
  1. 7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak
  2. Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak 
  3. 7 Dampak Negatif Full Day School Pada Perkembangan Anak

Mengajarkan Hal-hal Kreatif

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa di era digital seperti sekarang ini kreativitas menjadi modal berharga untuk hidup. Mumpung masih pada usia emas, ajarkan anak anda untuk berpikir kreatif dengan menyaksikan tontonan yang mengajarkan hal-hal kreatif seperti menciptakan sesuatu atau mengolah sesuatu. Memilih tontonan yang baik untuk anak seperti ini memang sangat tepat.

Tontonan Religi Juga Baik

Selain yang sifatnya menghibur dan edukatif, tontonan religi ternyata juga baik untuk anak. Tontonan religi bisa jadi alternatif pilihan sebagai selingan ditengah-tengah tontonan hiburan. Banyak manfaat yang bisa didapat orang tua dengan memberikan akan tayangan bersifat religi. Salah satunya dapat mendekatkan anak terhadap tuhannya dan juga lebih religius.

Penutup

Itulah delapan penjelasan mengenai tips memilih tontonan yang baik untuk anak. Bagaimanapun juga orang tua harus bijak terhadap tayangan yang disaksikan oleh anaknya. Seperti yang kita tahu bahwa masa anak-anak adalah usia emas yang harusnya diisi dengan hal-hal edukatif. Sedangkan saat ini segala macam tontonan baik itu positif maupun negatif sangat mudah didapat melalui ponsel. Disinilah fungsi orang tua sebagai filter dibutuhkan oleh anak dalam memperoleh tontonan yang baik.
Lanjutkan Membaca »
Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak

Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak

Anak adalah harta paling berharga bagi orang tua. Usia anak-anak adalah usia emas dimana memori otak mereka mudah merekam banyak hal untuk dipelajari termasuk apa yang diucapkan oleh ayah dan ibunya. Menjaga perkataan didepan anak wajib dilakukan oleh setiap orang tua karena kata-kata dan kalimat yang terucap dapat mempengaruhi pola pikirnya.

Selama ini banyak orang tua menganggap remeh kalimat-kalimat yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan anak tanpa mengetahui akibat buruk yang bisa terjadi. Meskipun itu tujuannya untuk bercanda, namun ayah dan ibu harus bisa memilih kata-kata yang tepat saat berbicara dengan anaknya. Jangan sampai keluar kalimat yang seharusnya tidak boleh diucapkan kepada anak.

Ayah Ibu! Ini 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Kepada Anak

Selain memberikan dampak buruk, kalimat-kalimat tidak baik yang diucapkan orang tua bisa mengganggu kondisi psikologi anak dalam berfikir. Terkadang kalimat yang tidak boleh diucapkan kepada anak tersebut keluar tanpa disengaja. Padahal, ini bisa saja membuat pola pikir anak jadi tidak baik saat mereka tumbuh dewasa.

Inilah 8 Kalimat Yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua Pada Anak

Sebagai orang tua yang mendidik anak sejak kecil, ayah dan ibu harus mengetahui bagaimana cara terbaik dalam berkomunikasi dengan anak. Termasuk juga pemilihan kalimat yang digunakan untuk berbicara dengan anak. Orang tua harus berhati-hati agar tidak memberikan pengaruh buruk pada anak. Berikut ini adalah kalimat-kalimat yang tidak boleh diucapkan oleh ayah dan ibu pada anaknya.

Kita Tidak Punya Uang

Inilah kalimat yang sering kita dengan dari orang tua. Seharusnya kalimat ini tidak boleh diucapkan kepada anak. Namun ini malah sering terjadi. Biasanya kata-kata ini keluar saat anak meminta sesuatu terhadap orang tuanya. Berkata tidak punya uang dianggap sebagai cara mudah untuk menolak.

Seharusnya orang tua bisa mengganti kalimat tersebut dengan yang lebih mendidik. Sebagai contoh, "uang kita belum cukup, yuk kita bikin sesuatu yang bisa menghasilkan uang". Dengan berkata seperti ini secara tidak langsung kita mendidik pola pikir anak agar memiliki mental wirausaha.

Kamu Bodoh Dapat Nilai Jelek

Jika seorang anak mendapat nilai jelek di salah satu pelajaran, banyak orang tua yang langsung menghakimi dengan mengatakan bahwa "kamu bodoh". Padahal ini adalah kalimat yang tidak boleh diucapkan orang tua pada anak. Kelihatannya sepele tapi ini bisa berdampak buruk pada psikologis anak.

Orang tua seharusnya lebih memperhatikan apa yang menjadi kelebihan anaknya. Jika ada beberapa pelajaran nilainya jelek, pasti anak juga punya nilai bagus di pelajaran yang lain. Daripada melihat yang jelek, lebih baik memuji yang bagus lalu mengembangkannya.

Kamu Tidak Pandai Seperti Anak Tetangga

Salah satu kebiasaan buruk orang tua yang tidak sadar dilakukan adalah membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Kalimat yang tidak boleh diucapkan pada anak seperti "kamu tidak pandai seperti anak tetangga" seperti sudah jadi hal yang lumrah diucapkan.

Ini adalah kekeliruan mendasar yang seharusnya disadari oleh orang tua siapapun dan dimanapun. Kalimat seperti akan dapat membuat anak strees dan merasa tertekan karena merasa tidak seperti yang diharapkan orang tua. Pada kasus yang parah, anak dapat mengalami depresi.

Main Terus Gak Pernah Belajar

Kalimat yang tidak boleh diucapkan kepada anak selanjutnya adalah "main terus gak pernah belajar". Ayah, Ibu! Ketahuilah bahwa bermain adalah salah satu cara terbaik agar anak dapat mempelajari hal-hal baru. Tidak selamanya belajar itu harus tentang pelajaran disekolah.

Seorang anak juga membutuhkan waktu diluar sekolah untuk mempelajari hal lain yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Dengan belajar hal baru mereka dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan kreativitas yang dimilikinya. Jadi biarkan mereka melakukan hal yang disukai selagi itu positif.

Kamu Mau Jadi Apa Kelak?

Orang tua seharusnya membimbing anaknya jika mereka melakukan tindakan yang salah. Bukan malah berkata "kamu mau jadi apa kelak?". Ini adalah kalimat yang juga tidak boleh dikatakan kepada anak.  Jadi jangan hanya menilai apa yang dikerjakan anak hanya dari satu sudut pandang.

Baca Juga:
  1. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube
  2. 8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini 
  3. Inilah 7 Manfaat Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sejak Dini

Misalnya anak anda kebanyakan bermain game. Belum tentu juga mereka akan hidup susah di masa depan. Siapa tau saat sudah dewasa mereka jadi developer game handal yang menciptakan karya yang mendunia. Bakat anak biasanya muncul karena mereka sering melakukan hal yang disukainya.

Kalau Tidak Nurut....

Kalimat lain yang tidak boleh diucapkan pada anak adalah kalimat yang bernada ancaman seperti "kalau tidak nurut kamu akan dihukum" dan sejenisnya. Mendidik anak dengan nada ancaman bukanlah cara yang benar. Hal ini hanya akan membuat merek selalu ketakutan.

Dampaknya dapat mengakibatkan trauma pada anak sehingga dia memiliki fobia terhadap sesuatu. Jika sudah parah, kondisi ini akan sulit untuk disembuhkan. Maka dari itu orang tua harus memahami lalu menghindari kalimat yang tidak boleh diucapkan pada anak.

Begitu Saja Tidak Bisa

Terkadang orang tua juga melontarkan kata yang maksudnya sebagai candaan kepada anaknya. Namun yang terjadi malah salah presepsi. Si anak pun jadi merasa diremehkan. Salah satu contohnya adalah "begitu saja tidak bisa". Padahal ini adalah kalimat yang tidak boleh diucpakan kepada anak.

Wahai ayah dan ibu, ketahuilah bahwa anak anda itu bukan tidak bisa, namun mereka hanya belum tahu saja. Supaya mereka bisa tahu, harus ada proses pembelajaran terlebih dahulu. Jadi mengucapkan kalimat yang bernada meremehkan justru dapat membuat mentalnya goyah. Hal ini dapat membuat anak jadi takut untuk belajar.

Jangan Ganggu Ayah/Ibu

Pada waktu tertentu, apalagi saat direpotkan dengan kerjaan, orang tua selalu ingin punya waktu untuk menuntaskan tugasnya. Akibat tekanan pekerjaan hingga mereka mengeluarkan kalimat yang harusnya tidak boleh diucapkan kepada anak contohnya " jangan ganggu ayah/ibu".

Ayah dan ibu, anda harus tahu bahwa anak yang merengek-rengek saat orang tuanya sibuk itu bukan bermaksud untuk mengganggu. Akan tetapi mereka sebenarnya ingin bermain bersama. Jadi mengucapkan kalimat diatas hanya akan membuat anak bersedih.

Penutup

Itulah delapan kalimat yang tidak boleh diucapkan kepada anak oleh orang tua. Menjaga perkataan didepan anak memang tidak gampang. Karena dikhawatirkan akan merusak pola pikir mereka sehingga terjadi hal-hal buruk dalam perkembangan pemikiran mereka. Untuk itu ayah dan ibu selaku orang tua harus berhati-hati dalam memilih kalimat yang diucapkan kepada anak.
Lanjutkan Membaca »
Inilah 7 Manfaat Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sejak Dini

Inilah 7 Manfaat Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sejak Dini

Salah satu hal penting yang harus dilakukan orang tua dalam mendidik adalah mengajarkan sikap disiplin pada anak sejak dini. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa disiplin merupakan salah satu kunci kesuksesan. Maka dari itu, membiasakan anak untuk bersikap disiplin sejak kecil adalah keputusan yang tepat.  Hal ini dapat melatih kedisiplinan mereka supaya terbiasa.

Selama ini masih banyak orang tua yang tidak mau mengajarkan sikap disiplin pada anak sejak dini dengan alasan kasihan. Beberapa orang tua merasa bahwa mendidik disiplin sejak anak-anak akan membuat mereka merasa tertekan. Padahal yang terjadi justru sebaliknya, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan anak dengan belajar kedisiplinan sejak kecil.

Inilah 7 Manfaat Mengajarkan Disiplin Pada Anak Sejak Dini

Melatih sikap disiplin anak sejak dini bukan berarti kita bersikap keras terhadap mereka. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh orang tua untuk mengajarkan kedisiplinan dengan asyik dan menyenangkan. Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai disiplin tersebut bisa tersampaikan dan terekam dengan baik pada pikiran anak.

Manfaat Mengajarkan Kedisiplinan Pada Anak Yang Harus Anda Ketahui

Jika anda termasuk salah satu orang tua yang sudah mengajarkan sikap disiplin pada anak, maka bersyukurlah. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh bagi anak itu sendiri ketika mereka dilatih disiplin oleh orang tua sejak usia dini. Bagi orang tua yang belum mulai mengajarkan sikap disiplin, mungkin beberapa manfaat berikut ini bisa anda pertimbangkan.

Belajar Lebih Konsisten

Sikap disiplin sangat berkaitan erat dengan konsistensi. Jadi jika anak anda sudah belajar disiplin sejak dini, berarti ia sudah belajar apa itu sikap konsisten. Hal ini akan membuat mereka belajar mantab dalam mengambil suatu keputusan tanpa harus berubah-ubah atau biasa dianggap plin-plan. Dengan begini anak akan teguh pada pendirian.

Mengerti Betapa Berharganya Waktu

Dengan mengajarkan sikap disiplin pada anak, orang tua turut mengajarkan tentang efektivitas waktu. Secara tidak langsung, orang tua juga sudah memberikan pengertian betapa berharganya waktu. Orang disiplin adalah orang yang sangat menghargai waktu sehingga mereka tidak akan pernah menyia-nyiakan satu detik pun waktu yang dimiliki.

Belajar Jujur Pada Diri Sendiri

Belajar disiplin berarti juga belajar jujur pada diri sendiri. Dengan menerapkan sikap disiplin sejak dini, anak akan mengerti bahwa jujur pada diri sendiri itu sangat penting. Mereka juga akan belajar merasakan penyesalan jika berani membohongi diri sendiri saat melanggar sebuah aturan yang dibuatnya. Hal ini penting untuk membentuk pola pikir disiplin mereka.

Menumbuhkan Ketertiban

Disiplin biasanya identik dengan tidak melanggar aturan yang sudah disepakati bersama maupun disepakati oleh diri sendiri. Jika mampu belajar disiplin sejak dini, maka ketika dewasa seorang anak akan berperilaku lebih tertib. Jika ada aturan-aturan, mereka biasanya mampu untuk mentaatinya tanpa merasa tertekan atau terbebani.

Belajar Mempersiapkan Diri Dengan Baik

Menerapkan sikap disiplin secara berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba. Untuk bisa disiplin, seorang anak pasti butuh persiapan meskipun itu hanya sepele. Salah satu cara yang bisa mereka lakukan agar terus disiplin adalah dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dengan begini, anak akan belajar memperhatikan segala sesuatu secara detail.

Baca Juga:
  1. 8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini
  2. 7 Dampak Negatif Full Day School Pada Perkembangan Anak 
  3. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube

Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Salah satu tujuan mengajarkan sikap disiplin pada anak adalah mengenalkan rasa tanggung jawab. Bagaimana mereka tidak melanggar aturan, bagaimana mereka tidak menyia-nyiakan waktu, bagaimana mereka bisa tertib adalah contoh dari rasa tanggung jawab yang harus dipikul. Mengajarkan disiplin sejak dini dapat memupuk rasa tanggung jawab atas apa yang diperbuat oleh anak iti sendiri.

Memulai Gaya Hidup Sehat

Manfaat terakhir dari mengajarkan anak disiplin sejak usia dini adalah membuat mereka memulai gaya hidup sehat. Disiplin itu memuat banyak aspek dalam kehidupan. Jadi, apabila seorang anak sudah terbiasa disiplin dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka kehidupan mereka akan lebih tertata karena semua menjadi lebih efektif.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai 7 manfaat mengajarkan disiplin pada anak sejak dini. Bagaimanapun juga, anak harus tetap dilatih untuk disiplin dalam berbagai hal baik itu waktu, peraturan ataupun ketertiban. Mempunyai sikap disiplin akan membuat anak terhindar dari sikap negatif seperti malas, meremehkan, atau menunda pekerjaan di saat mereka menginjak dewasa.
Lanjutkan Membaca »
8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini

8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini

Sebagai orang tua, ikut membantu mengembangkan bakat anak sejak usia dini itu sangatlah penting. Pengembangan bakat pada anak sejak kecil memang perlu dilakukan sebagai bagian dari bekal untuk mereka dewasa nanti. Menguasai satu bidang seperti minat dan talenta yang dimiliki dapat membuat anak memiliki kemampuan yang mumpuni pada bidangnya.

Akan tetapi, saat ini masih banyak orang tua yang bersikap apatis terhadap bakat yang dimiliki oleh anaknya. Padahal, mengembangkan minat dan talenta yang ada pada anak adalah salah satu kunci yang bisa membawa mereka meraih kesuksesan. Bakat sendiri dapat menjadi modal saat anak sudah dewasa diluar kepandaian mereka dalam pelajaran.

8 Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Usia Dini

Setiap anak pasti memiliki potensi bakat yang perlu dikembangkan. Jiwa anak itu unik. Mereka yang tidak pandai pada hal tertentu bukan berarti bodoh, namun bisa jadi mereka memiliki kemampuan pada hal lain. Jadi jangan menyamaratakan kemampuan anak dari satu sisi. Oleh karena itulah bakat seorang anak harus digali lebih dalam kemudian dikembangkan.

Cara Mengetahui Bakat Yang Ada Pada Anak

Setiap orang tua wajib mencari tahu apa saja minat dan bakat yang ada pada diri anak. Semakin dini mengetahui talenta seorang anak, maka akan semakin bagus. Dengan begini, orang tua dapat mengembangkan bakat anak lebih awal. Ini adalah rahasia kenapa ada anak yang sangat menguasai suatu bidang meski umurnya masih sangat muda. Lalu, bagaimana cara mengetahui bakat yang ada pada anak?

  1. Mengamati setiap kegiatan yang mereka lakukan.
  2. Menanyakan secara langsung hal-hal yang disukai.
  3. Mengukur kemampuan dari nilai sekolah yang didapat.
  4. Menawarkan beberapa hal yang mereka sukai.
  5. Menanyakan kepada temannya mengenai hal yang anak sukai.

Lalu, Bagaimana Cara Mengembangkan Bakat Anak?

Tahukah anda bahwa bakat pada anak sebenarnya tidak bisa mereka peroleh begitu saja sejak lahir. Namun ternyata, bakat yang ada pada anak itu bisa diperoleh dengan proses belajar yang sangat panjang. Jadi, jangan menganggap bahwa bakat itu sudah bawaan lahir.
Bagi orang tua, jika sudah mengetahui bakat pada anak, sebaiknya usahakan untuk mengembangkan bakat tersebut agar kemampuannya meningkat. Berikut ini adalah cara mengembangkan bakat anak sejak usia dini yang bisa anda lakukan.

Dukung Bakat Yang Dimiliki

Sebagai orang tua, jangan pernah sekali-kali melarang kegiatan yang disukai anak selagi itu adalah hal positif. Bisa jadi hal yang ia sukai dan minati tersebut adalah bakat yang dimilikinya. Apapun minat dan bakat anak, selalu dukung mereka untuk mengembangkannya. Dukungan orang tua sangat penting dalam mengembangkan bakat anak agar kemampuan terus meningkat.

Beri Kesempatan Lebih

Selain mendukung bakat yang dimiliki anak, orang tua juga harus memberi kesempatan lebih kepada mereka dalam mengembangkan minat dan talentanya. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat berarti memberi waktu lebih banyak pada anak untuk terus mencoba. Apapun minat dan bakat anak, usahakan selalu berikan kesempatan padanya.

Bantu Asah Bakat Yang Dimiliki

Jika ingin mengembangkan bakat anak sejak usia dini, orang tua harus ikut berpartisipasi dalam mengasahnya. Hal ini sangat penting dilakukan agar anak tidak salah dalam memilih langkah. Sebagai orang tua, terus berikan dorongan dengan membantu mereka untuk mengasah bakat yang dimiliki. Pada dasarnya, bakat yang terus diasah dapat membuat mereka ahli dibidangnya.

Berikan Motivasi Tinggi

Hal lain yang tak kalah penting dalam mengembangkan bakat anak adalah dengan memberikan motivasi. Ketika anak terus berlatih mengembangkan bakat, bisa saja mereka merasa bosan dan ingin berhenti ditengah jalan. Disinilah peran motivasi orang tua sangat diperlukan agar anak tidak cepat menyerah. Mengembangkan bakat akan menjadi sulit tanpa adanya motivasi.

Bekali Ilmu Pengetahuan Lebih

Tidak hanya sekedar mengembangkan bakat anak dengan cara berlatih saja, namun akan lebih baik lagi jika anak dibekali dengan ilmu pengetahuan yang bisa mendukung bakatnya tersebut. Dengan adanya ilmu pegetahuan, seorang anak bisa berfikir secara bijak terhadap apa yang harus ia lakukan. Bakat tidak dapat dikembangkan hanya dengan latihan, namun juga ilmu pengetahuan.

Jadilah Fasilitator Yang Baik

Agar bisa mengembangkan bakat yang dimiliki, seorang anak pasti membutuhkan fasilitator.  Satu-satunya fasilitator terdekatnya adalah orang tua. Maka dari itu, setiap orang tua harus bisa menjembatani anak untuk mengembangkan bakatnya. Cobalah untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diperlukan anak untuk mengembangkan bakatnya.

Dengarkan Kesulitan Anak

Ketika sedang mengembangkan bakat, seorang anak pasti akan menemukan kesulitan-kesulitan ditengah jalan. Tapi jangan khawatir, ini adalah proses belajar yang memang harus mereka lalui. Sebagai orang tua, sebaiknya selalu dengarlah apa saja keluh kesah mereka kemudian cobalah mencari solusinya bersama-sama.

Selalu Berikan Pujian

Poin terakhir ini sangat penting. Orang tua harus selalu memberikan pujian apa saja hasil yang diraih dari minat dan talenta anak. Jangan sekali-sekali menghujat atau mencemooh jika hasilnya jelek. Terus beri anak pengaruh positif agar timbul rasa optimistis. Memberi apresisasi pada anak akan mempermudah mereka dalam mengembangkan bakat.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara mengembangkan bakat anak sejak usia dini. Mendidik anak jangan hanya terpaku pada kepandaian mereka dalam menguasai pelajaran. Faktanya, banyak anak yang sering jadi juara kelas namun tidak jadi apa-apa saat mereka besar. Ini membuktikan bahwa pandai bukan jaminan untuk sukses.

Kebanyakan orang sukses di dunia ini dapat meraih keberhasilan dengan bermodal bakat serta minat yang mereka miliki.  Namun bukan sembarang bakat, namun kemampuan tersebut memang sudah diasah sejak lama hingga mereka jadi benar-benar ahli. Untuk itu, cobalah mengembangkan bakat anak sedini mungkin.
Lanjutkan Membaca »
7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak

7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak

Di era digital seperti saat ini segala sesuatu sangat dimudahkan termasuk dalam urusan tontonan. Jika jaman dahulu satu-satunya tontonan paling banyak disukai adalah televisi, namun sekarang sudah hadir media lain yaitu Youtube yang banyak di gandrungi. Youtube sendiri kini sudah menjadi alternatif tontonan bagi banyak orang termasuk anak-anak.

Meski Youtube berbeda jauh dengan televisi, namun konten-kontennya cukup menarik, dimana pengguna dapat memilih sendiri tontonan mereka. Namun jangan salah, dibalik itu semua ternyata ada banyak dampak negatif dari Youtube terutama pada anak jika orang tua terlalu membebaskan mereka. Dampak negatif dari Youtube inilah yang harus diwaspadai.

7 Cara Mudah Mengatasi Dampak Negatif Youtube Pada Anak

Sebagian orang tua masih belum sadar terhadap dampak negatif dari Youtube yang bisa saja terjadi pada anak. Mengenalkan Youtube sebagai alternatif hiburan untuk anak bukanlah hal yang salah, asalkan dapat dikontrol dengan baik oleh orang tua. Hal ini dilakukan agar anak bisa terhindar dari dampak negatif Youtube itu sendiri.

Lalu, Bagaimana Cara Menghindari Dampak Negatif Youtube?

Memberikan tontonan dari Youtube pada anak ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi banyak konten pengetahuan yang belum tentu ada di televisi, disisi lain juga banyak konten tidak baik yang seharusnya tidak ditonton oleh anak-anak. Bagi para orang tua dihimbau agar berhati-hati terhadap hal ini. Lakukan cara-cara ini untuk menghindari dampak negatif Youtube pada anak.

Berikan Contoh Yang Baik

Sebaik apapun metode pengajaran yang diterapkan orang tua kepada anaknya, akan lebih baik lagi jika dimulai dari diri sendiri. Memberikan contoh yang baik terhadap anak pengaruhnya jauh lebih besar daripada hanya sekedar memberikan pengertian.

Dampak negatif Youtube bisa saja mempengaruhi anak karena kesalahan orang tuanya sendiri yang suka terang-terangan menonton konten yang seharunya tidak pantas untuk anak. Belajarlah memilih dan memilah tontonan yang baik supaya anak anda bisa mencontoh sikap orang tuanya tersebut.

Awasi Setiap Konten Yang Dilihat

Sebagai orang tua, cobalah untuk terus melakukan pengawasan terhadap setiap konten yang diliht oleh anak. Hal ini bertujuan supaya mereka tidak terkena dampak negatif Youtube dari sajian konten-konten yang tidak pantas. Pengawasan ini dapat anda lakukan setiap kali anak mengakses Youtube.

Saat ini, Youtube sendiri telah memberikan kebebasan dari para pengguna untuk bisa mengunggah berbagai konten secara personal. Akibatnya banyak orang berlomba-lomba menjadi Youtuber supaya terkenal hingga rela membuat konten yang tidak pantas hingga memiliki dampak negatif.

Berikan Pendampingan Saat Menonton

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menghindari dampak negatif Youtube pada anak adalah selalu memberikan pendampingan setiap kali mereka menonton. Sebisa mungkin jangan biarkan anak mengakses Youtube secara pribadi ataupun sembunyi-sembunyi.

Memberikan pendampingan secara eksklusif dapat mengurangi resiko dampak negatif Youtube pada anak. Selain itu orang tua juga bisa memberikan pengertian tentang konten yang baik untuk ditonton dan yang tidak. Jadikan Youtube sebagai wadah belajar yang menyenangkan.

Filter Jenis Konten Yang di Tonton

Tahukah anda jika setiap hari ada ratusan ribu video yang di upload di Youtube? Dari sekian ribu konten tersebut sebagian besar adalah video-video yang membawa dampak negatif pada anak. Nah, disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan.
 
Sebagai orang tua, anda harus pandai melakukan filter terhadap jensi konten yang ditonton oleh anak. Bedakan mana konten yang edukatif, menghibur, dan yang tidak pantas. Kelalaian orang tua terhadap filterisasi konten dapat memperbesar kesempatan anak terkena dampak negatif Youtube.

Buat Peraturan Bersama

Jika benar-benar ingin terhindar dari dampak negatif Youtube, ajaklah anak anda berbicara berdua untuk membuat kesepakatan berdua. Membuat peraturan adalah cara tegas yang bisa diterapkan pada anak sekaligus membuat mereka menjadi terbiasa disiplin.

Baca Juga:
  1. 10 Langkah Mengatasi Anak Yang Kecanduan Nonton Youtube 
  2. 7 Dampak Negatif Full Day School Pada Perkembangan Anak 
  3. Cara Menghemat Kuota Internet Saat Nonton Youtube 

Beberapa peraturan seperti meminta ijin sebelum menonton, harus mau didampingi, nonton sesuai jadwal, menanyakan hal yang tidak dipahami dan sejenisnya dapat mulai anda terapkan. Membatasi tontonan anak bisa jadi hal baik untuk menghindari dampak negatif Youtube.

Batasi Jam Menontonnya

Terkadang seorang anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam didepan layar ponsel hanya untuk menyaksikan video Youtube. Selain dampak negatif dari Youtube itu sendiri, ada pula dampak terhadap kesehatan mata anak. Oleh karena itu, batasi jam menonton agar tidak terjadi kecanduan.

Menurut penitian American Academy of Pediactrics, anak usia 2-5 tahun diperbolehkan menonton dengan durasi maksimal satu jam perhari. Sedangkan usia dibawah usia 2 tahun disarankan agar menghindari media berbasi layar. Pembatasan jam menonton ini akan berpengaruh baik terhadap kesehatan mata selain menghindari dampak negatif Youtube itu sendiri.

Selalu Cek Riwayat Pencarian

Salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua untuk menghindarkan anak dari dampak negatif Youtube adalah adanya fitur riwayat pencarian. Fitur ini dapat memunculkan kembali kata kunci apa saja yang pernah dicari dalam periode waktu terdekat.

Selalu kroscek riwayat pencarian di aplikasi Youtube pada ponsel anda setiap habis digunakan oleh anak. Riwayat pencarian ini dapat memberitahu anda mengenai jenis konten apa saja yang pernah dicari oleh anak. Jika ada konten yang mengarah pada dampak negatif, anda dapat segera melakukan tindakan.

Penutup

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi dampak negatif Youtube pada anak. Sejatinya anak-anak belum memahami dampak apa yang bisa saja terjadi terhadap tontonan mereka. Disinilah fungsi orang tua sangat diperlukan sebagai pendamping. Baik atau buruknya tontonan Youtube tergantung dari jenis konten apa yang disajikan. Jika anda punya tips lain, silahkan tulis dikolom komentar ya.
Lanjutkan Membaca »