10 Cara Menghemat Uang Belanja Supaya Tidak Boros

Berbelanja merupakan salah satu hal yang lazim dilakukan setiap orang untuk memenuh kebutuhannya. Hal yang mengasyikkan bagi kebanyakan wanita itu terkadang membuat lupa diri sehingga berdampak pada membengkaknya pengeluaran. Salah satu penyebab banyaknya uang yang dikeluarkan untuk belanja adalah membeli barang diluar kebutuhan yang sudah direncanakan. Oleh karena itu, strategi belanja hemat pun diterapkan oleh banyak orang supaya tidak boros dan banyak pengeluaran.

Pemborosan dalam hal belanja menjadi salah satu isu populer yang sudah bersifat global. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pakar bisnis yang mengulas dan memberikan segudang saran untuk menghemat pengeluaran belanja. Ini tentu menjadi indikasi bahwa betapa bahayanya pengeluaran berlebihan yang hanya digunakan untuk membeli barang-barang diluar kebutuhan. Sebagai pemegang keuangan utama, adalah suatu kewajiban bagi para ibu rumah tangga dalam menyiasati pengeluaran belanja supaya tidak terjadi pemborosan.
 
Menghemat Uang Belanja

Cara Menghemat Uang Belanja Supaya Tidak Boros


Menghemat pengeluaran belanja bukanlah suatu kemustahilan jika dilakukan dengan strategi dan perencanaan yang baik. Ada banyak cara yang dapat di terapkan untuk menyiasati pengeluaran yang berlebihan meskipun barang belanjaan yang kita butuhkan jumlahnya cukup banyak. Hal ini dapat mengontrol pengeluaran sehingga tidak terjadi pembengkakan pengeluaran. Berikut ini adalah 10 cara yang bisa anda gunakan untuk menghemat uang belanja supaya tidak boros.

1. Gunakan List Belanja

Mendaftar dan mencatat barang kebutuhan adalah cara pertama yang dapat anda lakukan untuk menghindari pembelian barang diluar kebutuhan. Tulislah daftar belanja dari urutan barang yang paling penting dan paling dibutuhkan terlebih dahulu. Catat semua barang-barang yang anda butuhkan secara menyeluruh dalam satu daftar. Dengan mencatat seluruh barang yang dibutuhakan akan memudahkan anda dalam proses seleksi. Pilihlah barang yang benar-benar paling mendesak dan diperlukan untuk dibelanjakan terlebih dahulu supaya pengeluaran bisa terfokus dalam satu titik.

2. Lihat Netto dan Harga

Pada saat berbelanja produk seperti sabun, shampo, detergen, pasta gigi dan lain-lain, khususnya untuk produk yang tersedia dalam berbagai macam kemasan mulai dari yang besar sampai yang kecil. Coba perhatikanlah netto-nya dan bandingkan dengan harganya. Jangan pernah tergiur dengan kemasan kecil yang dibanderol dengan harga murah. Justru produk dengan kemasan besar, jika ditinjau dari segi netto dan harga, nilainya malah lebih murah dan lebih ekonomis ketimbang kemasan yang berukuran kecil. 

Sebagai contoh, sebuah pasta gigi kemasan kecil dengan netto 75 gram harganya Rp. 4.000,- sedangkan kemasan besar dengan netto 190 gram harganya Rp. 9.000,-. Manakah yang lebih murah? Anda dapat mendapatkan harga terbaik dengan mengetahui harga per gramnya. Caranya adalah dengan membagi harga dengan netto, lalu bandingkan keduanya.

Misalnya harga per gram kemasan kecil pasta gigi 4.000 : 75 = 53,3. Artinya setiap gram pasta gigi tersebut harganya 53,3 rupiah. Lalu bandingkan dengan pasta gigi kemasan besar yang harga per gramnya 9.000 : 190 = 47,3. Setiap gram pasta gigi kemasan besar harganya 47,4 rupiah. Sekarang bandingkan keduanya, setiap gram pasta gigi kemasan kecil harganya 53,3 rupiah sedangkan pasta gigi kemasan besar harganya 47,3 rupiah, dari keduanya kita dapat menyimpulkan bahwa kemasan besar harganya lebih murah dan lebih ekonomis.
Meskipun memiliki selisih yang kecil, namun itu dapat menghemat pengeluaran anda karena barang pasta gigi akan terus anda butuhkan dan digunakan secara berulang. Secara otomatis anda juga akan selalu membelinya jika pasta gigi tersebut habis. Jika dikalkulasi dengan jumlah yang banyak, secara tidak sadar itu juga turut andil dalam membengkaknya pengeluaran. Jadi sebagai salah satu contoh, belilah pasta gigi dengan kemasan besar karena harganya lebih ekonomis.

3. Tentukan Waktu Yang Tepat

Buatlah jadwal kapan anda akan melakukan belanja rutin. Tentukan waktu untuk berbelanja dan sesuaikan dengan kebutuhan anda. Bisa menggunakan waktu pada awal bulan atau membuat jadwal belanja di waktu yang lain. Yang jelas, tentukanlah rencana waktu belanja anda secara pasti. Selain itu, atur jumlah barang belanjaan dan sesuaikan dengan jangka waktu penggunaan. Anda bisa mengira-ngira jumlah barang tersebut cukup untuk mencukupi kebutuhan dalam jangka waktu tertentu. Misalkan anda berbelanja detergen satu bulan sekali, maka belilah detergen untuk mencukupi kebutuhan dalam jangka waktu penggunaan selama satu bulan.

4. Buat Anggaran

Tentukan anggaran untuk belanja kebutuhan secara rinci dan terencana. Hal ini bertujuan supaya angaran belanja tetap terkontrol. Selain itu, anda juga harus memetakan anggaran belanja sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan dalam waktu tertentu. Misalnya dalam satu bulan  anda memiliki anggaran sebesar Rp 2.000.000,- untuk berbelanja kebutuhan. Maka,anda harus mengelola uang tersebut dengan baik dengan cara memetakannya kedalam beberapa bagian seperti contoh berikut ini.
  • Kebutuhan makan 1 bulan : Rp. 1.000.000,-
  • Kebutuhan rumah tangga 1 bulan : Rp. 350.000,-
  • Kebutuhan pribadi 1 bulan: Rp. 250.000,-
  • Kebutuhan lainnya 1 buan: Rp. 400.000,-

5. Tentukan Anggaran Harian

Selain menentukan anggaran bulanan, anda juga harus membuat anggaran harian. Usahakan jangan berbelanja melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Selain itu, buat anggaran keuangan khusus untuk mengantisipasi adanya kebutuhan mendadak yang bisa datang sewaktu-waktu. Disiplinlah dalam menggunakan anggaran harian yang sudah ditetapkan. Dengan begini anggaran pengeluaran anda akan tetap terkontrol.

6. Fokus Berhemat

Anda harus benar-benar fokus dalam menghemat anggaran belanja. Jangan mudah terpancing oleh promosi di toko-toko atau tempat belanja. Sebisa mungkin abaikan diskon yang bisa saja menggoda anda sewaktu-waktu. Fokuslah pada tujuan dan pada barang kebutuhan yang akan dibeli. Dalam hal ini keteguhan hati yang anda miliki berperan sangat vital agar tetap konsisten dalam berhemat.

7. Selektif Dalam Belanja

Selektif berarti anda harus menyeleksi barang yang berkaitan dengan kebutuhan. Dalam berbelanja kebutuhan, anda harus teliti dalam memilih barang kebutuhan yang akan dibeli. Meneliti kualitas, harga, dan fungsi sangatlah penting supaya anda tidak salah dalam menentukan barang yang akan dibeli. Belilah barang yang memiliki kualitas sama namun dengan harga yang lebih ekonomis. Dalam hal ini anda boleh sedikit mengabaikan merk supaya tidak tertipu oleh popularitas barang yang sebenarnya memiliki kualitas sama dengan barang yang lain. Biasanya barang dengan merk terkenal harganya lebih mahal daripada merk biasa, namun jika ditinjau dari segi kualitas sebenarnya perbedaannya hanya tipis.

8. Selektif Dalam Memilih Toko

Carilah toko yang menyediakan barang kebutuhan secara lengkap namun dengan harga yang lebih murah. Tidak semua toko besar menjual barang lebih murah ketimbang toko kecil dan juga sebaliknya. Memilih tempat belanja terbaik merupakan bagian dari cara menghemat anggaran pengeluaran agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan hanya terpaku pada satu toko saja, cobalah berkeliling toko supaya anda dapat mengetahui harga dari masing-masing toko. Seperti halnya melakukan survey kecil-kecilan, dengan membandingkan harga antara satu toko dan toko yang lainnya, anda akan mendapatkan harga terbaik. Cara ini tergolong mudah dan lebih efektif.

9. Selektif Dalam Menanggapi Promo

Ketika berbelanja di toko, biasanya terpampang banyak diskon menggiurkan yang dapat menggoyahkan keteguhan hati anda dalam berhemat. Gangguan-gangguan seperti inilah yang dapat menyebabkan gagalnya rencana berhemat. Untuk itu, anda harus berhati-hati dalam menanggapi promo. Ketika menanggapi promo, pilihlah penawaran yang benar-benar menguntungkan anda dari segi pengeluaran. Jangan mudah tergiur promo yang secara tidak sadar dapat membuat anda mengeluarkan uang lebih.

Sebagai contoh, Ada promo makanan ringan beli 1 gratis 1 dengan harga Rp. 9.000,-. Meskipun disitu ada penawaran beli 1 gratis 1, jangan seketika tergiur dengan promo tersebut. Lebih baik cek terlebih dahulu harga aslinya apakah harga satuannya memang benar Rp. 9.000,- ataukah memang harga satuannya Rp. 4.500,-. Jika ternyata harga satuan aslinya adalah Rp. 4.500,-, berarti dengan kata lain toko tersebut mengambil keuntungan 100% dari anda. Ini sama saja secara tidak sadar anda dipaksa berbelanja dua buah barang yang sama dengan harga asli.

10. Bedakan Antara Mahal dan Kemahalan

Dalam berbelanja anda harus bisa membedakan antara barang mahal atau kemahalan. Harga yang tinggi belum tentu mahal sedangkan barang yang murah bisa jadi kemahalan. Sandal dari kulit asli yang harganya Rp. 250.000,- sepasang itu memang mahal, namun sandal jepit yang dijual dengan harga Rp. 100.000 ribu itu kemahalan. Ketahuilah barang yang benar-benar menjual kualitas dengan barang-barang yang menjual merk namun kualitasnya sama.

Penutup
Dengan memahami informasi diatas terkait 10 tips belanja hemat supaya tidak boros, diharapkan dapat memberikan pengetahuan supaya anda lebih hemat dan jeli dalam mengelola anggaran pengeluaran. Anda dapat menggunakan informasi diatas sebagai referensi untuk mengevaluasi hal-hal yang menyebabkan pembengkakan pengeluaran. Lebih bijaklah dalam berbelanja agar hemat supaya tidak boros dalam anggaran pengeluaran.

10 Cara Menghemat Uang Belanja Supaya Tidak Boros