Impian Studio: Sukses Jadi Pionir Buku Pop-Up di Indonesia

Sudahkah anda mengenal Impian Studio? Jika belum tahu, mari kita mengenalnya lebih dekat. Impian Studio adalah studio buku pop-up yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Jogja. Di kota gudeg inilah studio kreatif itu lahir dan berkembang hingga pada akhirnya sukses menjadi pionir buku pop-up di Indonesia. Dengan segala keterbatasan, Impian Studio mampu mempopulerkan buku pop-up hingga ke seluruh nusantara.

Kesuksesan yang diraih Impian Studio tidak lepas dari sang pendiri sekaligus pemilik yang juga merupakan sepasang suami istri yaitu Hafez Achda dan Sulistyawati. Mereka mendirikan dan merintis studio tersebut dengan penuh lika-liku serta perjuangan yang hebat. Didirikan pada tahun 2011, pada awalnya impian studio hanya menerima tawaran-tawaran untuk membuat desain pop-up sebelum pada akhirnya mereka membuat buku dan menerbitkannya sendiri.

Gambar Impian Studio: Sukses Jadi Pionir Buku Pop-Up di Indonesia

Salah satu karya fenomenal dari studio yang berlokasi di perumahan Cepoko Indah tersebut adalah buku pop-up yang menjadi scene utama di video klip band papan atas Indonesia yaitu Letto. Didalam video klip lagu yang berjudul “Kasih Tak Memilih” itu, sang seniman pop-up Hafez Achda mampu menyajikan sebuah karya yang ciamik sehingga membuat siapa saja yang melihat akan terpana. Halaman-demi halaman buku pop-up yang terekam di video klip Letto itu mampu menceritakan runtutan kejadian dengan sangat baik. Konsep video klip ini mampu menghipnotis puluhan juta pasang mata di youtube dan menjadikannya sebagai video klip Letto paling banyak dilihat.

Mempopulerkan Buku Pop-up Pertama di Indonesia

Ditengah gersangnya industri buku anak di Indonesia, tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkarya. Perjalanan mereka dalam mempopulerkan buku pop-up dihalangi oleh banyak rintangan. Saat awal dirintis, Impian Studio mencoba menawarkan buku karya mereka ke berbagai penerbit namun hasilnya sangat mengecewakan. Semua penerbit yang mereka tawari tidak ada satupun yang mau memproduksi buku karyanya secara masal. Namun, kegagalan ini tidak mematahkan semangat mereka untuk terus berkarya.

Gambar Buku Pop-up Karya Impian Studio

Setelah mengalami banyak penolakan tersebut, mereka memutuskan untuk mencoba menerbitkan bukunya sendiri dengan mendirikan penerbitan indie yang mereka namai sebagai Impian Publishing. Pada tahun 2015 mereka meluncurkan buku pop-up karya mereka yang pertama berjudul “Big Animals” secara mandiri. Namun sayang, dari 500 buku yang diproduksi tidak sampai setengahnya laku terjual. Kondisi ini tidak membuat mereka berhenti untuk berkarya. Selang beberapa waktu kemudian mereka menggarap tawaran untuk membuat video klip untuk grup musik Letto yang membuat mereka semakin di kenal.

Pada tahun 2016, buku kedua mereka yang kedua di lepas ke publik dengan judul “Birds”. Format penjualannya pun berbeda dengan sebelumnya, pembeli harus memesan terlebih dahulu untuk bisa memilikinya. Berbeda dari sebelumnya, buku ini dibatasi jumlah penerbitannya yakni hanya 150 eksemplar saja. Diluar dugaan, buku tersebut laku keras hanya dalam waktu satu bulan. Mulai dari buku mereka yang kedua inilah pop-up karya impian studio mulai menemukan jalannya.

Setelah buku kedua mereka laris manis, Impian studio terus produktif dengan menerbitkan karya-karya baru dengan sistem yang sama, yaitu melalui pre-order dan hanya dibatasi penerbitannya sebanyak 150 eksemplar saja. Sampai pada penerbitan buku yang keempat, mereka memutuskan untuk mencetak ulang buku mereka yang pertama dan kedua dikarenakan banyaknya permintaan dari pembeli. Kolektor, begitulah mereka menyebut orang-orang yang membeli dan memiliki buku karya Impian Studio.

Suka Berbagi Ilmu Melalui Workshop

Semasa berdiri, Impian studio rutin melakukan workshop tentang pop-up kepada masyarakat di berbagai wilayah. Mulai dari kota-kota yang ada di pulau jawa bahkan hingga sampai pulau Kalimantan. Sang paper enginer, Hafez Achda dan istrinya Sulistyawati adalah orang yang tidak pelit ilmu. Mereka selalu mau berbagi kepada siapapun tanpa memandang umur, gender, suku apalagi ras. Siapapun yang ingin belajar, mereka akan selalu terbuka untuk berbagi.

Gambar Workshop Pop-up Impian Studio

Setiap mereka melakukan workshop tentang pop-up dari kota ke kota, peserta yang mendaftar selalu memenuhi kuota akibat antusiasme yang tinggi. Selain itu, pendiri sekaligus kreator pop-up Impian Studio, Hafez Achda juga sering diminta menjadi dosen terbang untuk membagikan ilmu pop-up yang dimilikinya kepada para mahasiswa. Tercatat, ia pernah beberapa kali memberi kuliah berbagai kampus terkenal.

Menerbitkan Berbagai Macam Seri Yang Menarik

Ada berbagai macam buku yang dibuat oleh Impian Studio untuk bisa dikoleksi oleh para kolektornya. Semenjak berdiri hingga artikel ini ditulis, tercatat sudah ada lebih dari 10 buku pop-up yang di terbitkan dan terus dicetak. Beberapa buku yang pernah dibuat dan diterbitkan oleh impian studio antara lain Big Animals, Birds, Dino, Wiu-Wiu, Laut Rumahku, Siang dan Malam, Hu Ha Hiks, Dua Rumahku, Seri Jalan-jalan dan Indonesian Archiculture. Khusus untuk seri Jalan-jalan dan Indonesian Archiculture, buku yang diterbitkan terdiri dari beberapa seri yang dijual terpisah.

Gambar Koleksi Buku Pop-up Impian Studio

Namun sayang, pada awal tahun 2018, tiga seri buku mereka yang pertama, kedua, dan ketiga tutup usia alias tidak diterbitkan lagi. Mereka menghentikan penerbitan ketiga buku tersebut dengan alasan agar lahir karya-karya terbaru. Meskipun ketiga buku pop-up tersebut sangat banyak jasanya bagi mereka, mereka merelakan ketiga seri tersebut dengan gembira. Karya yang lahir pada tahun 2016 tersebut dibiarkan untuk istirahat dengan tenang.

Berbagai macam respon diutarakan oleh para kolektor di instagram Impian Studio dengan berbagai macam ekspresi. Beberapa diantara mereka merasa sedih karena buku tersebut termasuk pop-up yang banyak digilai oleh anak-anak kecil. Sebagian diantara mereka merasa kecewa akibat belum sempat mengoleksi, namun sudah terburu di “pensiunkan”. Namun ada juga beberapa kolektor yang berkomentar positif karena sudah sempat memiliki buku tersebut.

Memiliki Galeri dan Perpustakaan

Tepat pada bulan Januari 2018, Impian studio secara resmi mengumumkan pembukaan toko sekaligus perpustakaan mereka yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Siapa saja boleh berkunjung ke galeri yang dibuat khusus untuk para kolektornya supaya bisa mengenal lebih dekat Impian Studio. Dengan Ruangan yang dipenuhi oleh pernak-pernik buku pop-up, ditambah dengan lukiasn dinding dan properti yang ciamik, membuat galeri ini terasa sangat nyaman dan menyenangkan.

Gambar Toko dan Perpustakaan Impian Studio

Para kolektor yang datang ke geleri bisa melihat-lihat koleksi buku pop-up terbitan Impian Studio maupun buku pop-up dari berbagai penjuru dunia yang disediakan diperpustakaan. Jika menghendaki, pengunjung juga bisa membeli buku-buku yang dijual di galeri tersebut. Selain itu, ditempat ini pula sering diadakan kegiatan berupa workshop yang bisa di ikuti oeh siapa saja. Tentu saja work shop yang digelar temanya tidak jauh dari materi pop-up. Rata-rata peserta yang mengikuti workshop pop-up adalah anak-anak yang penasaran dengan buku unik tersebut.

Profil Lengkap Impian Studio

Nama Studio: Impian Studio
Slogan: Adalah Nyata
Pendiri: Hafez Achda & Sulistyawati
Penerbit: Impian Publishing
Pop-up Artis: Hafez Achda
Alamat: Perum Cepoko Indah B.38, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Jogja. (Tersedia di Google Maps)
Instagram: @impianstudio
Youtube: Impian Studio
Email: impianpublishing.is@gmail.com
Kontak: (WhatsApp) 0812-6128-0394

Impian Studio: Sukses Jadi Pionir Buku Pop-Up di Indonesia