Faktor Penyebab Produk Usaha Makanan Tidak Laku Dipasaran

Produk Usaha adalah salah satu barang atau jasa yang dihasilkan oleh pelaku usaha untuk di perjual-belikan. Salah satu jenis produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha untuk dijual adalah produk makanan. Produk makanan merupakan salah satu produk usaha yang sering sekali kita jumpai dijual di pasaran. Ada berbagai macam produk makanan yang di perjual-belikan di pasaran mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Seiring perkembangan jaman, penjualan produk makanan semakin banyak jenisnya karena telah melalui tahap inovasi dari manusia itu sendiri. Karena makanan adalah suatu kebutuhan bagi manusia, sehingga dibuatlah berbagai macam varian dan variasi produk untuk membangkitkan nafsu makan. Hal inilah yang menjadi dasar para pelaku usaha khususnya dibidang makanan untuk berlomba-lomba menarik hati konsumen dengan menawarkan produk makanan yang inovatif.

Banyaknya macam dan jenis makanan yang beredar dimasyarakat  membuat persaingan pasar produk makanan menjadi sangat ketat. Mulai dari makanan lokal Indonesia hingga makanan dari luar negeri kini dijual bebas membanjiri persaingan di berbagai sektor pasar. Ketatnya persaingan ini membuat banyak produk usaha khususnya makanan gulung tikar. Akibat dari produk yang di jual tidak laku, para pelaku usaha memilih untuk menutup usahanya.

gambar faktor penyebab produk makanan tidak laku

Faktor Penyebab Produk Usaha Makanan Tidak Laku Dipasaran


Menjual makanan agar cepat laku ditengah ketatnya persaingan pasar memang tidak mudah. Apalagi produk makanan memiliki tenggang waktu konsumsi yang relatif pendek sehingga jika tidak segera laku maka makanan tersebut akan kadaluwarsa. Sebenarnya tidak hanya persaingan pasar yang ketat saja, tapi ada beberapa faktor penyebab kenapa suatu produk makanan tidak laku dipasaran. Berikut ini adalah 6 faktor penyebab tidak lakunya produk makanan dipasaran.

1. Rasa Makanan Kurang Enak

Rasa adalah salah satu daya tarik kenapa konsumen selalu membeli produk makanan tersebut. Produk makanan berat disuatu tempat dengan rasa terbaik selalu ramai didatangi konsumen bahkan hingga rela antri berjam-jam. Untuk Produk makanan kemasan dengan rasa terbaik selalu menghabiskan ratusan hingga puluhan bungkus setiap harinya. Hal ini menunjukkan fakta betapa magisnya sebuah cita rasa dalam menaklukkan lidah konsumen.

Untuk membuat sebuah cita rasa makanan terbaik dibutuhkan resep khusus yang didapat dari uji coba dan riset. Resep makanan tidak hanya datang dari bumbu yang digunakan tetapi juga dari cara pengolahan dan teknik memasak. Menciptakan sebuah resep yang mumpuni bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran, kerja keras dan ketelatenan yang tinggi untuk mendapatkan hasil sempurna.

Oleh karena itu, produk makanan dengan cita rasa biasa saja bahkan kurang disukai konsumen akan tersisih dan terpinggirkan dari ketatnya persaingan pasar. Konsumen akan berpikir dua kali untuk berlangganan membeli makanan dengan cita rasa yang tidak sesuai harapan. Apalagi anda memiliki kompetitor produk serupa dengan rasa yang lebih menjanjikan. Faktor ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan sebab gagalnya usaha makanan anda dari pasaran.

Sebagai solusinya, anda harus berupaya meningkatkan cita rasa dari produk makanan tersebut dengan cara merevisi serta menemukan resep baru dengan rasa yang lebih sempurna dan dapat diterima konsumen. Sabar dan banyak mencoba adalah salah satu kunci menemukan resep yang tepat. Dengan cita rasa yang nikmat, konsumen pasti ketagihan dan menyukai produk makanan yang anda jual.

2. Tidak Cocok Dengan Lidah Konsumen

Faktor kedua yang mungkin bisa menjadi penyebab tidak lakunya produk makanan adalah rasa yang tidak cocok dengan lidah konsumen. Berbeda dengan cita rasa, rasa yang tidak cocok disebabkan karena asingnya makanan dilidah para konsumen. Sebagai contoh, anda mengadopsi makanan jepang dengan bahan baku ikan mentah yang mendominasi. Mungkin di negara asalnya makanan tersebut menjadi primadona, namun jika dijual di indonesia akan banyak konsumen yang tidak cocok dengan rasa makanan tersebut karena tidak terbiasa makan ikan mentah.

Salah satu solusi yang dapat anda terapkan ketika menemukan kendala tidak cocoknya rasa makanan dengan lidah konsumen adalah dengan sedikit mengubahnya dan menyesuaikannya. Mengubah rasa dan menyesuaikannya dengan lidah konsumen memang tidaklah mudah. Bahkan bisa berdampak pada berubahnya keaslian rasa dari makanan tersebut. Namun itu semua bukanlah sebuah masalah jika memang anda ingin produk yang dijual diminati konsumen. Mengubah rasa dan menyesuiakan dengan lidah konsumen adalah solusi terbaik.

3. Harga Tidak Sesuai Kualitas

Dipasaran terkadang kita dapati produk makanan yang harganya tidak sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Kesenjangan antara kualitas dan harga inilah yang dapat menyebabkan tersingkirnya sebuah produk dari kompetisi pasar. Misalkan ada sebuah produk A dengan kualitas kurang memadai serta penampilannya biasa saja yang dijual pada harga diatas rata-rata. Hal ini tentu membuat konsumen tidak mau untuk membeli produk tersebut.

Untuk itu, lebih bijaklah dalam mematok dan menentukan harga apalagi produk tersebut berupa makanan. Jika memang kualitas yang ditawarkan biasa saja, maka jangan mematok harga terlalu tinggi. Ciptakan produk makanan murah meriah sekalian dengan target pasar masyarakat menengah kebawah. Sebaliknya, jika produk yang dijual kualitasnya terbaik, tidak masalah jika dipatok dengan harga tinggi. Pada akhirnya konsumen akan memaklumi perbandingan antara harga dan kualitas memang setimpal.

4. Harga Kurang Cocok Dengan Kantong Konsumen

Terkadang pangsa pasar yang salah dapat menyebabkan tidak lakunya suatu produk makanan. Ambil sebagai contoh, sebuah Pizza asli italia dengan harga Rp. 60.000,-  per box dijual didaerah pinggiran yang mayoritas masyarakatnya berpenghasilan rendah. Meskipun kualitas makanan yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga, namun jika memang harga kurang cocok dengan kantong konsumen maka akan sepi pembeli. Kaji ulang apakan faktor ini menjadi salah satu penyebab tidak lakunya produk makanan yang anda jual atau tidak. Jika memang ini menjadi salah satu faktor penyebabnya.

5. Tampilan Kurang Menarik

Tampilan produk adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk membelinya. Ibarat penampilan seseorang yang bagus, rapi, enak diapandang, pasti banyak orang yang menyukainya. Begitu pula dengan penampilan produk. Penampilan produk yang unik dan menarik dapat mempengaruhi konsumen untuk membelinya. Sebaliknya, jika pelaku usaha tidak peduli dengan penampilan produknya maka konsumen juga akan malas ketika mau membeli produk tersebut.

Untuk produk usaha makan di berat warung di warung makan atau restoran, memperbaiki cara platting adalah salah satusolusi yang dapat diterapkan. Keunikan penyajian yang disusun sedemikian rupa dapat menggairahkan nafsu makan konsumen. Tampilan penyajian yang bagus dapat memancing rasa penasaran konsumen untuk membeli makanan tersebut. Apalagi di era digital seperti ini, tampilan penyajian yang bagus dapat diguanakan sebagai sarana promosi di media sosisal melalui foto.

Sedangkan untuk usaha makanan dalam kemasan, solusi yang tepat jika tampilan produk kurang menarik adalah dengan memperbaiki cara pengemasannya. Tinggalkan cara pengemasan konvensional dan ubah ke tampilan modern. Gunakan kemasan yang yang menarik dan bagus. Tambahkan label kemasan stiker atau sablon untuk branding produk anda. Dengan begini konsumen akan mudah mengenali produk dan meningkatkan kepercayaannya.

6. Kurang Promosi

Faktor lain yang menjadi penyebab tidak lakunya produk makanan adalah kurangnya promosi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Coba anda pikirkan, siapa yang akan membeli produk anda jika tidak ada yang kenal dengan produk tersebut. Ibarat pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Jika konsumen sudah kenal, maka sayang jika tidak membelinya.

Promosi merupakan salah satu usaha wajib yang dilakukan setiap pelaku usaha dalam upaya meningkatkan penjualan. Semakin sering promosi dilakukan, maka semakin banyak pula orang yang mengenal produk tersebut. Seringnya promosi juga dapat membiasakan orang mengenali produk anda, lama-kelamaan konsumen akhirnya penasaran dan membeli produk tersebut. Jika produk tersebut sesuai harapan ada kemungkinan bersar konsumen akan membelinya lagi dan lagi.

Penutup
Itulah 6 faktor penyebab yang dapat anda gunakan sebagai tolak ukur kenapa produk makanan yang dijual tidak laku dipasaran. Mungkin ada salah satu dari enam faktor diatas yang menjadi penyebabnya. Dengan mengetahui faktor tersebut, memudahkan anda dalam memperbaiki dan mengevaluasi sektor mana yang menjadi masalah.

Faktor Penyebab Produk Usaha Makanan Tidak Laku Dipasaran