Saat Melayani Pembeli, 9 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Penjual

Berjualan/Berdagang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh penjual untuk menjual dagangannya. Kegiatan jual beli dapat dilakukan dibanyak tempat seperti pasar, toko, supermarket hingga di pinggir jalan. Semua tujuan dari berjualan adalah sama, yaitu untuk menjual produk dan mendapatkan laba. Untuk itu para pedagang seringkali belomba-lomba mencari perhatian konsumen agar mau membeli barang dagangannya dengan berbagai cara.

Meskipun menggunakan berbagai cara dan strategi berdagang untuk menarik hati para konsumen, pedagang juga harus menjaga etika dan perilaku ketika sedang berdagang. Jangan sampai kecerobohan yang dibuat akan menyebabkan calon pembeli menjauh dari lapak. Untuk itu, penjual harus memperhatikan aspek-aspek berjualan supaya konsumen betah berlama-lama belanja. Penjual harus mampu membedakan mana yang boleh dilakukan saat berhadapan dengan calon pembeli dan mana yang tidak.

Penjual Saat Melayani Pembeli

9 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Penjual Saat Melayani Pembeli


Namun pada kenyataannya, para pedagang sering kali melakukan kegiatan atau aktivitas yang dapat membuat calon pembelinya enggan mendekat. Alih-alih menarik hati para konsumen, para pedagang justru malah membuat calon pembeli merasa tidak nyaman dan meninggalkannya akibat dari kesalahan si penjual tersebut. Bahkan ada juga konsumen yang sampai kapok untuk mampir lagi ke lapak pedagang tersebut. Untuk itu, Hal-hal dibawah ini perlu diperhatikan oleh penjual saat melayani seorang pembeli.
 

1. Banyak Omong Atau Cerewet

Sebagai penjual, sebaiknya anda lebih sedikit bicara saat sedang berhadapan dengan calon pembeli. Berbicaralah secukupnya saja. Sekedar memberikan informasi sederhana terkait produk yang anda jual saja sudah lebih dari cukup. Biarkan konsumen sendiri yang menggali informasi yang dibutuhkan dengan cara bertanya. Ketika pembeli mengajukan pertanyaan tentang detail produk, baru anda menjawab dengan jawaban yang relevan dengan pertanyaan tersebut.

Tapi diluar sana terkadang ada karakter penjual yang suka berbicara nyerocos sesukanya sendiri padahal pembeli tidak membutuhkannya. Apalagi jika penjual tersebut memberikan penjelasan terkait informasi barang secara panjang lebar padahal pembeli tidak menanyakannya. Hal ini dapat menyebabkan calon pembeli tidak nyaman dan merasa risih dengan penjual macam tersebut.
 

Oleh karena itu, cobalah menjadi penjual yang mengerti apa kemauan calon pembeli dan utamakan kenyamanannya. Lebih sedikit bicara dan menjadi pendengar yang baik. Berikan informasi secukupnya. Jawab pertanyaan yang diajukan secara singkat dan jelas.
 

2. Mengikuti Pembeli Saat Memilih-milih Barang

Penjual yang seperti ini biasanya sering kita jumpai di toko-toko entah itu toko sepatu, toko baju, toko peralatan rumah tangga, toko elektronik dan lain-lain. Mereka mengikuti calon pembeli yang sedang melihat-lihat barang kemanapun bahkan kesetiap sudut ruangan. Hal ini membuat asumsi negatif dan berlebihan dari calon pembeli anda. Seakan-akan kebebasan mereka untuk memilih-milih dan melihat-lihat barang menjadi terbatasi.
Pembeli akan merasa sangat tidak nyaman dan risih tentunya. Jangan melakukan hal ini sebagai penjual. Berikan kebebasan pada calon pembeli untuk sekedar melihat-lihat dan berkeliling. Biasanya setelah mereka puas memilih-milih, pembeli akan menentukan barang yang akan dibeli pada satu pilihan yang menurutnya tepat. Untuk itu jangan dibatasi ruang geraknya karena akan membuat pembeli tidak jadi menentukan pilihannya.

3. Banyak Tanya

Pada saat ada pembeli yang masuk ke toko, biasanya ada tipe penjual yang suka bertanya, “Sedang cari apa?”, “Ingin yang seperti apa?”, “Mau model yang kaya gimana?”, “Cari yang harganya berapa?”. Hindari dan jangan pernah tanyakan pertanyaan tersebut atau sejenisnya kepada calon pembeli. Buang jauh pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan tersebut. Itu hanya akan membuat pembeli tidak suka.

Anda tidak perlu menanyakan hal tersebut karena calon pembeli yang datang ke tempat anda sudah tahu apa yang harus ia lakukan. Tujuannya datang ke tempat anda dan apa yang akan dicari juga sudah jelas tanpa anda tanyakan. Kalau memang apa yang mereka cari tidak ada, pada akhirnya mereka juga akan menanyakannya kepada anda. Jadi, sebagai penjual anda jangan terlalu banyak mengajukan pertanyaan kepada calon pembeli. Biarkan saja mereka mencari apa yang dicari terlebih dahulu. 

4. Merayu Pembeli

Bermaksut supaya calon pembeli membeli barang dagangannya, biasanya penjual menerapkan strategi dagang dengan cara merayu. Misalkan seorang penjual berkata “Silahkan dibeli saja, ini murah lho, barangnya bagus”. Kalimat tersebut tidak akan membuat calon pembeli tertarik untuk membelinya tetapi justru malah kebalikannya, ia akan merasa tertekan dan tidak jadi beli.

Tanpa dirayupun jika memang barang itu cocok dengan apa yang dicari, pembeli pasti akan membayarnya. Namun kebalikannya, jika memang tidak cocok dan bukan menjadi pilihannya, maka pembelipun enggan membayar barang tersebut. Merayu bukanlah strategi yang efektif untuk menarik hati pembeli, tapi justru dapat membuatnya tertekan.

5. Memaksa Untuk Membeli

Selain merayu, ada juga penjual yang suka memaksa calon pembelinya agar jadi membeli barang dagangannya. Ini adalah strategi dagang yang salah kaprah. Hal ini malah melanggar etika transaksi jual beli. Sebagai seorang penjual, seharusnya mengedepankan kebebasan dari calon pembeli. Pembeli mempunyai hak untuk membeli dan juga punya hak untuk tidak membelinya. Jangan pernah memaksa calon pembeli hanya sekedar untuk menghabiskan stok barang dagangan saja. Tinggalkan cara ini supaya pembeli tidak kapok untuk datang lagi ke lapak dagangan anda di lain waktu.

6. Tidak Ramah

Penjual yang tidak ramah masih sering kita temui, mungkin salah satu diantaranya adalah anda. Indikasi bahwa penjual tersebut tidak ramah adalah berbicara dengan nada tinggi, malas tersenyum, tidak melayani dengan baik, jutek atau cuek, bersikap masa bodoh, tidak peduli terhadap calon pembeli dan lain sebagainya. Tinggalkan citra seperti itu dan jadilah penjual ramah yang disukai banyak pembeli.

Citra ramah sangatlah penting bagi seorang pedagang. Keramah-tamahan yang dimiliki seorang pedagang dapat menjadi senjata ampuh untuk menarik hati pembeli. Bandingkan dengan penjual yang tidak ramah. Jangankan untuk membeli, datang ke tempatnya saja calon pembeli tidak akan pernah mau.

7. Tidak Fokus Melayani Pembeli

Ketika sedang berhadapan dengan pembeli, cobalah untuk fokus melayaninya. Tinggalkan semua aktivitas selain yang tidak berkaitan dengan kebutuhan calon pembeli. Masih sering dijumpai pedagang yang tidak fokus dalam melayani namun malah melakukan aktivitas lain seperti main handphone, makan makanan ringan, asyik mendengarkan musik dan lain-lain.

Lakukan tugas anda dengan penuh kesadaran. Layani semua yang mereka butuhkan dengan baik. Baik itu dalam memilih model, warna, bahan dan lainnya. Cobalah untuk mengerti dan menjadi pelayan yang profesional bagi calon pembeli anda, karena pelayanan yang baik akan menggiring calon pembeli untuk membeli barang yang anda jual.

8. Meremehkan Pembeli

Jangan sekali-kali meremehkan pembeli yang membeli barang dengan jumlah kecil dan nilai transaksi yang sedikit. Jumlah yang dibeli oleh pembeli sudah disesuaikan dengan kebutuhannya. Jika memang mereka membutuhkan barang dengan jumlah banyak, mereka akan berbelanja banyak pula. Jika memang kebetulan yang dibutuhkan sedikit, mereka juga tidak mungkin untuk membeli dalam jumlah banyak.

Terkadang masih sering ditemui pedagang yang membedakan pembeli yang membeli dalam jumlah banyak atau sedikit, nilai transaksi yang besar atau kecil. Pada dasarnya semua pembeli adalah sama. Tidak ada yang istimewa dan tidak ada yang dikhususkan berdasarkan kepada jumlah pembelian atau nilai transaksi.
 

9. Marah Ketika Pembeli Tidak Jadi Beli

Terakhir ini adalah hal yang sangat sering terjadi. Penjual merasa marah setelah pembeli tidak jadi membeli barang dagangannya. Bahkan yang lebih ekstrim ada penjual yang sampai ngomel-ngomel sendiri karena si calon pembeli tidak jadi membeli. Tinggalkan ego semacam ini saat anda berjualan. Berusahalah lebih bijak dalam berdagang dan bertransaksi.

Tidak semua transaksi berakhir dengan closing yang baik, terkadang kita juga akan mendapatkan hasil yang nihil. Hal ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah dalam berdagang. Tugas penjual hanyalah meyakinkan pembeli dan pembeli memiliki hak memutuskan untuk membelinya atau tidak.

Saat Melayani Pembeli, 9 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Penjual