6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Dalam menjalankan sebuah usaha yang sudah cukup besar, seorang pemilik usaha pasti membutuhkan tenaga tambahan untuk menunjang berjalannya bisnis yang ia tekuni. Salah satu pilihan tepat yang dapat ditempuh adalah dengan melibatkan karyawan. Namun dalam bekerja, tidak semua karyawan yang sudah direkrut dapat menjalankan tugas sesuai apa yang diharapkan. Ada banyak tipe karyawan yang bermasalah dan harus diatasi dengan cara-cara tertentu.

Setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Termasuk karyawan yang bekerja untuk sebuah bisnis. Mereka memiliki tipe dan jenis yang beragam yang terkadang menimbulkan sebuah persoalan yang pelik bagi pemilik usaha selaku pemimpin. Wirausahawan yang menjadi pemimpin harus mampu mengatasinya dengan cara-cara yang baik dan benar agar tidak menimbulkan masalah baru yang lebih panjang.

Gambar 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Mengatasi karyawan yang bermasalah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya jika tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan konflik yang dapat berpengaruh negatif terhadap keberadaan sebuah usaha. Jika terlalu lama dibiarkan masalah seperti ini dapat berlarut-larut serta dapat menimbulkan kerugian untuk karyawan lain maupun untuk usaha itu sendiri..

Cara Menghadapi Beberapa Jenis Dan Tipe Karyawan Yang Bermasalah Dalam Wirausaha

Ada banyak jenis dan tipe karyawan yang bisa saja ditemui ketika menjadi pemilik usaha yang sekaligus merangkap sebagai pemimpin. Karakter dan yang akan ditemui akan berbeda-beda antara karyawan satu dengan yang lainnya. Demi berjalannya usaha agar tetap lancar, masalah semacam ini harus segera diatasi. Berikut ini adalah tipe karyawan yang bermasalah dan cara mengatasinya.

1. Tipe Karyawan Malas

Pada dasarnya jika seseorang memiliki sifat malas, maka ia tidak suka melakukan pekerja. Ia lebih suka bersantai dan melakukan yang dianggapnya menyenangkan. Kebanyakan tipe karyawan yang malas akan memanfaatkan orang lain untuk dilimpahi tugas dan pekerjaan yang seharusnya ia lakukan sendiri. Model karyawan semacam ini hanya akan sedikit kerja hanya untuk menunjukkan bahwa ia sudah melakukan tugas.

Cara Mengatasi Karyawan Malas

Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh seorang pemimpin usaha untuk mengatasi karyawan yang malas adalah dengan memberikan target untuk setiap tugas yang diberikan. Dengan begini, ia kan bekerja sesuai dengan target yang harus dicapai. Selain itu, ia juga harus diberi tenggang waktu (deadline) agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

2. Tipe Karyawan Tidak Disiplin

Seorang karyawan yang memiliki tipe tidak disiplin akan selalu mengabaikan segala peraturan yang sudah ada. Baginya peraturan tidak begitu penting dan lebih suka melakukan hal yang menurutnya benar. Masalah yang biasa ia lakukan seperti cara berpakaian yang tidak sesuai, datang kerja tidak tepat waktu, menunda pekerjaan, dan lain sebagainya. Jika dibiarkan berlarut-larut, masalah seperti ini akan menimbulkan gangguan ketertiban yang membuat kondisi menjadi tidak nyaman.

Cara Mengatasi Karyawan Tidak Disiplin

Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi karyawan yang tidak disiplin adalah mengadakan peninjauan secara rutin kepada para karyawan yang sedang bekerja. Selain itu, seorang pemilik usaha yang sekaligus merangkap pemimpin dapat melakukan inspeksi mendadak secara random kepada karyawannya dengan jangka waktu tertentu. Akan lebih baik lagi jika intensitasnya dilakukan sesering mungkin. Dengan begini, karyawan yang tidak disiplin akan “kikuk” dihadapan atasannya.

3. Tipe Karyawan Suka Membangkang

Salah satu tipe karyawan yang bisa saja ditemui adalah yang suka membangkang baik itu ketika diberi perintah maupun dalam melakukan tugas yang diembannya. Karyawan yang memiliki tipe pembangkang biasanya lebih suka mengerjakan sesuatu semaunya dan seenaknya sendiri. Menurutnya, tugas yang dikerjakan bisa dilakukan dengan caranya sendiri. Ia sering kali melupakan orientasi serta tujuan yang harus ia capai. Jika dibiarkan, maka akan merusak tatanan perusahaan.

Baca Juga:
  1. Tips Memilih Karyawan Yang Cocok Untuk Pramuniaga Toko
  2. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik 
  3. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

Cara Mengatasi Karyawan Suka Membangkang

Mengatasi tipe karyawan yang suka membangkang memang memerlukan perhatian yang lebih serius. Pasalnya, persoalan yang ia lakukan juga cukup fatal jika memang benar adanya. Cara mengatasinya adalah dengan banyak-banyak mengajaknya berdiskusi serta memberikan pengawasan yang lebih ketat agar ia bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah. Selain itu, jika sudah cukup parah, dapat dikenakan sangsi berupa teguran langsung maupun tidak langsung untuk memberi efek jera.

4. Tipe Karyawan Tidak Kompeten

Pada tipe karyawan yang tidak kompeten biasanya melakukan kesalahan yang bersifat teknis atau prosedural. Kesalahan yang dilakukan ini sebenarnya akibat dari ketidakpahaman atau minimnya pengetahuan yang mereka miliki. Jika ditinjau dari akibat yang ditimbulkan memang tidak seberapa dampaknya. Namun jika dibiarkan terus-menerus bisa saja membahayakan keberlangsungan sebuah usaha karena pekerjaan yang dilakukan tidak sempurna.

Cara Mengatasi Karyawan Tidak Kompeten

Sebagai seorang pemilik usaha, karyawan yang memiliki masalah kompetensi harus diberikan penanganan khusus seperti bimbingan dan pelatihan secara rutin dan berkala. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan mereka dalam menjalankan sebuah pekerjaan agar sesuai dengan harapan. Lama kelamaan, mereka akan kompeten dibidangnya serta dapat menjalankan setiap tugas dengan baik.

5. Tipe Karyawan Over Kompetitif

Karyawan yang bertipe over kompetitif atau suka berkompetisi secara berlebihan dengan para rekan kerja sifatnya sangat berbahaya. Ia selalau melakukan berbagai macam cara agar terlihat lebih menonjol dibanding dengan yang lain. Yang lebih parah lagi, ia bisa saja menyingkirkan koleganya dengan cara-cara negatif dan merugikan jika dirasa menghalangi jalannya. Ia tidak peduli terhadap orang lain dan lebih mementingkan diri sendiri.

Cara Mengatasi Karyawan Over Kompetitif

Tipe karyawan yang over kompetitif sering kali sulit dilacak keberadaannya karena mereka lebih sering bermain dibelakang tanpa sepengetahuan atasannya. Namun bukan berarti tidak bisa diatasi, karyawan tipe ini dapat dihadapi dengan menunjukkan kesetaraan serta perlakuan yang sama kepada semua karyawan guna menghindari kompetisi. Jika kompetisi tidak ada, maka karyawan juga tidak akan memiliki sifat kompetitif yang tinggi.

6. Tipe Karyawan Individualis

Karyawan dengan tipe individualis biasanya tidak suka bergaul dan berkumpul dengan para karyawan yang lain ketika bekerja. Ia lebih suka dan lebih senang bekerja secara menyendiri tanpa melibatkan siapapun. Sulit baginya untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan secara bersama-sama. Namun ia memiliki kelebihan yaitu pekerjaan individu yang ia kerjakan hasilnya sangat baik dan memuaskan.

Cara Mengatasi Karyawan Individualis

Cara mengatasi karyawan yang memiliki sifat individualis sebenarnya cukup mudah dilakukan. Selalu libatkan ia dalam pekerjaan yang melibatkan tim sehingga bisa melatih sifat sosialnya untuk bekerja sama dengan orang lain. Lakukan hal ini sesering mungkin, lama-kelamaan ia akan terbiasa dengan kondisi ini dan membiasakan diri untuk lebih bisa bekerja secara bersama-sama.

Penutup
Penjelasan mengenai tipe-tipe karyawan yang bermasalah dan cara mengatasinya diatas adalah salah satu referensi yang dapat digunakan sebagai upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pemilik usaha yang juga selaku pemimpin tertinggi pada perusahaan untuk dapat menyelesaiakan berbagai macam persoalan pada karyawannya. Mengatasi karyawan yang bermasalah itu tidak sulit jika mengerti cara-cara yang cocok dan sesuai. 6 poin diatas sangat penting dipelajari untuk menghadapi beberapa jenis dan tipe karyawan yang bermasalah dalam wirausaha.

6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya