7 Kebiasaan Orang Miskin Yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Kaya Menurut Dan Lok

Sikap seseorang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dan keberhasilan yang dicapainya. Suatu kebiasaan juga dapat menentukan kondisi finansialnya apakah ia akan menjadi miskin atau justru kaya raya. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa kondisi kaya atau miskin memang sudah menjadi takdir dari tuhan sang pencipta. Anggapan inilah yang menyebabkan banyak orang mudah berpasrah dengan keadaan yang mereka jalani.

Menurut Dan Lok, seorang pengusaha dan juga penulis buku asal Hongkong yang kini menetap di Kanada mengatakan bahwa ada perbedaan kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang kaya dan orang miskin. Pria yang sekaligus juga seorang motivator melalui video-videonya yang menginspirasi itu menyebutkan bahwa ada 7 kebiasaan orang miskin yang tidak pernah dilakukan orang kaya. Ini adalah hal menarik untuk dipelajari mengingat kita semua pasti ingin menjadi orang kaya.

7 Kebiasaan Orang Miskin Yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Kaya Menurut Dan Lok

Dan Lok juga menyebutkan bahwa jika kita ingin menjadi kaya, kita harus mampu bertindak layaknya orang-orang sukses. Selama ini kebiasaan-kebiasaan yang membuat menjadi miskin tersebut sering kita lakukan tanpa pernah disadari. Orang-orang seperti ini biasanya banyak mengeluh serta menyalahkan tuhan terhadap keadaan yang ia alami. Padahal, miskin atau kaya itu tergantung dari bagaimana kita bertindak dan berusaha.

Lalu, Apa Kebiasaan Orang Miskin Yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Kaya?

Dalam sebuah videonya, Dan Lok menyebutkan ada 7 hal yang biasanya dilakukan orang miskin namun tidak pernah dilakukan oleh orang kaya. Tanpa kita sadari ternyata 7 hal tersebut memang benar-benar sering kita lakukan dalam kehidupan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak 7 kebiasaan orang miskin yang tidak pernah dilakukan orang kaya seperti berikut ini.

Orang Miskin Menonton Televisi, Orang Kaya Membaca Buku

Sudah berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk menonton layar televisi? Kemudian, kapan terakhir kali anda membaca buku? Seberapa banyak buku yang telah anda baca selama setahun? Jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut dapat menjadi sebuah renungan bagi kita semua.

Membaca buku adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh orang kaya, mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang berguna seperti halnya  menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Sementara orang miskin memiliki kebiasaan untuk membuang-buang waktu dengan berbagai hal yang kurang bermanfaat seperti menonton televisi.

Orang Miskin Dibayar Berdasarkan Waktu, Orang Kaya Dibayar berdasarkan Hasil

Sebagai contoh adalah anda bekerja sebagai pegawai disebuah kantor bank terkemuka di Indonesia. Mungkin anda bisa menjadi seorang pegawai yang paling baik dijagat raya ini. Namun, nilai apa saja yang bisa anda berikan untuk bank tersebut? Semua hasil yang anda dapatkan dibayar berdasarkan seberapa banyak jumlah jam kerja yang anda lakukan.

Sedangkan orang kaya dibayar berdasarkan hasil yang mereka raih. Bukan karena waktu. Sebagai contoh misalkan kita sedang membuat produk. Banyak waktu, tenaga dan pikiran yang dihabiskan untuk menyempurnakannya. Orang-orang tidak akan peduli akan hal itu, mereka hanya menilai hasilnya. Itulah kenapa produk yang bagus memiliki harga yang tinggi dan selalu banyak dicari. Bahkan pemilik produk tersebut bisa menghasilkan uang dalam keadaan mata terpejam sekalipun.

Orang Miskin Menyalahkan Orang Lain, Orang Kaya Bertanggungjawab Atas Kesalahannya

Orang miskin ketika selalu menyalahkan faktor eksternal atas kemalangan yang diterima. Mereka selalu mencari-cari alasan seperti karena kondisi ekonomi yang buruk, karena bos saya, karena pemerintah, karena pekerjaan saya, karena teman saya dan lain sebagainya. Mereka selalu menyalahkan orang lain dan lingkungan sekitarnya tanpa pernah menyadari akan kesalahan dirinya sendiri.

Berbeda halnya dengan orang kaya. Mereka selalu mengambil tanggung jawab atas masalahnya sendiri. Jika hidup yang dijalaninya gagal, berarti itu adalah salah kita sendiri. Orang kaya selalu bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada dirinya. Bagi mereka, tanggung jawab dapat menambah kekuatan. Kekuatan untuk berubah dan kekuatan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.

Orang Miskin Fokus Pada Tabungan, Orang Kaya Fokus Pada Investasi

Orang miskin selalu berusaha untuk hidup hemat dan mengurangi pengeluaran. Mereka akan mempertimbangkan setiap sen uang yang keluar dari saku mereka. Seperti “jangan naik kereta ekslusif, naik kelas ekonomi saja”, “jangan makan di restoran, di warung makan saja”. Cobalah menabung beberapa rupiah. Selalu mencoba menabung disetiap saat dan setiap waktu.

Baca Juga:
  1. 10 Langkah Meraih Sukses Dalam Mengelola Bisnis
  2. 21 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Bisnis 
  3. Macam-Macam Sumber Ide Yang Dapat Digunakan Sebagai Inspirasi Bisnis

Padahal, satu sen yang ditabung tetaplah menjadi satu sen sampai kapanpun. Mereka tidak akan kaya dengan hanya menabung beberapa uang di setiap waktu. Masalahnya bukan ada pada tabungan, tapi pada pendapatan. Oleh karena itu orang kaya selalu melakukan investasi yang membuat setiap sen miliknya menjadi berlipat ganda setiap waktu.

Orang Miskin Merasa Sok Tahu, Orang Kaya Selalu Belajar

Biasanya orang miskin memiliki sikap keras kepala. Dengan bangganya mereka berkata kepada dunia seolah-olah alam semesta dan seisinya sudah ia ketahui. Mereka suka berbicara banyak mengenai berbagai macam hal seperti ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintahan, dan segala hal yang ada disekitarnya.

Disisi lain, orang kaya selalu bersikap rendah hati dan selalu ingin belajar. Mereka selalu ingin tahu dengan hal baru dan memiliki banyak pertanyaan yang harus terjawab. Orang kaya selalu memiliki kebiasaan untuk mendengar dan membaca buku. Lalu kenapa orang miskin selalu banyak berpendapat? Karena itulah cara mereka untuk mendapatkan perhatian.

Orang Miskin Percaya Uang Akar Kejahatan, Orang Kaya Percaya Kemiskinan Akar Segala Kejahatan

Jika anda mendengar peribahasa yang menyatakan bahwa “uang adalah akar dari segala kejahatan”, itu tidaklah benar. Yang menganggap hal itu benar hanyalah orang miskin, sedangkan orang kaya tidak. Sebenarnya bukanlah uang akar dari kejahatan, tetapi kekurangan uanglah yang menyebabkan  tindak kejahatan.

Coba perhatikan kasus-kasus kejahatan yang terjadi diseluruh permukaan bumi. Tidak ada satupun kasus yang menyebutkan bahwa seorang perampok bank melakukan aksinya dengan mengendarai mobil Ferrari. Hal ini menunjukkan fakta bahwa kondisi keuanganlah yang menyebabkan segala akar tindak kejahatan, bukan uang itu sendiri.

Orang Miskin Bermental Undian, Orang Kaya Memiliki Mental Bertindak

Banyak orang dengan mental miskin yang berpikir bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan banyak uang adalah dengan membeli lotre atau kupon undian. Meskipun mereka tahu bahwa peluang tersebut kecil, yang penting mereka bisa membeli khayalan mereka. Orang miskin selalu berandai-andai “saya akan membeli mobil, membeli rumah, pergi berlibur dan berhenti kerja”.

Bagaimana dengan orang bermental kaya? Tidak! Orang kaya selalu memiliki mentalitas untuk bertindak dan bekerja keras untuk mewujudkan segala keinginannya. Semua impian tergantung pada dirinya sendiri dan hanya dirinya sendirilah yang dapat menggapainya. Mereka memiliki mind set bahwa “saya yang dapat mewujudkannya”, “saya yang akan membuat diri saya berhasil”, “saya tidak perlu mengandalkan pihak ketiga”.

Penutup
Itulah 7 kebiasaan orang miskin yang tidak pernah dilakukan orang kaya menurut Dan Lok. Dari ketujuh hal yang sudah disebutkan diatas, berapa poin kah yang sering anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari? Jika pernah bertindak seperti hal-hal tersebut bukan berarti kita selama ini melakukan banyak kesalahan, namun dengan menyadari kesalahan yang dilakukan, kita dapat mengubah dan memperbaiki diri. Siapkah anda menjadi orang kaya?

7 Kebiasaan Orang Miskin Yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Kaya Menurut Dan Lok