Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan

Dalam mengelola sebuah bisnis, seorang pemilik usaha yang bertugas sebagai pimpinan pasti pernah menemukan karyawannya yang melakukan kesalahan. Ini adalah hal yang wajar, sebab setiap orang bekerja pasti pernah sekali dua kali keliru dalam menjalankan tugas. Yang tidak bisa ditoleransi adalah mereka yang seringkali bermasalah dalam melakukan pekerjaan. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada hukuman yang pantas diberikan sesuai dengan masalah yang ditimbulkan.

Menaati aturan adalah sebuah kewajiban yang harus dipatuhi oleh para karyawan di sebuah perusahaan. Aturan itu sendiri dibuat untuk menciptakan dan menjaga situasi kondusif demi terbentuknya hubungan yang baik antar pekerja. Tak heran jika sebuah perusahaan yang bisa mengkondisikan para karyawannya akan lebih mudah mencapai target dan tujuan.

Gambar 9 Hukuman Pantas Diberikan Untuk Karyawan Bermasalah

Salah satu cara yang biasa dilakukan oleh seorang pemilik usaha untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan keinginan adalah dengan seleksi. Meski sudah dilakuakan pemilihan yang ketat, namun pada kenyataannya ada saja karyawan yang suka membuat masalah dan menimbulkan situasi yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mampu bertindak tegas dengan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dibuat.

Sanksi Apa Yang Pantas Diberikan Untuk Karyawan Yang Bermasalah?

Memberikan hukuman kepada seorang karyawan yang berbuat kekeliruan dalam bekerja tidak boleh asal-asalan. Harus ada pertimbangan dan peninjauan terlebih dahulu terkait kesalahan yang diperbuat untuk memberikan sanksi apa yang sesuai. Pemberian sanksi kepada karyawan yang bermasalah harus disesuai dengan besar atau kecilnya persoalan. Berikut ini adalah 9 hukuman yang pantas diberikan kepada karyawan yang sering melakukan kesalahan mulai dari paling ringan hingga terberat.

Pemberian Teguran

Jika seorang karyawan melakukan kesalahan yang sifatnya ringan, alangkah lebih baik jika diberikan teguran secara langsung. Namun tidak boleh asal, seorang pemimpin harus menggunakan cara yang benar untuk menegur karyawan. Pemberian teguran akan membuat yang bersangkutan akan lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga kesalahan yang sudah dilakukan tidak terulang. Teguran secara personal adalah tindakan tepat diberikan kepada karyawan yang pertama kali berbuat salah.

Peringatan Tertulis

Jika pemberian teguran belum bisa meluruskan, ada baiknya jika diberi peringatan secara tertulis. Peringatan tertulis bisa dilakukan dengan menggunakan surat peringatan atau yang lebih populer dengan singkatan SP. Pemberian SP dilakukan secara bertahap mulai dari SP1, SP2, hingga SP3. Masing-masing SP memiliki masa berlaku selama enam bulan. Penggunaan SP juga sudah diatur dalam UU ketenagakerjaan pasal 161. Jika pemberian surat peringatan terakhir masih bermasalah, maka bisa dijauhi sanksi yang lebih berat lagi.

Mutasi

Hukuman yang lebih berat lagi tingkatannya daripada peringatan tertulis adalah mutasi. Melakukan mutasi berarti kepada karyawan berarti memindah tugaskan ke jabatan atau pekerjaan yang berbeda dari bidang sebelumnya. Ada dua macam mutasi yang biasa dikenal yaitu mutasi yang menaikkan jabatan (promosi) atau mutasi yang bersifat hukuman (punishment). Untuk karyawan yang membuat persoalan, tentu mutasi yang diberikan adalah bersifat hukuman supaya bisa memberi efek jera.

Baca Juga:
  1. 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya 
  2. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik 
  3. 21 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Bisnis

Penurunan Jabatan

Demosi atau yang biasa dikenal dengan penurunan jabatan adalah salah satu hukuman yang biasa diberikan perusahaan kepada para karyawan yang sering melakukan kekeliruan dalam menjalankan tugas. Sebelum memutuskan untuk memberikan sanksi penurunan jabatan, harus ada pengkajian terlebih dahulu dengan berbagai bukti-bukti yang memperkuat untuk bisa melakukan demosi terhadap seorang pekerja. Namun sayang, tata cara dan mekanismenya belum diatur dalam UU ketenagakerjaan.

Pencabutan Tunjangan

Salah satu hukuman yang bisa diberikan oleh pemilik usaha kepada karyawan yang bermasalah adalah dengan mencabut tunjangannya. Jika kesalahan yang dilakukan cukup berat atau bersifat merugikan, sanksi ini pantas diberikan. Dalam penetapannya, harus ada peninjauan terlebih dahulu terhadap persoalan yang diperbuat untuk mengetahui apakah benar-benar pantas atau tidak. Tata cara hukuman semacam ini yang mengatur adalah perusahaan itu sendiri.

Pemotongan Gaji

Sanksi berupa pemotongan gaji bisa dilakukan jika kesalahan yang diperbuat oleh seorang karyawan cukup berat atau terbukti merugikan perusahaan. Dalam melakukan pemotongan gaji tidak bisa dilakukan seenaknya. Harus dilakukan beberapa perhitungan dan perhitungan yang sesuai dengan masalah yang ditimbulkan agar hukuman ini tidak bersifat merugikan pekerja. Jelaskan dan berikan pengertiaan kepada yang bersangkutan ketika memberikan sanksi ini.

Pemberian Denda

Denda adalah salah satu hukuman cukup berat yang bisa diberikan kepada seorang karyawan yang sering bermasalah hingga terjadi kerugian. Mekanisme dari sanksi ini adalah dengan cara meminta yang bersangkutan untuk membayarkan sejumlah uang sesuai dengan kerugian yang ditimbulkan. Ada dua pilihan yang bisa ditawarkan dalam menerapkan sanksi ini. Pertama adalah dengan membayar uang secara langsung dan yang kedua adalah dengan memangkas gaji yang diterima.

Memaksanya Mengundurkan Diri

Jika masalah yang diperbuat oleh seorang karyawan sudah masuk kategori berat, seorang pemimpin bisa memaksanya untuk mengundurkan diri dengan menandatangani surat pengunduran diri. Hukuman semacam ini juga sudah diatur dalam UU ketenagakerjaan yang bisa digunakan sebagai pedoman. Memaksa mengundurkan diri adalah sebuah cara yang dilakukan perusahaan untuk menghindari pembayaran kompensasi berupa sejumlah uang kepada yang bersangkutan.

Pemberhentian Secara Tidak Hormat

Pilihan terakhir untuk menghukum seorang karyawan yang melakukan kesalahan sangat berat dan keterlaluan adalah dengan memberhentikannya secara tidak hormat. Sanksi ini sebenarnya tidak diatur dalam UU ketenagakerjaan, namun disana hanya diatur tentang pemutusan hubungan kerja saja. Seorang karyawan akan dirumahkan terlebih dahulu selama proses pemberhentian hubungan kerja berlangsung guna menghindari hal-hal negatif yang berpotensi dilakukan oleh karyawan tersebut.

Penutup
Seorang pemimpin wajib menindak tegas seorang karyawannya yang sering bermasalah. Hal ini ditujukan supaya hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Memang sudah sepantasnya seorang pekerja yang berbuat kekeliruan harus diberikan hukuman sesuai dengan tingkat persoalan yang dibuatnya. Penjelasan 9 hukuman yang pantas diberikan kepada karyawan diatas adalah beberapa contoh sanksi yang dapat diberikan jika memang benar seorang karyawan sedang bermasalah untuk memberikan efek jera.

Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan