-->

7 Alasan Kenapa Online Shop Tidak Laku Dan Sepi Pembeli

Transaksi jual beli online sudah menjadi tren di kalangan masyarakat pada saat ini. banyak orang  membuka bisnis online sebagai kegiatan untuk menambah penghasilan. Semakin bertambahnya jumlah online shop dari hari ke hari membuat persaingan jual beli online semakin ketat. Hal ini menyebabkan sebagian pemilik bisnis online mengeluh karena tidak laku dan sepi pembeli. Namun, kondisi ini tidak berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah belanja online yang dilakukan masyarakat.

Kemajuan teknologi turut menyumbang perubahan pola hidup dan kebiasaan masyarakat dari cara konvensional menjadi digital. Semakin banyaknya peminat transaksi online mempengaruhi peningkatan jumlah toko online. Saat ini saja sudah terdapat lebih dari 5 marketplace yang ada di indonesia dengan jumlah pedagang online-nya sebanyak lebih dari seribu orang. Data ini menunjukkan bahwa minat pebisnis dari sektor online cukup tinggi.

Semakin banyak pebisnis yang menekuni bidang yang sama, maka tingkat persaingan juga semakin ketat. Keadaan ini mengakibatkan online shop yang kalah dalam bersaing mengalami penurunan penjualan bahkan hingga mengalami kerugian. Buruknya kondisi yang berkelanjutan menyebabkan beberapa toko online gulung tikar.

Gambar 7 Alasan Kenapa Online Shop Tidak Laku Dan Sepi Pembeli

7 Alasan Kenapa Online Shop Tidak Laku Dan Sepi Pembeli


Ada banyak penyebab yang dapat membuat sebuah online shop tidak laku dan sepi pembeli. Sebagai pebisnis online yang baik, hendaknya dapat mempelajari kondisi buruk yang dialami oleh para kompetitornya. Sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan pada toko online-nya, alangkah lebih baik untuk mengetahui berbagai penyebab bangkrutnya usaha online shop. Berikut ini adalah alasan kenapa online shop tidak laku dan sepi pembeli.

Harga Kemahalan

Sebagai pelaku bisnis, mengetahui perbedaan antara harga mahal dan kemahalan adalah hal wajib. Kasus ini adalah contoh mendasar yang sebenarnya sering dianggap sepele dan diabaikan oleh banyak orang. Padahal antara mahal dan kemahalan itu merupakan dua buah hal yang berbeda. Barang yang kemahalan sudah pasti mahal, namun barang mahal belum tentu kemahalan. Kenapa bisa seperti itu?

Ambilah sebagai contoh saat kita sedang berbelanja barang. pada saat berkeliling kita melihat sepatu kulit sapi asli yang dipajang di etalase toko dengan banderol harga sebesar Rp. 550.000,- dan sebuah sandal jepit karet yang dipatok dengan harga Rp. 150.000,-. Kira-kira barang manakah yang mahal? Dalam hal ini kita harus bermain logika untuk menentukan manakah yang masuk akal.

Melihat sebuah barang jangan hanya dari sudut pandang harganya saja. Namun cobalah untuk melihat dari segi bahan baku, kualitas, cara pembuatan, dan tingkat kerumitannya. Sandal kulit sapi asli dengan harga Rp. 550.000,- memang mahal, namun tidak kemahalan karena memang kualitas dan bahan baku yang ditawarkan sangat baik. Belum lagi ditambah proses pembuatannya yang masih hand made tanpa bantuan mesin. Berbeda halnya dengan sepasang sandal jepit dengan harga Rp. 150.000,- yang dibuat oleh pabrik. Sandal jepit dengan harga seperti itu adalah kemahalan dan sudah pasti mahal mengingat bahan baku dan kualitas yang ditawarkan biasa-biasa saja degan cara pembuatan yang dikerjakan oleh mesin secara masal.

Banyak kasus dilapangan yang menunjukkan bahwa hal tersebut masih sering tidak disadari. Dalam berjualan online, banyak pedagang yang hanya sekedar mengambil keuntungan tanpa melihat dan mencari tahu bagaimana kondisi harga barang sejenis yang beredar di pasaran sehingga menyebabkan harga barang yang dijual kemahalan. Dengan melihat kondisi ini, yang berpeluang membeli barang tersebut hanyalah orang-orang yang baru mengenal produk yang dijual dan tidak mengetahui harga yang ada dipasaran.

Mematok harga tanpa mengetahui harga pasar dapat menyebabkan barang yang dijual kemahalan. Keadaan ini akan berdampak pada menurunnya jumlah penjual karena pembeli lebih memilih harga yang lebih pada online shop lain. Jika penjual tidak mengetahui bahwa harga yang dipatoknya kemahalan, maka ia akan dikalahkan oleh kompetitornya yang mematok harga lebih rendah. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bisnis jual beli identik dengan persaingan harga. Siapa yang menawarkan harga lebih rendah kepada pembeli, maka ia akan memenangkan persaingan.

Kalah Bersaing Dengan Kompetitor

Semua usaha bisnis pasti memiliki kompetior sebagai lawan dalam usaha. Apalagi bisnis jual beli, bisa saja ada kemiripan barang yang dijual sehingga tingkat persaingan juga semakin tingggi. Dalam berbisnis khususnya jual beli online, mengetahui kompetitor yang dapat menjadi pesaing adalah sebuah keharusan. Salah satu cara yang dapat digunakan sebagai pedoman merancang strategi adalah mempelajari pesaing.

Ketika mendengar kata persaingan, hal pertama yang ada dibenak seorang pebisnis jual beli adalah harga. Anggapan ini sudah menjadi doktrin yang melekat dipikiran para pebisnis apalagi pemula. Padahal kenyataannya, selain harga banyak sektor yang menjadi persaingan bisnis online antara lain adalah kemudahan transaksi, kemudahan pembayaran, jaminan kualitas barang dan lain sebagainya. Semua hal tersebut  perlu dimaksimalkan untuk dapat memenangkan persaingan dari kompetitor bisinis.

Sistem Pelayanan Buruk

Transaksi jual beli online memang lebih rumit ketimbang transaksi kovensional dimana penjual dan pembeli bertatap muka secara langsung. Seluruh kegiatan transaksi mulai dari cara berkomunikasi, pembayaran dan pengiriman barang dilakukan secara online. Maka dari itu pelayanan yang diberikan kepada konsumen harus maksimal untuk menghindari kesalahpahaman.

Komunikasi dalam jual beli online hanya dilakukan melalui pesan singkat yang dapat membuat transaksi sering mengalami hambatan. Masih banyak kasus dilapangan yang menunjukkan bahwa cara komunikasi pedagang kurang ramah dalam melayani pembeli. Hal-hal kecil semacam ini seharusnya lebih diperhatikan dan bukan malah dikesampingkan. Kenyamanan konsumen yang seharusnya menjadi prioritas utama, malah berubah menjadi tidak mengenakkan hanya karena kelalaian penjual.
Selain cara komunikasi, aspek pelayanan dalam transaksi online meliputi cara pembayaran. Beberapa pedagang online hanya menyediakan satu rekening dari satu jenis bank saja. Kasus seperti ini menjadi salah satu contoh sistem pembayaran yang menyulitkan dan memberatkan pembeli bagi mereka yang memiliki rekening dari bank berbeda sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk administrasi.

Produk Kurang Variatif

Semakin banyak menebar jala, maka semakin banyak ikan yang tertangkap. Seharusnya pepatah tersebut berlaku bagi semua pedagang online karena mengajarkan bagaimana cara mendapatkan mendapatkan banyak pembeli. Pepatah tersebut dapat diartikan sebagai semakin banyak variasi barang yang dijual, maka kesempatan untuk terjual juga semakin besar.

Tetapi pada kenyataannya beberapa pedagang online hanya puas menjual satu buah produk saja. Satu toko menjual satu jenis produk itu sah-sah saja, namun harus bervariasi. Misalkan online shop @raktasku (instagram.com/raktasku) hanya menjual satu jenis barang yaitu tas, namun memiliki banyak model dan pilihan sehingga peluang terjualnya barang juga tinggi.

Namun, menjual barang dengan jenis terlalu banyak dalam satu toko juga tidak baik karena mengindikasikan ketidak konsistenan dan membuat pembeli kebingungan. Sebagai contoh ada sebuah online shop yang menjual baju muslimah dan hijab, disisi lain ia juga menjual alat rumah tangga, peralatan masak, mainan anak dan lain sebagainya. Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan “sebenarnya toko ini berjualan apa?” dari para konsumen.

Promosi Tidak Maksimal

Melakukan promosi adalah salah satu kegitan yang wajib dilakukan semua pelaku bisnis. Dengan cara mempromosikan produk, kita dapat mengenalkan barang dagangan yang dijual kepada calon pembeli. Dalam dunia bisnis online, promosi menjadi satu-satunya senjata dalam berjualan untuk menarik hati pembeli.

Namun kenyataannya masih banyak penjual yang masih apatis dan tidak memaksimalkan kegiatan promosi. Mereka hanya asal memajang gambar produk dan menulis deskripsi apa adanya tanpa menyajikan hal yang menarik. Selain itu, banyaknya sarana berjualan berupa marketplace seperti shopee, bukalapak, tokopedia dan yang lainnya juga tidak dipergunakan. Keberadaan sosial media yang mudah dan murah pun tidak maksimalkan, malahan hanya menggunakan satu media sosial saja sebagai sarana berjualan.

Padahal dengan memanfaatkan segala teknologi yang ada, jaringan penjualan online shop akan semakin luas dan menyebar. Berkembangnya dunia digital seharusnya bisa digunakan sebagai alat untuk mempermudah bisnis. Namun sebagian orang masih belum sadar dari tidur panjangnya sehingga tidak mengetahui bahwa jaman dan teknologi sudah berubah.

Pembiasan Target Pasar

Satu hal penting dari langkah berbisnis adalah memetakan target pasar agar tidak terjadi bias. Dalam artian pebisnis harus menentukan siapa saja konsumen yang berpotensi membeli barang dagangannya. Dalam berjualan, mengelompokkan target pasar kedalam beberapa kategori seperti jenis kelamin, umur, letak geografis dan lain-lain amat sangat penting. Hal ini bertujuan agar penjualan bisa tepat sasaran dan peluang terjualnya barang juga semakin tinggi.

Sebagai contoh, ada sebuah toko online yang menjual mainan anak beraneka ragam. Barang dagangan yang dijual akan relevan jika dikenalkan kepada para orang tua yang masih memiliki anak balita. Dalam hal ini, berarti toko online tersebut dapat mengelompokkan target pasar kedalam golongan orang dewasa atau pasangan menikah yang memiliki anak kecil. Dengan mengerucutkan target pasar, maka promosi yang dilakukan akan semakin efektif.

Tidak Kreatif dan Inovatif

Salah satu kunci menjadi pebisnis sukses adalah memiliki sikap kreatif dan inovatif. Memberikan nilai tambah pada sesuatu dapat menghadirkan sebuah hal baru yang memberikan nuansa segar sehingga pembeli tidak bosan. Meskipun banyak pesaing, jika seorang pebisnis mampu berpikir kreatif dan inovatif maka peluang untuk memenangkan persaingan akan terbuka lebar.

Namun sayangnya masih banyak pebisnis khusunya online shop yang kurang mau untuk berfikir kreatif dan inovatif. Kebanyakan diantara mereka hanya sekedar berjualan, melakukan promosi dan transaksi seperti pada umumnya. Hal ini biasanya sering terjadi pada pebisnis online pemula atau mereka yang hanya mengikuti tren berjualan. Seharusnya, mereka harus memberikan sesuatu yang berbeda terhadap bisnis online yang ditekuninya.

Ada banyak inovasi yang dapat digunakan untuk memberikan nuansa baru dalam berjualan online salah satunya tidak melulu promosi, namun memberikan informasi terkait produk yang dijual dan bermanfaat bagi orang lain. Sebagai contoh jika berjualan busana muslimah dan hijab, diluar promosi bisa memberikan informasi seputar bahan-bahan baju dan jilbab yang nyaman atau tutorial menggunakan hijab yang lebih modern. Dengan melakukan hal tersebut, akan ada nuansa berbeda pada toko online anda sehingga tidak membosankan. Malahan ini akan membuat konsumen lebih penasaran dan tertarik.

Penutup
Itulah beberapa penjalasan yang dapat anda gunakan sebagai bahan evaluasi. Mungkin beberapa diantara anda adalah pelaku bisnis online yang sedang mengalami penurunan penjualan. Dengan menghindari berbagai penyebab kenapa online shop tidak laku dan sepi pembeli, membuat pebisnis online mempersiapkan diri agar terhindar dari resiko kebangkrutan.

Semakin banyak belajar makan pengetahuan akan semakin luas. Pengetahuan yang dimiliki itulah yang dapat digunakan sebagai bekal menghadapi masalah yang bisa datang kapan saja. Dengan meningkatkan kemampuan mengelola masalah yang terjadi, dapat membuat eksistensi online shop tetap terjaga dan terhindar dari resiko kebangkrutan.

7 Alasan Kenapa Online Shop Tidak Laku Dan Sepi Pembeli