-->
Karyawan Ingin Berhenti Kerja? Ini Penyebab & Cara Menahannya

Karyawan Ingin Berhenti Kerja? Ini Penyebab & Cara Menahannya

Bagi seorang pengusaha, karyawan adalah salah satu bagian penting yang membuat bisnisnya dapat berjalan dengan baik. Memiliki karyawan memang sangat membantu seorang pemilik usaha serta meringankan pekerjaannya. Terlebih jika usaha yang dijalankan sudah besar sehingga banyak divisi yang tidak mampu dikerjakan sendiri. Peran karyawan memang sangat diperlukan. Lalu bagaimana jika ada karyawan yang ingin berhenti kerja?

Karyawan Ingin Berhenti Kerja? Ini Penyebab & Cara Menahannya

Menghadapi masalah karyawan ingin berhenti kerja memang bukan hal yang mudah. Terlebih jika karyawan tersebut merupakan salah satu orang penting yang sangat berpengaruh dalam berjalannya usaha dan sudah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Biasanya rasa berat hati ini timbul karena karyawan memiliki etos kerja baik, skill yang baik, pandai, dan sebagainya. Karena faktor ini, maka pemilik usaha ingin menahannya agar tidak berhenti kerja.

Penyebab Kenapa Karyawan Ingin Berhenti Kerja

Berbicara mengenai cara menahan karyawan yang ingin berhenti kerja, tidak akan bisa kita lakukan tanpa mengetahui akar permasalahannya. Biasanya masalah seperti ini terjadi pada karyawan, karena dilatarbelakangi oleh suatu penyebab yang sangat beragam. Sebagai seorang pemilik usaha, anda harus mengetahui serta mencari tahu apa saja faktor yang membuat karyawan memutuskan untuk resign. Seperti halnya berikut ini.

Gaji Yang Tidak Sesuai

Masalah pertama yang dapat membuat karyawan ingin berhenti kerja adalah gaji yang tidak mencukupi. Faktor ini sudah umum dijadikan alasan oleh seorang karyawan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Indikator rendah atau tingginya sebuah gaji, biasanya diukur dengan UMR (Upah Minimum Regional). Jika gaji yang diterima masih dibawah UMR suatu daerah, maka lambat laun hal ini dapat memicu seorang karyawan mencari pekerjaan lain yang gajinya lebih baik.

Jam Kerja Yang Terlalu Panjang

Selain alasan gaji yang tidak sesuai harapan, biasanya penyebab karyawan ingin berhenti kerja juga diakibatkan oleh jam kerja yang terlalu panjang. Ada beberapa karyawan yang memang menikmati jam kerja panjang di masa awal namun semakin merasa tidak nyaman jika sudah lama. Biasanya alasan ini digunakan ketika jam kerja sudah lebih dari 9 jam namun gajinya tidak sesuai. Apalagi dengan jumlah jam kerja yang seperti itu ia tidak mendapatkan bonus lembur sama sekali.

Target Kerja Yang Tak Masuk Akal

Alasan ketiga yang bisa jadi penyebab kenapa karyawan ingin berhenti kerja adalah target kerja yang tak masuk akan. Sebenarnya susah atau mudahnya sebuah target pekerjaan itu relatif. Tergantung bagaimana seorang karyawan tersebut menyikapi dan menghadapinya. Namun ada beberapa karyawan yang lama kelamaan merasa terbebani dengan target kerja yang dianggapnya sudah tidak lagi masuk akal alis terlalu berat baginya.

Ada Konflik Dengan Rekan Kerja

Penyebab lain yang membuat karyawan ingin berhenti kerja adalah adanya konflik dengan rekan kerja. Konflik antar karyawan memang sangat sering terjadi di manapun. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya mulai dari jenjang karir hingga kesenjangan gaji. Namun yang pasti, masalah ini tidak hanya merugikan sesama karyawan saja tapi juga dapat merugikan perusahaan. Biasanya yang merasa tidak kuatlah yang harus pergi.

Dapat Pekerjaan Yang Lebih Baik

Penyebab terakhir kenapa karyawan ingin berhenti kerja adalah dapat pekerjaan yang lebih baik.  Ini adalah alasan yang sangat umum digunakan seorang karyawan untuk izin resign kepada atasannya. Biasanya, karyawan seperti ini tergoda untuk mencari atau sudah dapat tempat kerja yang jauh lebih besar, gaji lebih tinggi dan juga lebih bonafit. Karyawan yang ini keluar dari pekerjaan sering menggunakan alasan ini karena sifatnya lebih mudah diterima.

Cara Menahan Karyawan Ingin Berhenti Kerja

Salah satu upaya yang bisa anda lakukan supaya tidak kehilangan karyawan terbaik dan penting adalah sebisa mungkin menahannya untuk mengurungkan niat tersebut. Ini memang bukanlah perkara mudah namun juga bukan hal yang mustahil. Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk membujuk karyawan ingin berhenti kerja sesuai dengan mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Menaikkan Gaji Karyawan Tersebut

Cara pertama yang bisa anda upayakan untuk menahan karyawan ingin berhenti kerja adalah dengan manaikkan gajinya. Cara ini berlaku jika gaji yang anda berikan memanglah tidak terlalu besar. Cobalah untuk negosiasi dan berdiskusi dengan karyawan tersebut. Siapa tahu dengan menaikkan gaji dapat membuatnya tetap tinggal. Jika memang dirasa karyawan tersebut penting dalam perusahaan, maka memberikan gaji tinggi bukanlah sebuah masalah. Cobalah untuk mempertimbangkan hal ini.

Mengatur Ulang Jam Kerja Perusahaan

Cara kedua yang bisa anda lakukan untuk membuat karyawan ingin berhenti kerja tetap tinggal di perusahaan adalah dengan mengatur ulang jam kerja jika dirasa memang terlalu panjang. Jika tidak segera dievaluasi, maka masalah ini juga berdampak pada karyawan lain sehingga dapat memicu keinginan untuk resign juga. Jam kerja yang lebih dari 9 jam memang masuk kategori lembur. Maka dari itu upah yang diterima oleh karyawan juga harus sesuai.

Baca Juga:
  1. 7 Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan Didalam Perusahaan
  2. 7 Tips Mengambil Keputusan Dalam Bisnis Dengan Tepat dan Bijaksana
  3. Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan

Melakukan Evaluasi Terhadap Target Kerja

Cara ketiga yang dapat anda lakukan untuk membuat karyawan ingin berhenti kerja berubah pikiran adalah dengan melakukan perubahan target kerja. Dengan catatan, asalkan target kerja yang sebelumnya memang sudah dievaluasi serta ditemukannya fakta bahwa memang terlalu berat. Dengan pertimbangan dan perhitungan matang yang sudah didiskusikan dengan orang kepercayaan, maka anda dapat menurunkan sedikit target kerja dengan mempertimbangkan berbagai resiko.

Membantu Menyelesaikan Konflik Karyawan

Cara keempat ini bisa anda terapkan pada karyawan yang berhenti kerja jika memang benar penyebabnya adalah konflik. Memang di tempat kerja manapun pasti ditemukan karyawan yang terlibat konflik. Biasanya akan ada salah satu yang tidak kuat sehingga memutuskan untuk resign. Disini anda harus berperan sebagai penengah untuk menyelesaikan masalah. Pastikan anda bisa menawarkan win-win solution kepada keduanya yang terlibat konflik.

Meyakinkan Karyawan Untuk Tetap Tinggal

Cara terakhir ini memang tidak begitu bisa diharapkan untuk mencegah karyawan ingin berhenti kerja. Jika alasannya resign karena mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik dan gaji lebih tinggi, maka akan lebih baik jika mengizinkannya untuk pergi ke tempat baru. Anda boleh saja meyakinkan bahkan merayunya agar tetap tinggal. Namun jika niatnya sudah bulat, sebaiknya di ikhlaskan saja. Ini akan membuat anda dan dia sama-sama lebih baik.

Penutup

Itulah beberapa hal yang bisa anda lakukan guna menahan karyawan yang ingin resign. Melihat karyawan ingin berhenti kerja rasanya pasti sangat berat terlebih jika posisinya sangat penting dalam perusahaan. Mencoba "merayunya" untuk tetap tinggal memang wajar dilakukan agar kondisi perusahaan tetap stabil. Namun agar bisa menahannya, anda harus mencari tahu dulu apa sebabnya. Jika sudah tahu akar permasalahannya, maka anda akan lebih mudah untuk membujuk karyawan tersebut agar tidak berhenti kerja.
Lanjutkan Membaca »
7 Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan Didalam Perusahaan

7 Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan Didalam Perusahaan

Konflik atau pertengkaran antar karyawan menjadi hal yang sudah wajar terjadi di sebuah perusahaan. Namun terjadinya konflik antar karyawan tidak boleh dianggap remeh dan juga dibiarkan berlarut-larut. Konflik antar karyawan juga dapat menimbulkan ketidak stabilan hubungan sosial didalam perusahaan yang bisa berakibat pada perpecahan. Jika ada karyawan yang terlibat konflik sebaiknya segera diselesaikan.

Mengatasi konflik antar karyawan didalam perusahaan sejatinya adalah tugas dari petinggi perusahaan itu sendiri. Jika anda merupakan salah satunya, berarti anda memikul tanggung jawab untuk bisa menyelesaikan pertengkaran antar karyawan di perusahaan. Menghadapi karyawan yang bertikai di perusahaan harus dihadapi dengan sikap dan pikiran yang dingin agar cepat terselesaikan.

7 Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan Didalam Perusahaan

Ada banyak penyebab yang dapat mengakibatkan konflik antar karyawan didalam perusahaan. Mulai dari masalah pribadi hingga masalah pekerjaan itu sendiri. Apapun penyebab dari konflik antar karyawan, tetap saja masalah tersebut harus segera dituntaskan. Berapa banyak perusahaan yang bermasalah hanya gara-gara konflik internal yang tak kunjung diselesaikan.

Cara Mengatasi Konflik Antar Karyawan Didalam Perusahaan

Sebagai petinggi bahkan pemilik perusahaan, anda harus bertindak cepat saat mendapati ada konflik antar karyawan. Semua orang didalam perusahaan adalah tim yang bertugas untuk terus mencapai tujuan. Maka dari itu konflik antar karyawan didalam perusahaan sebisa mungkin dihindari. Kalaupun ada konflik haruslah segera diselesaikan. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi konflik antar karyawan didalam perusahaan.

Netral Terhadap Semua Karyawan

Sebagai orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi didalam perusahaan, anda harus mampu menunjukkan sikap netral saat mengatasi konflik antar karyawan. Jadilah penengah untuk para karyawan yang terlibat pertengkaran. Anda adalah satu-satunya orang yang bisa diandalkan untuk menjadi pengadil bagi mereka. Jadi saat mengatasi konflik antar karyawan, ubahlah sudut pandang anda menjadi tidak memihak siapapun.

Cari Tahu Duduk Perkaranya

Saat mendapati ada karyawan yang terlibat konflik didalam perusahaan, segeralah untuk menyelidiki dan memastikannya. Cobalah untuk mencari tahu duduk perkaranya dengan cara menanyakannya kepada orang terdekat atau memanggil dan bertanya langsung kepada karyawan yang bersangkutan. Mencari tahu sumber permasalahan merupakan langkah awal yang sangat penting. Hal ini akan memudahkan anda untuk mencari jalan tengah.

Bersikap dan Berfikir Dingin

Agar bisa mengatasi konflik antar karyawan didalam perusahaan, anda tidak hanya dituntut untuk bis bersikap netral, namun juga bersikap dan berfikir jernih. Karyawan yang terlibat pertengkaran biasanya diselimuti oleh emosi yang membara. Jika anda hadapi dengan emosi, maka masalah akan sulit terselesaikan. Ibarat api yang hanya bisa padam dengan air, maka anda harus bersikap dingin pada karyawan yang sedang konflik.

Pertemukan Karyawan Dalam Satu Ruang

Cara terbaik untuk mulai menuntaskan konflik antar karyawan didalam perusahaan adalah dengan mempertemukan mereka dalam satu ruang. Menyelesaikan pertengkaran ditempat umum apalagi didepan rekan kerja hanya akan membuat kondisi jadi semakin buruk. Jadi lebih baik ajak mereka bertemu didalam satu ruangan agar privasi lebih terjaga dan juga lebih bebas untuk berbicara.

Baca Juga:
  1. Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan
  2. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan 
  3. 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Ajak Karyawan Berdiskusi Bersama

Karyawan yang terlibat konflik didalam perusahaan biasanya akan saling berdiam diri. Disinilah tugas anda sebagai penengah agar mereka mau untuk saling membicarakan duduk perkaranya. Jika sudah bisa mempertemukan karyawan yang konflik didalam satu ruangan, kemudian ajaklah mereka untuk berdiskusi serta membicarakan masalahnya. Apapun masalahnya akan lebih mudah terselesaikan dengan berbicara dan diskusi bersama.

Bantu Karyawan Mencari Solusi

Karyawan yang terlibat konflik di perusahaan biasanya akan kesulitan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Disinilah fungsi anda sebagai fasilitator sekaligus penengah untuk mencari solusi. Setelah mempertemukan karyawan yang konflik, dalam berdiskusi anda bisa ikut mencari solusi yang terbaik. Sebisa mungkin gunakan win-win solution agar konflik antar karyawan yang terjadi bisa berakhir dengan kesepakatan damai.

Buat Kesepakatan Untuk Tidak Mengulangi

Hal terakhir yang paling penting anda lakukan saat berhasil mengatasi konflik antar karyawan didalam perusahaan adalah membuat kesepakatan bersama untuk tidak mengulanginya lagi. Agar kesepakatan lebih ditaati, anda bisa mengusulkan sanksi kepada mereka jika suatu saat melanggar. Membuat kesepakatan untuk tidak mengulangi sangat penting supaya konflik antar karyawan tidak terulang kembali baik oleh si pelaku maupun karyawan lain.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai cara-cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi konflik antar karyawan didalam perusahaan. Bagaimanapun juga karyawan anda adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Jadi adanya pertengkaran adalah hal wajar. Konflik antar karyawan tidak perlu dijadikan beban karena bisa diselesaikan. Intinya jangan sampai terlambat memberikan penanganan agar tidak terjadi konflik yang berlarut-larut.
Lanjutkan Membaca »
7 Tips Membuat dan Memilih Nama Perusahaan Yang Profesional

7 Tips Membuat dan Memilih Nama Perusahaan Yang Profesional

Memiliki perusahaan adalah impian setiap orang. Perusahaan sering kali digunakan sebagai tolak ukur maju dan besarnya sebuah usaha. Setiap pelaku usaha pasti ingin sekali mencapai puncak tertinggi karirnya dengan mendirikan perusahaan miliknya sendiri. Keadaan ini selalu didambakan dan diimpikan oleh semua pebisnis dimanapun mereka berada.

Mendirikan perusahaan tidak pernah terlepas dari langkah awal yang paling krusial yaitu membuat dan memilih nama. Penggunaan nama pada perusahaan sangat penting sebagai sebuah identitas agar mudah dikenal dan dibedakan dari yang lainnya. Membuat dan memilih nama perusahaan harus dilakukan dengan baik dan benar karena dapat meningkatkan profesionalitas perusahaan itu sendiri.

Gambar 7 Tips Membuat Dan Memilih Nama Perusahaan Yang Profesional

Membuat dan memilih nama perusahaan yang profesional itu tidak gampang. Hal yang sebenarnya terlihat sepele ini justru kerap kali membuat bimbang para pelaku usaha. Banyaknya faktor serta pertimbangan yang harus dipikirkan membuat penetapan nama dari sebuah perusahaan berlangsung lama. Seorang pemilik perusahaan tentu ingin bisnis miliknya memiliki nama yang dapat memberikan pengaruh positif.

Cara Membuat Dan Memilih Nama Perusahaan Yang Bagus

Nama adalah hal pertama yang selalu diberi perhatian khusus oleh para pengusaha sebelum mendirikannya. Setiap perusahaan yang akan didirikan pasti dicarikan nama yang bagus agar memiliki integritas. Akan tetapi menentukan nama untuk perusahaan itu tidak gampang. Tak heran jika memakan waktu yang lama karena berbagai macam pertimbangan. Untuk membuat dan memilih nama perusahaan yang profesional, simak 7 tips berikut ini.

Gunakan Frasa Pendek

Dalam membuat dan memilih nama perusahaan, usahakan untuk tidak menggunakan banyak kata sehingga membuat nama menjadi panjang. Penggunaan nama perusahaan memang bisa dirangkai dari beberapa kata menjadi satu. Namun akan lebih baik jika nama tersebut berupa frasa pendek yang cukup singkat. Nama perusahaan yang tidak terlalu panjang akan memudahkan orang lain dalam mengingat dan menghafalnya.

Gampang Dibaca Dan Diucap

Pemilihan kata ketika anda ingin membuat nama perusahaan sangat penting. Pastikan kata yang akan digunakan untuk menamai perusahaan terdiri dari kata-kata yang gampang ketika dibaca dan diucap. Kemudahan ini akan menghindarkan kekeliruan ketika ada orang yang membaca serta mengucapkannya. Ini adalah hal penting jika ingin membuat dan memilih nama perusahaan yang profesional.

Mudah Untuk Ditulis

Membuat nama perusahaan yang mudah dibaca serta diucap adalah hal penting. Namun, memilih nama perusahaan yang mudah untuk ditulis juga tidak kalah pentingnya. Nama perusahaan selalu digunakan untuk berbagai keperluan pada media cetak seperti surat dan berkas-berkas lainnya. Jika nama terlalu sulit untuk ditulis, peluang terjadinya kesalahan dalam penulisan menjadi sangat besar. Oleh karena itu, pertimbangkan kemudahan dalam penulisan ketika memilih nama perusahaan.

Memiliki Makna Tertentu

Sebaik-baiknya nama perusahaan adalah yang memiliki makna. Makna yang baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap bisnis yang tengah berjalan. Makna dari nama juga bisa digunakan untuk melambangkan cita-cita dari perusahaan itu sendiri. Yang jelas, selalu pertimbangkan makna ketika anda membuat dan memilih nama perusahaan yang profesional.

Baca Juga:
  1. 20 Rahasia Bisnis Orang Cina Yang Selalu Sukses Dalam Berdagang
  2. 18 Bisnis Jasa Tanpa Modal Untuk Mahasiswa 
  3. Tips Mengembangkan Hobi Menjadi Bisnis Yang Menghasilkan

Memunculkan Kesan Yang Baik

Pilihlah nama perusahaan yang dapat memberikan kesan yang baik saat pertama kali didengar oleh masyarakat. Menciptakan kesan pertama yang baik sangat penting untuk memunculkan citra positif dimata para calon konsumen. Kesan yang baik pada nama perusahaan bisa dimunculkan dari cara memilih kata, penggunaan bahasa dan arti pada nama itu sendiri.

Mudah Diaplikasikan Dalam Logo

Logo adalah satu bentuk gambar yang dapat mewakili sebuah perusahaan. Terkadang logo juga menjadi satu identitas yang paling mudah diingat oleh para konsumen. Maka dari itu, ketika membuat dan memilih nama perusahaan harus mempertimbangkan keterkaitan dengan logo yang akan digunakan. Sebisa mungkin gunakan nama perusahaan yang mudah diaplikasikan dalam logo. Logo yang merepresentasikan nama perusahaan akan terlihat lebih profesional.

Tersedia Untuk Domain

Hal terakhir yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan ketika memilih nama perusahaan adalah ketersediaan nama tersebut untuk domain website. Sebuah perusahaan biasanya memiliki website resmi sebagai salah satu sarana untuk “memperkenalkan diri” kepada masyarakat luas. Website juga bisa menunjang profesionalitas untuk meningkatkan citra perusahaan. Untuk melihat ketersediaan nama untuk domain, anda dapat melihatnya di situs penyedia domain.

Penutup
Penjelasan tentang 7 tips membuat dan memilih nama perusahaan yang profesional diatas dapat anda gunakan sebagai pertimbangan dalam memilih nama untuk bisnis yang akan dijalankan. Dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor, diharapkan nama yang digunakan akan memberi pengaruh positif terhadap kemajuan dan perkembangannya.
Lanjutkan Membaca »
Membuat Nama Yang Menarik Untuk Online Shop? Simak 7 Tips Ini

Membuat Nama Yang Menarik Untuk Online Shop? Simak 7 Tips Ini

Memiliki usaha sendiri adalah salah satu keinginan setiap orang. Di jaman modern seperti saat ini, bisnis yang paling banyak digandrungi oleh para pelaku usaha baru adalah berjualan online. Dengan memanfaatkan alat sederhana yang dimiliki seperti smartphone dan laptop, mereka sudah dapat memulai bisnis online dengan sedikit modal bahkan tanpa modal. Mendirikan online shop menjadi salah satu pilihan yang paling mudah untuk menggelar barang dagangan di internet.

Mendirikan online shop memang sangat mudah. Siapa saja dapat membuatnya dengan memanfaatkan berbagai media sosial yang ada atau  di marketplace yang sudah tersedia tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis. Meski sangat mudah, namun ada satu langkah awal yang cukup krusial dan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, yaitu membuat nama yang menarik untuk online shop.

Gambar Membuat Nama Yang Menarik Untuk Online Shop? Simak 7 Tips Ini

Membuat nama yang menarik untuk online shop itu cukup penting. Memilih nama yang baik untuk online shop dapat menimbulkan kesan pertama baik pula bagi para calon pembeli. Biasanya, nama dianggap sebagai gambaran awal dari keseluruhan online shop itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha online, anda harus bisa meramu sebuah nama yang dapat menarik perhatian para pembeli hanya dengan membaca namanya saja.

7 Cara Memilih Nama Yang Baik Untuk Online Shop

Penggunaan nama online shop yang bersifat dapat mempengaruhi minat para pembeli bisa menjadi satu strategi yang unik. Akhir-akhir ini, menentukan nama online shop sudah diberi perhatian khusus oleh para pelaku usaha online untuk menciptakan branding-nya sendiri. Ini adalah hal yang wajar mengingat nama digunakan sebagai identitas sebuah online shop agar mudah dikenal konsumennya. Jika anda ingin membuat nama yang menarik untuk online shop, simak 6 tips berikut ini.

Unik dan Menarik

Saat membuat nama untuk online shop, usahakan menggunakan nama yang unik dan menarik. Penggunaan nama yang unik dan menarik dapat memancing perhatian para pembeli terhadap bisnis online yang anda jalankan. Nama yang unik bisa anda ciptakan dengan mempertimbangkan maknanya. Seunik apapun nama yang akan digunakan, sebaiknya yang memiliki makna serta memiliki aura positif terhadap bisnis online anda.

Modern dan Trendi

Pilihlah nama yang modern dan trendi. Sesuaikan nama bisnis online anda dengan jaman serta era yang sedang berjalan saat ini. Membuat nama untuk online shop yang modern dan trendi dapat meningkatkan gairah para konsumen untuk berbelanja. Nama yang modern dan trendi sangat relevan dengan kondisi saat ini serta dianggap lebih kekinian.

Singkat dan Tidak Terlalu Panjang

Usahakan untuk memilih nama online shop yang singkat dan tidak terlalu panjang. Kita tahu bahwa nama adalah satu-satunya identitas online shop kita yang harus diingat oleh para pembeli. Penggunaan nama yang singkat akan memudahkan mereka dalam menghafal. Membuat nama yang menarik untuk online shop tidak perlu panjang. Nama yang pendek akan lebih mudah diterapkan untuk membuat akun online shop karena aturan batasan jumlah karakter.

Merepresentasikan Produk

Sebelum membuat nama untuk online shop, biasanya pelaku usaha online yang masih baru menentukan terlebih dahulu kira-kira konsep apa yang akan diusung dan barang dagangan apa saja yang akan dijual. Konsep dan jenis produk dapat dijadikan acuan dalam membuat nama online shop yang menarik. Buatlah nama online shop yang sesuai dan merepresentasikan produk yang akan dijual.

Baca Juga:
  1. Simak! 7 Tips Membuat Akun Online Shop Di Instagram
  2. 8 Tips Promosi Online Shop di Media Sosial Supaya Laku dan Laris 
  3. 5 Tips Membuat Konsumen Tertarik Dengan Online Shop Kita

Mudah Dibaca dan Diucap

Satu hal yang paling sering diabaikan oleh para pemilik online shop adalah memilih nama yang mudah dibaca dan diucap. Alih-alih ingin membuat nama yang menarik untuk online shop, mereka justru menciptakan nama yang menyulitkan. Ini adalah satu kerugian yang harus anda hindari. Buatlah nama online shop terbaik namun juga mengedepankan kemudahan baik itu untuk dibaca maupun diucap.

Bukan Plesetan Brand Lain

Beberapa pemilik online shop menggunakan nama dari plesetan brand terkenal. Mungkin tujuannya untuk membuat bisnis online yang ia jalankan cepat dikenal. Padahal ini adalah anggapan yang salah. Sebaliknya, hal ini justru membuat online shop miliknya sulit berkembang. Hindarilah penggunaan nama dengan membuat plesetan dari brand lain. Ciptakan nama unik anda sendiri yang lebih menjual dan profesional.

Masih Tersedia di Media Sosial

Hal terakhir yang terlihat sepele namun perlu diberi perhatian khusus adalah ketersediaan nama untuk akun media sosial yang akan anda gunakan. Usahakan nama tersebut belum pernah dipakai dan digunakan oleh siapapun. Dengan demikian anda akan memiliki nama yang unik dan menarik. Untuk mengetahui nama tersebut sudah digunakan atau belum, coba cek dengan mengetiknya di pencarian media sosial.

Penutup
Itulah penjelasan tentang 7 tips membuat nama yang menarik untuk online shop. Memilih nama yang baik untuk online shop itu penting, apalagi nama yang dipilih unik, ini akan memudahkan pelanggan anda dalam mengingat-ingat. Dalam menentukan nama, usahakan untuk tidak menjiplak atau meniru milik orang lain karena dapat melanggar hak cipta. Sebaik-baik nama online shop adalah yang unik dan beda dari yang lain.
Lanjutkan Membaca »
7 Tips Mengambil Keputusan Dalam Bisnis Dengan Tepat dan Bijaksana

7 Tips Mengambil Keputusan Dalam Bisnis Dengan Tepat dan Bijaksana

Mengambil keputusan menjadi salah satu kegiatan yang sering ditemui oleh setiap pelaku usaha. Didalam dunia bisnis sendiri, sebuah keputusan harus diambil secara tepat dan bijaksana untuk menyelesaikan masalah karena akan berpengaruh terhadap masa depan sebuah usaha. Itulah sebabnya kenapa kita tidak dapat mengambil keputusan secara asal-asalan dan sesuka hati.

Memang tidak dapat disangkal, mengambil keputusan adalah salah satu pekerjaan berat yang menguras pikiran. Banyaknya pertimbangan dan kewaspadaan membuat seseorang dapat dibuat pusing untuk menentukan pilihannya. Terlebih jika kondisi yang terjadi bersifat sangat penting dan mendesak, maka proses pengambilan keputusan dapat berjalan secara alot.

Gambar 7 Tips Mengambil Keputusan Dalam Bisnis Dengan Tepat dan Bijaksana

Mengambil keputusan dengan cara baik dan benar bisa memberikan hasil yang memuaskan untuk kedepannya. Seorang pelaku usaha wajib memiliki sikap dan pemikiran yang matang untuk dapat melakukannya. Kemampuan ini harus dimiliki oleh mereka agar dapat lepas dari masalah yang sedang dihadapi. Terlebih, jika masalah yang harus diselesaikan tergolong berat.

Lalu, Bagaimana Cara Mengambil Keputusan Untuk Menyelesaikan Masalah Dalam Bisnis?

Setiap masalah dalam bisnis entah itu bersifat berat ataupun ringan, harus tetap diselesaikan dengan penuh pertimbangan karena akan membawa dampak yang besar untuk kedepannya. Salah satu langkah yang dapat menentukan suksesnya penyelesaian masalah dalam bisnis adalah cara pengambilan keputusan yang tepat dan bijaksana. Untuk dapat melakukannya, perhatikan 7 tips seperti berikut ini.

Identifikasi Masalah

Proses identifikasi masalah menjadi kegiatan awal sebelum akhirnya kita mengambil keputusan. Tahap ini sangat penting sebagai salah satu pertimbangan yang bisa digunakan dalam menentukan sebuah pilihan. Caranya dapat dilakukan dengan mengenali masalah yang sedang terjadi dan memahami setiap persoalan yang terjadi dalam bisnis. Usahakan untuk tidak meninggalkan tahap identifikasi masalah ketika akan mengambil sebuah keputusan.

Siapkan Mental Dan Keyakinan

Mental dan keyakinan yang kita memiliki ternyata memiliki pengaruh yang tinggi dalam menentukan sukses atau tidaknya sebuah keputusan yang diambil. Sebagai seorang pelaku usaha, kita diharuskan  membuat keputusan diiringi dengan mental dan keyakinan yang kuat. Hal ini akan menghindarkan seseorang dari sikap keragu-raguan yang menyebabkan mereka tidak bisa berpegang teguh dalam satu pilihan.

Bersikap Tenang

Masalah bisa datang kapan saja dan akan dihadapi oleh siapapun. Datangnya pun terkadang juga secara tiba-tiba. Kita tidak dapat mengira-ngira dan memprediksinya. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan seorang pelaku usaha panik ketika datang sebuah persoalan. Oleh sebab itu, kita harus bersikap tenang agar dapat menyelesaikan setiap masalah yang datang menghampiri. Hanya dengan sikap tenang inilah kita akan mampu mengambil keputusan secara tepat dan  bijaksana.

Diskusikan Dengan Orang Sekitar

Setiap manusia pasti memiliki keterbatasan. Termasuk kemampuan dan kapasitas berpikirnya. Oleh karena itu, terkadang kita tidak akan mampu mengambil sebuah keputusan seorang diri. Diperlukan campur tangan orang lain yang bisa dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan melibatkan orang sekitar seperti karyawan, rekan kerja, kolega, atau partner bisnis untuk ikut mencari solusi.

Baca Juga:
  1. Ingin Meningkatkan Kemampuan Bisnis? 8 Cara Ini Bisa Jadi Solusi
  2. 15 Pola Pikir Pengusaha Yang Membuat Mereka Sukses 
  3. 21 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Bisnis

Tentukan Batas Waktu

Dalam mengambil keputusan, terkadang kita dituntut untuk berpikir cepat dan sistematis. Terlalu lama membiarkan sebuah masalah akan menimbulkan dampak buruk terhadap kondisi bisnis yang sedang berjalan. Maka dari itu, kita wajib menentukan batas waktu kapan sebuah keputusan harus diambil. Menentukan batas waktu, secara tidak langsung juga dapat mendesak kita agar menyelesaikan masalah sesegera mungkin.

Libatkan Tuhan

Keberhasilan dalam mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan sikap yang kita miliki. Namun, dibalik itu semua tuhan juga turut serta memudahkan jalan yang akan kita ambil. Usahakan untuk selalu melibatkan tuhan dalam setiap pengambilan keputusan. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, sedangkan hasil dan takdir masih tetap dipegang oleh tuhan sepenuhnya.

Tinjau Kembali Resikonya

Sebelum benar-benar mengambil sebuah keputusan, sebaiknya kita meninjau kembali resiko yang akan terjadi kedepannya. Mengenali resiko dari setiap tindakan yang dipilih akan membawa kita menemukan keputusan yang tepat dan bijaksana. Sebuah hal yang sering dilupakan oleh para pelaku bisnis. Kebanyakan dari mereka kurang memperhatikan dampak kedepannya dan hanya mementingkan kondisi aman.

Penutup
Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita tidak akan pernah bisa terlepas dari masalah. Sedangkan kesuksesan sebuah usaha juga dipengaruhi oleh keberhasilan kita dalam menyelesaikannya. Maka dari itu, kita dituntut untuk bisa mengambil keputusan dalam bisnis secara tepat dan bijaksana. Agar bisa melakukannya, kita harus mau belajar dan meningkatkan kemampuan. Seperti halnya ulasan diatas dapat menjadi salah satu rujukan ketika kita akan mengambil sebuah keputusan.
Lanjutkan Membaca »
Tips Memilih Calon Karyawan Terbaik Dengan Kriteria 7K

Tips Memilih Calon Karyawan Terbaik Dengan Kriteria 7K

Memilih calon karyawan baru untuk perusahaan memang sedikit agak rumit karena memerlukan seleksi ketat dengan banyak pertimbangan. Dalam dunia bisnis merekrut karyawan menjadi sebuah bagian dari proses berjalannya usaha untuk mendapatkan tenaga kerja. Merekrut karyawan terbaik memang tidak gampang. Pasalnya, seorang pemilik usaha harus mengerti kriteria sebagai dasar dalam memilih. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah metode 7K.

Menentukan karyawan untuk bekerja di perusahaan merupakan langkah yang cukup krusial. Jika tidak dilakukan dengan tepat, maka perusahaan akan mengalami kendala selama berjalan. Kecerdasan seorang pemimpin usaha sangat dibutuhkan dalam hal ini, jika ia tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang proses pemilihan karyawan, maka ia akan kesulitan menemukan karyawan yang sesuai dengan keinginan.

Gambar Tips Memilih Calon Karyawan Terbaik Dengan Kriteria 7K

Sebisa mungkin kesalahan dalam memilih calon karyawan harus dihindari oleh perusahaan. Karyawan yang tidak cakap dan kemampuannya tidak sesuai dengan harapan akan kesulitan menjalankan tugas yang diembannya. Akibatnya ia tidak bisa bekerja dengan maksimal sehingga akan membuat pekerjaan menjadi tidak tuntas.

Apa Saja Kriteria 7K Untuk Menentukan Calon Karyawan Terbaik?

Menentukan kriteria karyawan memang harus ditentukan secara matang. Tujuannya tidak lain adalah untuk mendapatkan tenaga kerja terbaik. Dengan mengantongi kriteria yang bisa dijadikan sebagai indikator dalam memilih karyawan, maka proses perekrutan akan menjadi mudah. Salah satu kriteria untuk memilih karyawan terbaik adalah dengan 7K. Apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

1. Kapasitas

Kapasitas yang dimiliki oleh seorang calon karyawan terbaik dapat ditunjukkan dengan kemampuannya dalam memecahkan sebuah masalah atau istilahnya problem solving skill. Selain itu kapasitas maksimal seseorang bisa dilihat dari cara mengelola waktu, mengatasi stres akibat pekerjaan, mereka mengerjakan beban kerja yang berat dan sebagainya.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur dan mengetahui tingkat kapasitas seseorang adalah dengan memberinya beban pekerjaan yang tinggi dengan tenggang waktu tertentu. Terbatasnya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dapat menimbulkan stress. Disinilah letak tolak ukurnya, seorang yang memiliki kapasitas tinggi cenderung tidak mudah strees dalam menghadapi situasi ini dan juga sebaliknya.

2. Kreatifitas

Kreatifitas adalah cara berpikir untuk menemukan dan menciptakan suatu ide dalam menyelesaikan suatu persoalan. Seorang calon karyawan yang kreatif pasti memiliki kemampuan memecahkan masalah yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Ini akan membuat mereka lebih efektif, lebih efisien, dan lebih cepat dalam bekerja. Seorang calon karyawan yang memiliki keratifitas tinggi biasanya mampu menemukan gagasan yang tidak lazim namun masih relevan.

Orang-orang kreatif sangat diperlukan sekali dalam sebuah perusahaan atau usaha. Biasanya mereka mampu membawa ide-ide cemerlang dan menemukan prespektif/cara pandang baru yang dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Merekrut seorang karyawan terbaik memang bagus, namun karyawan yang kreatif juga tidak kalah pentingnya.

3. Karakter

Karakter adalah watak, sifat, serta pembawaan dasar dari seorang manusia yang dapat ditunjukkannya dalam bersikap, berinteraksi dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Karakter pada diri seseorang juga bisa dilihat dari sopan-santun, cara merespon sesuatu kejadian, dan kemampuan mereka dalam mengendalikan emosi. Dalam memilih calon karyawan, hendaknya memperhatikan apakah karakternya cocok dengan pekerjaan yang akan dilakukan atau tidak.

Karakter dari seorang manusia sendiri dapat dinilai dengan menggunakan test MBTI (Myers Briggs Type Indicator). Inti dari test ini dalam menilai karakter seseorang adalah dengan melihat watak, sifat, serta pembawaan mereka dalam kondisi normal dan dalam keadaan penuh tekanan. Hasil dari test ini berupa plot yang menunjukkan personality profile atau peta karakter seseorang. Dengan peta karakter ini, kita dapat memprediksi apakah calon karyawan tersebut layak diterima atau tidak.

4. Kapabilitas

Kapabilitas adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang karyawan untuk melakukan pekerjaan. Kemampuan ini biasanya mencakup nalar, cara berpikir sistematis dan kecerdasan. Seorang calon karyawan dapat dikatakan memiliki kapabilitas apabila memenuhi tingkat kecerdasan minimal yang dibutuhkan. Tak hanya itu, merek juga dituntut untuk memiliki skill dalam melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

Untuk menentukan tingkat kapabilitas seseorang, dapat dilakukan dengan cara test dan wawancara. Dari hasil yang didapat akan bisa diketahui apakah seseorang memiliki kemampuan atau tidak. Untuk mengetahui kapabilitas disarankan untuk tidak mengandalkan ijazah, sertifikat, piagam, dan sejenisnya sebagai ukuran. Meski sudah terbukti kebenarannya, namun belum dipastikan relevan dengan kemampuan yang sebenarnya.

5. Komitmen

Komitmen adalah janji atau keteguhan hati dari dalam diri seseorang kepada orang lain yang tercermin dalam tindakannya. Orang yang memiliki komitmen tinggi akan tetap memiliki kesungguhan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan meskipun berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan atau dalam kesulitan. Ia akan terus memikul rasa tanggung jawab dan lebih mengutamakannya ketimbang hal-hal lain.

Baca Juga:
  1. 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya
  2. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan 
  3. Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan

Seorang karyawan yang tidak memiliki komitmen, ia akan cenderung melakukan pekerjaan secara tebang pilih. Dalam artian hanya pekerjaan yang benar-benar ia sukai yang dikerjakan. Ketika menghadapi kondisi yang menyulitkan atau tidak sesuai dengan keinginannya, ia akan mudah lari dari tanggung jawab yang dipikulnya. Oleh karena itu, komitmen menjadi salah satu kriteria penting dalam memilih calon karyawan terbaik.

6. Kompatibilitas

Kompatibilitas dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mengerjakan beberapa tugas atau bekerja sama dengan orang lain. Seseorang yang memiliki kompatibilitas akan mampu bekerja sama secara tim atau rekan kerja dengan baik. Ia juga dapat mudah bergaul dengan orang di sekitarnya atau di lingkungannya.

Saat memilih calon karyawan terbaik tidak bisa meninggalkan kompatibilitas sebagai salah satu kriteria. Kompatibilitas dari seseorang akan ditunjukkan melalui kecocokan serta kepatuhannya terhadap atmosfer perusahaan. Ini menjadi sebuah hal penting yang berpengaruh langsung terhadap interakasi di perusahaan.

7. Kredibilitas

Kredibilitas adalah kualitas atau kekuatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mampu menimbulkan kepercayaan dari orang lain. Seorang calon karyawan yang memiliki kredibilitas dapat dilihat dari cara mereka memikul tanggung jawab dengan baik dan benar. Ini akan menimbulkan kepercayaan sehingga ia dapat diandalkan ketika melaksanakan suatu pekerjaan.

Tanpa memiliki kredibilitas, seorang calon karyawan tidak akan kesulitan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan atau tempat ia bekerja. Hanya dengan melihat riwayat hidup seseorang dimasa lalu, kita dapat melihat cerminan kredibilitasnya. Sekali ia memiliki track record yang buruk, kemungkinan besar akan sulit dipercaya untuk kedepannya.

Penutup
Itulah beberapa tips memilih calon karyawan terbaik dengan kriteria 7K. Dengan memperhatikan kapasitas, kreatifitas, kapabilitas, karakter, komitmen, kompatibilitas dan kredibilitas seorang pemimpin perusahaan atau usaha akan mudah melakukan seleksi terhadap karyawan baru. Beberapa kriteria tersebut tidak serta merta membuat kita mendapatkan karyawan terbaik. Namun lebih berfungsi sebagai alat yang dapat dijadikan pedoman dalam merekrut karyawan.
Lanjutkan Membaca »
Ingin Meningkatkan Kemampuan Bisnis? 8 Cara Ini Bisa Jadi Solusi

Ingin Meningkatkan Kemampuan Bisnis? 8 Cara Ini Bisa Jadi Solusi

Bisnis adalah bidang yang penuh dengan hal-hal kompleks seperti perencanaan, pengelolaan, pengambilan keputusan, dan lain sebagainya. Seorang pelaku usaha harus benar-benar memiliki kemampuan yang baik supaya bisa menjalankan bisnis secara maksimal. Setiap langkah yang dilakukan dalam berbisnis selalu berkaitan erat dengan pengetahuan dan pengalaman. Semakin tinggi ilmu seorang pelaku usaha, maka ia juga memiliki kemampuan bisnis yang baik pula.

Pengetahuan bisnis menjadi sebuah modal penting ketika seseorang terjun di dunia usaha. Kompetisi yang keras dan ketat dengan para kompetitor akan membuat pengalaman bisnis berperan penting bagi seorang pelaku usaha dalam memenangkan persaingan tersebut. Oleh karena itu kemampuan bisnis sangat penting dikuasai oleh para pelaku usaha terlebih jika masih tergolong pemula.

Gambar Ingin Meningkatkan Kemampuan Bisnis? 8 Cara Ini Bisa Jadi Solusi

Belajar dan mencari tahu menjadi suatu langkah tepat yang bisa diambil dalam rangka meningkatkan kemampuan bisnis. Selama ini pelaku bisnis yang masih pemula sering melewatkan tahapan ini dan terkesan terburu-buru dalam merintis usaha. Inilah penyebab utama banyaknya bisnis yang baru mulai berjalan sulit untuk berkembang bahkan sampai berhenti di tegah jalan.

8 Cara Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pengalaman Bisnis

Setiap pelaku usaha pasti ingin meningkatkan kemampuan bisnisnya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pengetahuan akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika terjun di dunia bisnis. Seorang pelaku bisnis berpengalaman butuh waktu yang lama dengan merasakan asam garam untuk memiliki ilmu bisnis yang mumpuni.

Dengan kemampuan yang baik, seorang pelaku usaha akan mudah menjalankan serta mengelola bisnis hingga mapan. Inilah hal yang harus diketahui oleh setiap pelaku usaha baru atau pemula ketika terjun di dunia bisnis. Untuk bisa mencapai hal tersebut, mereka harus melakukan banyak upaya. Seperti halnya 8 cara meningkatkan kemampuan bisnis berikut, yang bisa dijadikan sebagai rujukan.

Bekerja di tempat Bisnis

Ketika bekerja di sebuah tempat bisnis, maka kita akan menjadi bagian didalamnya. Sebuah keuntungan yang jarang terpikirkan oleh banyak orang. Dengan bekerja ditempat bisnis kita akan mengetahui segala aktivitas yang dilaksanakan didalam bisnis tersebut. Dengan melihat dan mengalami sendiri, kita akan belajar serta memahami semua hal yang berkaitan dengan bisnis untuk bisa diterapkan di kemudian hari.

Belajar ke Pebisnis Sukses

Jika ingin mendapat banyak ilmu, maka belajarlah kepada orang yang berpengalaman. Seorang pelaku usaha yang sudah sukses pasti memiliki segudang cerita dan riwayat yang panjang dalam menjalankan bisnis. Pengalaman mereka inilah yang bisa kita ambil untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Banyak-banyaklah bergaul dengan para pebisnis mapan dan jangan segan bertanya-tanya untuk mendapatkan ilmu yang mereka miliki.

Banyak-banyak Membaca

Buku adalah sumber ilmu. Semakin banyak membaca maka semakin banyak juga pengetahuan yang kita dapatkan. Membaca adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemapuan bisnis. Namun sekarang sumber bacaan tidak hanya ada pada buku saja, kecanggihan teknologi sudah memudahkan kita dalam menemukan sumber bacaan melalui internet. Manfaatkan fasilitas ini untuk terus menambah wawasan dengan cara membaca.

Learning by Doing

Satu dari sekian banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan pengalaman dalam berbisnis adalah dengan learning by doing atau belajar sambil melakukan. Maksudnya adalah kita harus mau mencoba dan melakukannya sendiri supaya mengalami. Sampai pada suatu saat akan mendapatkan masalah dan mencoba untuk memecahkannya sendiri. Cara ini biasanya akan mudah diingat dan sulit terlupakan karena kita pernah merasakannya secara langsung.

Berbagi Pengalaman Dengan Kolega

Seorang pelaku bisnis pasti tidak akan pernah berjalan sendirian. Disekitarnya pasti juga banyak pelaku usaha lain yang sama-sama ingin mencapai tujuan. Akan lebih baik lagi jika kita mampu merangkul mereka untuk bekerja sama. Setiap pelaku usaha memiliki pengalaman yang berbeda-beda sehingga kita bisa bertukar cerita dan berbagi kisah. Ini akan menjadi langkah yang baik karena berbagi pengalaman bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bisnis kita.

Baca Juga:
  1. Macam-Macam Sumber Ide Yang Dapat Digunakan Sebagai Inspirasi Bisnis
  2. Bisnis Gagal? Coba Lakukan 8 Hal Ini Untuk Bangkit
  3. Bisnis! Solusi Untuk Anda Yang Sulit Dapat Pekerjaan

Sekolah Formal

Menuntut ilmu di sekolah formal seperti kuliah dan pelatihan memang cukup efektif untuk mendapatkan berbagai ilmu seputar dunia bisnis. Ini adalah cara paling umum yang banyak ditempuh oleh orang-orang yang ingin terjun di dunia bisnis. Memilih sekolah formal untuk belajar ilmu bisnis memang baik. Karena sifatnya yang teoritis, maka akan lebih baik jika dibarengi dengan praktek langsung untuk terjun di dunia bisnis.

Ikut Seminar

Saat ini sudah banyak para pakar bisnis yang membagikan ilmunya melalui berbagai macam seminar yang diselenggarakan. Kita dapat memanfaatkan momentum ini untuk hadir di seminar guna menyerap semua ilmu yang disampaikan oleh pembicara pada acara tersebut. Akan ada banyak ilmu yang kita dapat ketika mengikuti seminar karena materi akan disampaikan secara gamblang dan jelas. Maka dari itu jangan pernah melewatkan setiap acara seminar tentang bisnis yang ada disekitar kita.

Bergabung di Forum Bisnis

Berbagai macam forum bisnis sudah banyak terbentuk saat ini. Entah itu melalui perkumpulan di dunia nyata maupaun melalui situ forum yang ada di internet. Tidak ada salahnya kita ikut bergabung dengan salah satu diantaranya. Didalam forum tersebut kita dapat berdiskusi dengan para pelaku usaha lain dengan mengajukan berbagai pertanyaan maupun sekedar menyimak perbincangan diantara mereka.

Penutup
Meningkatkan kemampuan bisnis merupakan satu dari sekian banyak tugas yang wajib dilakukan oleh seorang pelaku usaha. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang baik, seorang pebisnis akan lebih mudah mengarungi kerasnya dunia bisnis yang penuh dengan persaingan. Seperti pepatah yang mengatakan “tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina”, kita dituntut untuk terus belajar tanpa mengenal batas karena dunia bisnis setiap waktu dapat berubah.
Lanjutkan Membaca »
Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan

Karyawan Sering Bermasalah? 9 Hukuman Ini Pantas Diberikan

Dalam mengelola sebuah bisnis, seorang pemilik usaha yang bertugas sebagai pimpinan pasti pernah menemukan karyawannya yang melakukan kesalahan. Ini adalah hal yang wajar, sebab setiap orang bekerja pasti pernah sekali dua kali keliru dalam menjalankan tugas. Yang tidak bisa ditoleransi adalah mereka yang seringkali bermasalah dalam melakukan pekerjaan. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada hukuman yang pantas diberikan sesuai dengan masalah yang ditimbulkan.

Menaati aturan adalah sebuah kewajiban yang harus dipatuhi oleh para karyawan di sebuah perusahaan. Aturan itu sendiri dibuat untuk menciptakan dan menjaga situasi kondusif demi terbentuknya hubungan yang baik antar pekerja. Tak heran jika sebuah perusahaan yang bisa mengkondisikan para karyawannya akan lebih mudah mencapai target dan tujuan.

Gambar 9 Hukuman Pantas Diberikan Untuk Karyawan Bermasalah

Salah satu cara yang biasa dilakukan oleh seorang pemilik usaha untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan keinginan adalah dengan seleksi. Meski sudah dilakuakan pemilihan yang ketat, namun pada kenyataannya ada saja karyawan yang suka membuat masalah dan menimbulkan situasi yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mampu bertindak tegas dengan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dibuat.

Sanksi Apa Yang Pantas Diberikan Untuk Karyawan Yang Bermasalah?

Memberikan hukuman kepada seorang karyawan yang berbuat kekeliruan dalam bekerja tidak boleh asal-asalan. Harus ada pertimbangan dan peninjauan terlebih dahulu terkait kesalahan yang diperbuat untuk memberikan sanksi apa yang sesuai. Pemberian sanksi kepada karyawan yang bermasalah harus disesuai dengan besar atau kecilnya persoalan. Berikut ini adalah 9 hukuman yang pantas diberikan kepada karyawan yang sering melakukan kesalahan mulai dari paling ringan hingga terberat.

Pemberian Teguran

Jika seorang karyawan melakukan kesalahan yang sifatnya ringan, alangkah lebih baik jika diberikan teguran secara langsung. Namun tidak boleh asal, seorang pemimpin harus menggunakan cara yang benar untuk menegur karyawan. Pemberian teguran akan membuat yang bersangkutan akan lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga kesalahan yang sudah dilakukan tidak terulang. Teguran secara personal adalah tindakan tepat diberikan kepada karyawan yang pertama kali berbuat salah.

Peringatan Tertulis

Jika pemberian teguran belum bisa meluruskan, ada baiknya jika diberi peringatan secara tertulis. Peringatan tertulis bisa dilakukan dengan menggunakan surat peringatan atau yang lebih populer dengan singkatan SP. Pemberian SP dilakukan secara bertahap mulai dari SP1, SP2, hingga SP3. Masing-masing SP memiliki masa berlaku selama enam bulan. Penggunaan SP juga sudah diatur dalam UU ketenagakerjaan pasal 161. Jika pemberian surat peringatan terakhir masih bermasalah, maka bisa dijauhi sanksi yang lebih berat lagi.

Mutasi

Hukuman yang lebih berat lagi tingkatannya daripada peringatan tertulis adalah mutasi. Melakukan mutasi berarti kepada karyawan berarti memindah tugaskan ke jabatan atau pekerjaan yang berbeda dari bidang sebelumnya. Ada dua macam mutasi yang biasa dikenal yaitu mutasi yang menaikkan jabatan (promosi) atau mutasi yang bersifat hukuman (punishment). Untuk karyawan yang membuat persoalan, tentu mutasi yang diberikan adalah bersifat hukuman supaya bisa memberi efek jera.

Baca Juga:
  1. 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya 
  2. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik 
  3. 21 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Bisnis

Penurunan Jabatan

Demosi atau yang biasa dikenal dengan penurunan jabatan adalah salah satu hukuman yang biasa diberikan perusahaan kepada para karyawan yang sering melakukan kekeliruan dalam menjalankan tugas. Sebelum memutuskan untuk memberikan sanksi penurunan jabatan, harus ada pengkajian terlebih dahulu dengan berbagai bukti-bukti yang memperkuat untuk bisa melakukan demosi terhadap seorang pekerja. Namun sayang, tata cara dan mekanismenya belum diatur dalam UU ketenagakerjaan.

Pencabutan Tunjangan

Salah satu hukuman yang bisa diberikan oleh pemilik usaha kepada karyawan yang bermasalah adalah dengan mencabut tunjangannya. Jika kesalahan yang dilakukan cukup berat atau bersifat merugikan, sanksi ini pantas diberikan. Dalam penetapannya, harus ada peninjauan terlebih dahulu terhadap persoalan yang diperbuat untuk mengetahui apakah benar-benar pantas atau tidak. Tata cara hukuman semacam ini yang mengatur adalah perusahaan itu sendiri.

Pemotongan Gaji

Sanksi berupa pemotongan gaji bisa dilakukan jika kesalahan yang diperbuat oleh seorang karyawan cukup berat atau terbukti merugikan perusahaan. Dalam melakukan pemotongan gaji tidak bisa dilakukan seenaknya. Harus dilakukan beberapa perhitungan dan perhitungan yang sesuai dengan masalah yang ditimbulkan agar hukuman ini tidak bersifat merugikan pekerja. Jelaskan dan berikan pengertiaan kepada yang bersangkutan ketika memberikan sanksi ini.

Pemberian Denda

Denda adalah salah satu hukuman cukup berat yang bisa diberikan kepada seorang karyawan yang sering bermasalah hingga terjadi kerugian. Mekanisme dari sanksi ini adalah dengan cara meminta yang bersangkutan untuk membayarkan sejumlah uang sesuai dengan kerugian yang ditimbulkan. Ada dua pilihan yang bisa ditawarkan dalam menerapkan sanksi ini. Pertama adalah dengan membayar uang secara langsung dan yang kedua adalah dengan memangkas gaji yang diterima.

Memaksanya Mengundurkan Diri

Jika masalah yang diperbuat oleh seorang karyawan sudah masuk kategori berat, seorang pemimpin bisa memaksanya untuk mengundurkan diri dengan menandatangani surat pengunduran diri. Hukuman semacam ini juga sudah diatur dalam UU ketenagakerjaan yang bisa digunakan sebagai pedoman. Memaksa mengundurkan diri adalah sebuah cara yang dilakukan perusahaan untuk menghindari pembayaran kompensasi berupa sejumlah uang kepada yang bersangkutan.

Pemberhentian Secara Tidak Hormat

Pilihan terakhir untuk menghukum seorang karyawan yang melakukan kesalahan sangat berat dan keterlaluan adalah dengan memberhentikannya secara tidak hormat. Sanksi ini sebenarnya tidak diatur dalam UU ketenagakerjaan, namun disana hanya diatur tentang pemutusan hubungan kerja saja. Seorang karyawan akan dirumahkan terlebih dahulu selama proses pemberhentian hubungan kerja berlangsung guna menghindari hal-hal negatif yang berpotensi dilakukan oleh karyawan tersebut.

Penutup
Seorang pemimpin wajib menindak tegas seorang karyawannya yang sering bermasalah. Hal ini ditujukan supaya hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir. Memang sudah sepantasnya seorang pekerja yang berbuat kekeliruan harus diberikan hukuman sesuai dengan tingkat persoalan yang dibuatnya. Penjelasan 9 hukuman yang pantas diberikan kepada karyawan diatas adalah beberapa contoh sanksi yang dapat diberikan jika memang benar seorang karyawan sedang bermasalah untuk memberikan efek jera.
Lanjutkan Membaca »
15 Pola Pikir Pengusaha Yang Membuat Mereka Sukses

15 Pola Pikir Pengusaha Yang Membuat Mereka Sukses

Setiap orang pasti memiliki mimpi untuk menjadi pengusaha yang sukses. Ditengah isu masalah lapangan pekerjaan yang semakin sempit, menjalankan roda bisnis adalah salah satu cara agar bisa terhindar dari problema tersebut. Jika seseorang tidak mampu berfikir mandiri, maka ia akan menjadi pengangguran akibat tidak mendapatkan pekerjaan. Supaya memiliki masa depan cerah, wajib hukumnya bagi kita untuk mengetahui pola pikir pengusaha yang membuat mereka sukses.

Mempelajari pola pikir orang-orang sukses adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengikuti jejak mereka. Saat ini, kebanyakan masyarakat awam masih belum sadar akan pentingnya membangun pola pikir sebelum merintis usaha. Padahal, pola pikir tersebutlah yang menjadi pondasi kuat agar usaha yang didirikan bisa maju dan berkembang menjadi besar.

Gambar 15 Pola Pikir Pengusaha Yang Membuat Mereka Sukses

Mendirikan sebuah usaha memang bukan perkara mudah, apalagi untuk menjalankannya hingga mencapai kesuksesan. Pendiri usaha harus melakukan perjuangan ekstra keras dan pengorbanan yang tinggi. Akibatnya, banyak orang yang tidak mau terjun ke dunia usaha karena takut terhadap berbagai macam resiko yang siap menghadang. Pola pikir seperti inilah yang harus dihilangkan jika benar-benar ingin menjadi seorang pengusaha sukses.

Seperti Apa Pola Pikir Pengusaha Yang Sukses?

Selama ini kita melihat para pengusaha yang sukses hanya dari hasilnya saja. Padahal dibalik itu semua ada hal yang lebih penting untuk digali. Jika ditinjau dari sudut pandang yang berbeda, ada pola pikir yang kuat dibalik otak cerdas mereka hingga dapat mencapai sebuah keberhasilan. Untuk bisa mengikuti jejak mereka, langkah lebih baik bagi kita untuk mempelajari pola pikir mereka. Berikut ini adalah 15 pola pikir pengusaha yang membuat mereka sukses.

Menciptakan Lapangan Kerja, Bukan Mencari Kerja

Seorang wirausahawan sukses pasti memiliki pola pikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Kebalikannya, dia tidak pernah sedikitpun memiliki pikiran untuk mencari pekerjaan. Hal inilah yang menyebabkan munculnya motivasi tinggi didalam dirinya untuk mendirikan usaha yang pada akhirnya dapat menyediakan banyak pekerjaan yang bermanfaat untuk orang lain.

Bermental Bos, Bukan Karyawan

Kebanyakan pengusaha suskses selalu memiliki pola pikir untuk menjadi bos, bukan untuk menjadi seorang karyawan. Mental ini selalu tertanam pada dirinya sehingga ia termotivasi untuk memiliki sebuah usaha agar bisa menjadi bos. Ia tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk bekerja menjadi karyawan untuk orang lain.

Bermental Menggaji, Bukan Digaji

Seorang pengusaha sukses selalu tertanam didalam dirinya mental untuk menggaji, bukan digaji. Ia lebih menginginkan agar bisa memberikan pekerjaan dan menggaji orang lain dengan menjadikannya sebagai karyawan. Baginya, adalah suatu kebanggaan bisa bermanfaat bagi orang lain dengan menyambung rejeki melalui usaha yang didirikannya.

Bekerja Untuk Memperkaya Diri Sendiri, Bukan Memperkaya Orang Lain

Seorang pengusaha sukses pasti memiliki pola pikir bagaimana cara agar dirinya berhasil. Salah satunya adalah berfikir agar bisa bekerja untuk memperkaya diri sendiri, bukan bekerja kepada orang lain dan memperkaya orang tersebut. Oleh sebab itu, keinginannya untuk bisa memiliki usaha sendiri sangat tinggi agar tujuannya untuk bisa memperkaya diri sendiri bisa tercapai.

Bekerja Untuk Memajukan Usaha Sendiri, Bukan Orang Lain

Ketika seseorang bekerja untuk orang lain, maka usaha orang tersebutlah yang akan maju. Oleh karena itu seorang pengusaha sukses memiliki pola pikirnya untuk membuka usaha sendiri dan bekerja untuk memajukan bisnisnya tersebut. Bagi mereka, adalah hal yang menghabiskan waktu jika bekerja hanya untuk memajukan usaha yang dimiliki oleh orang lain.

Berdikari, Bukan Bergantung Pada Orang Lain

Selama ini, orang biasa hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan  yang berarti harus bergantung pada orang lain. Sebaliknya, seorang pengusaha sukses tidak memiliki pemikiran yang seperti itu. Mereka memiliki pola pikir untuk berdikari dan menjalankan usaha secara mandiri tanpa menggantungkan hidupnya pada orang lain. Rata-rata pengusaha sukses pasti mengawali karirnya dengan mendirikan bisnis sendiri.

Berani Memulai, Bukan Mencari Yang Instan

Selama ini, banyak orang yang tidak mau terjun ke dunia usaha karena berbagai macam alasan. Mereka hanya ingin sesuatu yang instan untuk mendapatkan penghasilan. Seorang pengusaha sukses memiliki pola pikir yang berbeda, mereka berani memulai sebuah usaha dengan target dan tujuan agar usaha tersebut dapat tumbuh dan berkembang hingga menjadi besar.

Baca Juga:
  1. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik 
  2. 20 Rahasia Bisnis Orang Cina Yang Selalu Sukses Dalam Berdagang
  3. Macam-Macam Sumber Ide Yang Dapat Digunakan Sebagai Inspirasi Bisnis

Mencari Pendapatan Tak Terbatas, Bukan Bayaran Tetap

Seorang pengusaha pasti ingin sukses dengan mempunyai pendapatan yang tinggi dari usahanya. Oleh sebab itu pola pikir yang tertanam di kepala mereka adalah bagaimana cara supaya bisa memperoleh pendapatan yang tak terbatas, bukan mendapatkan bayaran tetap seperti halnya orang yang bekerja. Mereka beranggapan bahwa dengan menjalankan bisnis, akan ada kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang tak terbatas.

Menjemput Rejeki, Bukan Menunggu Rejeki

Rejeki itu dijemput, bukan hanya ditunggu. Itulah salah satu pola pikir seorang pengusaha sukses yang ada dalam dirinya. Bagi mereka rejeki itu bisa datang jika dijemput dan diperjuangkan. Orang yang bermalas-malasan dan hanya menunggu pekerjaan menghampiri dirinya maka hidupnya akan begitu-begitu saja dan tidak akan pernah bisa berkembang.

Suka Memodifikasi, Bukan Meniru

Dalam menjalankan bisnis atau membuat sebuah produk, adalah hal yang paling dihindari untuk menirukan ide orang lain atau bahkan menjiplak milik orang lain. Para pengusaha yang sukses memiliki pola pikir dalam berwirausaha untuk memodifikasi apa saja dan menciptakan nilai tambah. Ia selalu ingin selangkah lebih maju agar mampu bersaing dengan para kompetitornya.

Mengambil Resiko, Bukan Menghindari Resiko

Pola pikir yang menyebabkan kenapa seorang pengusaha bisa sukses adalah keberanian mereka dalam mengambil sebuah resiko. Dalam menjalankan pekerjaan, sebuah resiko akan diambil untuk mendapatkan pengalaman baru dan bukan untuk menghindarinya. Itulah sebab kenapa seorang pengusaha sukses bisa terus maju dan berkembang dalam menjalankan sebuah usaha.

Mencari Tantangan, Bukan Bermain Aman

Pengusaha sukses selalu tertarik untuk mencari tantangan baru, mereka tidak terlalu suka bermain aman. Menurut pola pikir mereka, dengan mencari tantangan maka pengalaman baru yang belum pernah dialami sebelumnya akan ditemukan. Ini akan membuat mereka mendapatkan ide-ide yang segar dan tidak monoton.

Memberdayakan Orang Lain, Bukan Diberdayakan Orang Lain

Memberdayakan orang lain orang lain melalui usaha yang didirikannya adalah sebuah kebanggaan bagi seorang pengusaha yang sukses. Karena hal itu, tidak sedikitpun ada keinginan dari mereka untuk diberdayakan orang lain dengan menjadi karyawan. Pola pikir seperti ini akan memacu semangat mereka untuk bisa mendirikan usaha yang maju dan berkembang.

Memanfaatkan Peluang, Bukan Hanya Melihat Peluang

Salah satu kelebihan pola pikir yang dimiliki seorang pengusaha sukses adalah memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan usaha, bukan hanya melihat peluang kemudian berdiam diri saja. Kemampuan mereka dalam menangkap peluang selalu terasah dengan menggunakan peluang tersebut sebagai alat untuk melakukan terobosan dalam berbisnis.

Berpikir Jangka Panjang, Bukan Jangka Pendek

Pola pikir pengusaha yang membuat mereka sukses yang terakhir adalah berpikir jangka panjang, bukan hanya untuk jangka pendek. Kesuksesan seorang pengusaha tidak lepas dari perencanaan dan target yang memiliki jangka waktu panjang sehingga usaha yang dijalankan akan terus memiliki tujuan dari waktu ke waktu. Pemikiran jangka panjang akan membuat seorang pengusaha tidak mudah berpuas diri.
Lanjutkan Membaca »
6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Dalam menjalankan sebuah usaha yang sudah cukup besar, seorang pemilik usaha pasti membutuhkan tenaga tambahan untuk menunjang berjalannya bisnis yang ia tekuni. Salah satu pilihan tepat yang dapat ditempuh adalah dengan melibatkan karyawan. Namun dalam bekerja, tidak semua karyawan yang sudah direkrut dapat menjalankan tugas sesuai apa yang diharapkan. Ada banyak tipe karyawan yang bermasalah dan harus diatasi dengan cara-cara tertentu.

Setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Termasuk karyawan yang bekerja untuk sebuah bisnis. Mereka memiliki tipe dan jenis yang beragam yang terkadang menimbulkan sebuah persoalan yang pelik bagi pemilik usaha selaku pemimpin. Wirausahawan yang menjadi pemimpin harus mampu mengatasinya dengan cara-cara yang baik dan benar agar tidak menimbulkan masalah baru yang lebih panjang.

Gambar 6 Tipe Karyawan Yang Bermasalah dan Cara Mengatasinya

Mengatasi karyawan yang bermasalah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya jika tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan konflik yang dapat berpengaruh negatif terhadap keberadaan sebuah usaha. Jika terlalu lama dibiarkan masalah seperti ini dapat berlarut-larut serta dapat menimbulkan kerugian untuk karyawan lain maupun untuk usaha itu sendiri..

Cara Menghadapi Beberapa Jenis Dan Tipe Karyawan Yang Bermasalah Dalam Wirausaha

Ada banyak jenis dan tipe karyawan yang bisa saja ditemui ketika menjadi pemilik usaha yang sekaligus merangkap sebagai pemimpin. Karakter dan yang akan ditemui akan berbeda-beda antara karyawan satu dengan yang lainnya. Demi berjalannya usaha agar tetap lancar, masalah semacam ini harus segera diatasi. Berikut ini adalah tipe karyawan yang bermasalah dan cara mengatasinya.

1. Tipe Karyawan Malas

Pada dasarnya jika seseorang memiliki sifat malas, maka ia tidak suka melakukan pekerja. Ia lebih suka bersantai dan melakukan yang dianggapnya menyenangkan. Kebanyakan tipe karyawan yang malas akan memanfaatkan orang lain untuk dilimpahi tugas dan pekerjaan yang seharusnya ia lakukan sendiri. Model karyawan semacam ini hanya akan sedikit kerja hanya untuk menunjukkan bahwa ia sudah melakukan tugas.

Cara Mengatasi Karyawan Malas

Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh seorang pemimpin usaha untuk mengatasi karyawan yang malas adalah dengan memberikan target untuk setiap tugas yang diberikan. Dengan begini, ia kan bekerja sesuai dengan target yang harus dicapai. Selain itu, ia juga harus diberi tenggang waktu (deadline) agar dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

2. Tipe Karyawan Tidak Disiplin

Seorang karyawan yang memiliki tipe tidak disiplin akan selalu mengabaikan segala peraturan yang sudah ada. Baginya peraturan tidak begitu penting dan lebih suka melakukan hal yang menurutnya benar. Masalah yang biasa ia lakukan seperti cara berpakaian yang tidak sesuai, datang kerja tidak tepat waktu, menunda pekerjaan, dan lain sebagainya. Jika dibiarkan berlarut-larut, masalah seperti ini akan menimbulkan gangguan ketertiban yang membuat kondisi menjadi tidak nyaman.

Cara Mengatasi Karyawan Tidak Disiplin

Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi karyawan yang tidak disiplin adalah mengadakan peninjauan secara rutin kepada para karyawan yang sedang bekerja. Selain itu, seorang pemilik usaha yang sekaligus merangkap pemimpin dapat melakukan inspeksi mendadak secara random kepada karyawannya dengan jangka waktu tertentu. Akan lebih baik lagi jika intensitasnya dilakukan sesering mungkin. Dengan begini, karyawan yang tidak disiplin akan “kikuk” dihadapan atasannya.

3. Tipe Karyawan Suka Membangkang

Salah satu tipe karyawan yang bisa saja ditemui adalah yang suka membangkang baik itu ketika diberi perintah maupun dalam melakukan tugas yang diembannya. Karyawan yang memiliki tipe pembangkang biasanya lebih suka mengerjakan sesuatu semaunya dan seenaknya sendiri. Menurutnya, tugas yang dikerjakan bisa dilakukan dengan caranya sendiri. Ia sering kali melupakan orientasi serta tujuan yang harus ia capai. Jika dibiarkan, maka akan merusak tatanan perusahaan.

Baca Juga:
  1. Tips Memilih Karyawan Yang Cocok Untuk Pramuniaga Toko
  2. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik 
  3. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

Cara Mengatasi Karyawan Suka Membangkang

Mengatasi tipe karyawan yang suka membangkang memang memerlukan perhatian yang lebih serius. Pasalnya, persoalan yang ia lakukan juga cukup fatal jika memang benar adanya. Cara mengatasinya adalah dengan banyak-banyak mengajaknya berdiskusi serta memberikan pengawasan yang lebih ketat agar ia bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah. Selain itu, jika sudah cukup parah, dapat dikenakan sangsi berupa teguran langsung maupun tidak langsung untuk memberi efek jera.

4. Tipe Karyawan Tidak Kompeten

Pada tipe karyawan yang tidak kompeten biasanya melakukan kesalahan yang bersifat teknis atau prosedural. Kesalahan yang dilakukan ini sebenarnya akibat dari ketidakpahaman atau minimnya pengetahuan yang mereka miliki. Jika ditinjau dari akibat yang ditimbulkan memang tidak seberapa dampaknya. Namun jika dibiarkan terus-menerus bisa saja membahayakan keberlangsungan sebuah usaha karena pekerjaan yang dilakukan tidak sempurna.

Cara Mengatasi Karyawan Tidak Kompeten

Sebagai seorang pemilik usaha, karyawan yang memiliki masalah kompetensi harus diberikan penanganan khusus seperti bimbingan dan pelatihan secara rutin dan berkala. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan mereka dalam menjalankan sebuah pekerjaan agar sesuai dengan harapan. Lama kelamaan, mereka akan kompeten dibidangnya serta dapat menjalankan setiap tugas dengan baik.

5. Tipe Karyawan Over Kompetitif

Karyawan yang bertipe over kompetitif atau suka berkompetisi secara berlebihan dengan para rekan kerja sifatnya sangat berbahaya. Ia selalau melakukan berbagai macam cara agar terlihat lebih menonjol dibanding dengan yang lain. Yang lebih parah lagi, ia bisa saja menyingkirkan koleganya dengan cara-cara negatif dan merugikan jika dirasa menghalangi jalannya. Ia tidak peduli terhadap orang lain dan lebih mementingkan diri sendiri.

Cara Mengatasi Karyawan Over Kompetitif

Tipe karyawan yang over kompetitif sering kali sulit dilacak keberadaannya karena mereka lebih sering bermain dibelakang tanpa sepengetahuan atasannya. Namun bukan berarti tidak bisa diatasi, karyawan tipe ini dapat dihadapi dengan menunjukkan kesetaraan serta perlakuan yang sama kepada semua karyawan guna menghindari kompetisi. Jika kompetisi tidak ada, maka karyawan juga tidak akan memiliki sifat kompetitif yang tinggi.

6. Tipe Karyawan Individualis

Karyawan dengan tipe individualis biasanya tidak suka bergaul dan berkumpul dengan para karyawan yang lain ketika bekerja. Ia lebih suka dan lebih senang bekerja secara menyendiri tanpa melibatkan siapapun. Sulit baginya untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukan secara bersama-sama. Namun ia memiliki kelebihan yaitu pekerjaan individu yang ia kerjakan hasilnya sangat baik dan memuaskan.

Cara Mengatasi Karyawan Individualis

Cara mengatasi karyawan yang memiliki sifat individualis sebenarnya cukup mudah dilakukan. Selalu libatkan ia dalam pekerjaan yang melibatkan tim sehingga bisa melatih sifat sosialnya untuk bekerja sama dengan orang lain. Lakukan hal ini sesering mungkin, lama-kelamaan ia akan terbiasa dengan kondisi ini dan membiasakan diri untuk lebih bisa bekerja secara bersama-sama.

Penutup
Penjelasan mengenai tipe-tipe karyawan yang bermasalah dan cara mengatasinya diatas adalah salah satu referensi yang dapat digunakan sebagai upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pemilik usaha yang juga selaku pemimpin tertinggi pada perusahaan untuk dapat menyelesaiakan berbagai macam persoalan pada karyawannya. Mengatasi karyawan yang bermasalah itu tidak sulit jika mengerti cara-cara yang cocok dan sesuai. 6 poin diatas sangat penting dipelajari untuk menghadapi beberapa jenis dan tipe karyawan yang bermasalah dalam wirausaha.
Lanjutkan Membaca »
Tips Memilih Karyawan Yang Cocok Untuk Pramuniaga Toko

Tips Memilih Karyawan Yang Cocok Untuk Pramuniaga Toko

Memilih karyawan untuk dilibatkan dalam sebuah usaha memang harus dilakukan secara hati-hati. Apalagi jika seorang wirausahawan merekrut karyawan untuk dijadikan sebagai pramuniaga toko. Pramuniaga atau penjaga toko tugasnya adalah melayani siapa saja orang yang datang ke toko untuk berbelanja suatu barang. Oleh karena itu, orang yang dipilih harus benar-benar cocok dan dapat diandalkan karena akan berpengaruh secara langsung terhadap penjualan.

Peran seorang karyawan yang bertugas sebagai pramuniaga untuk sebuah toko amat sangat penting. Sebisa mungkin orang yang cocok untuk dipilih adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam mempengaruhi para konsumen agar mau membeli barang. Sehingga calon pembeli bukan hanya sekedar masuk toko untuk jalan-jalan dan hanya melihat-lihat barang yang dipajang.

Gambar Tips Memilih Karyawan Yang Cocok Untuk Pramuniaga Toko

Semakin baik kriteria yang digunakan untuk memilih karyawan toko, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan penjualan. Orang yang dipilih harus benar-benar cocok agar setiap calon pembeli yang datang ke toko selalu betah berlama-lama dan puas dengan pelayanannya.

Memilih Karyawan Yang Baik dan Cocok Untuk Menjaga Toko

Memilih karyawan yang baik dan cocok untuk menjaga toko adalah tugas wajib bagi seorang pemilik usaha. Untuk membangun citra yang baik untuk toko tersebut, sudah sepantasnya pemilik usaha memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pembelinya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membidik karyawan yang cocok sebagai pramuniaga adalah dengan berpegang pada beberapa kriteria. Berikut ini adalah beberapa kriteria karyawan yang baik dan cocok untuk menjaga toko.

Dapat Berkomunikasi Dengan Baik

Salah satu hal paling penting dalam pelayanan adalah komunikasi. Setiap orang yang belanja ke toko pasti selalu menanyakan hal-hal tertentu yang berkaitan dengan produk. Kemampuan komunikasi sangat penting agar seorang pramuniaga atau penjaga toko dapat menyampaikan informasi kepada para pembeli dengan tidak berbelit dan mudah dipahami.

Memiliki Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaan

Seorang karyawan yang ditugaskan untuk menjaga toko harus memiliki sikap tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dijalaninya. Tanggung jawab yang ia pikul antara lain adalah pelayanan kepada konsumen, menjaga barang dagangan dan juga penjualan yang diperoleh. Oleh sebab itu, memilih orang-orang yang mampu melakukan hal tersebut adalah suatu keharusan.

Bersikap Ramah Kepada Pembeli

Salah satu kunci sukses seorang karyawan dalam menjaga toko adalah bersikap ramah kepada setiap pengunjung yang datang. Meski tidak semua orang yang datang tujuannya adalah untuk membeli barang dan hanya sekedar melihat-lihat, namun sikap ramah harus selalu ditunjukkan agar citra baik selalu melekat terhadap toko. Pelayanan ramah dari seorang pramuniaga toko akan memberikan pengalaman yang baik bagi setiap pembeli.

Sabar Dalam Melayani

Ketika menjalankan tugas untuk menjaga toko, seorang karyawan akan menghadapi berbagai macam konsumen dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang cerewet, ada yang banyak meminta, ada yang suka bertanya dan ada juga yang berhati-hati dalam memilih. Dalam melayani para pembeli tersebut seorang pramuniaga tidak boleh terpancing emosi meski sedikit merepotkan. Sikap sabar harus selalu ditunjukkan agar para pembeli merasa nyaman.

Berpenampilan Menarik

Karyawan yang menjaga toko adalah orang paling depan yang berinteraksi langsung dengan para konsumen. Agar sedap dipandang, mereka harus memiliki penampilan yang menarik. Penampilan yang menarik tidak harus cantik atau ganteng, namun lebih menekankan kepada cara mereka dalam berpakaian seperti kerapian dan kebersihan. Penampilan yang menarik dari para pramuniaga akan membuat pembeli nyaman ketika berbelanja.

Tertarik Dengan Produk Yang Dijual

Kriteria yang tidak boleh terlewatkan ketika memilih karyawan yang cocok untuk menjaga toko adalah ketertarikan mereka terhadap produk yang akan dijual. Ketika seorang pramuniaga memiliki ketertarikan terhadap barang yang di jual, maka ia akan senantiasa memperbaharui pengetahuannya terkait produk tersebut. Dengan begini, ia akan dengan senang hati dan bersemangat ketika menawarkan produk kepada pembeli.

Baca Juga:
  1. Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik
  2. 21 Alasan Kenapa Kita Harus Memiliki Bisnis
  3. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

Mengenali dan Mengetahui Informasi Produk

Seorang pramuniaga harus mengenali dan mengetahui informasi produk secara detail. Penguasaan pengetahuan terhadap produk tersebut akan memudahkan mereka dalam menjelaskan dan memberitahu kepada para pembeli ketika mereka menggali informasi. Biasanya para pembeli akan menggali informasi produk dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Disinilah fungsi penguasaan informasi produk oleh penjaga toko akan digunakan.

Supel Terhadap Setiap Konsumen

Sikap supel harus tertanam didalam diri pramuniaga saat bekerja. Pembeli yang datang adalah orang yang berbeda-beda. Setiap menghadapi orang-orang tersebut penjaga toko harus mampu cepat beradaptasi dan mudah akrab pada saat melayani. Ini akan mencairkan suasana dan membuat para pembeli lebih rileks ketika berbelanja sehingga mereka akan betah dan peluang penjualan akan meningkat.

Selalu Telaten Memberikan Pelayanan

Melayani pembeli adalah hal cukup merepotkan. Terlebih jika toko sedang ramai dan banyak pembeli. Belum lagi jika ada pembeli yang banyak permintaan dalam memilih-milih barang sebelum memutuskan untuk membeli. Disinilah sikap telaten dari seorang karyawan yang menjaga toko diuji. Mau tidak mau harus telaten dalam memberikan pelayanan kepada para pembeli.

Bergerak Cepat dan Cekatan

Akan lebih baik jika seorang karyawan yang bekerja bisa bergerak cepat dan cekatan dalam melayani pembeli. Pelayanan yang prima akan menghadirkan lebih banyak pembeli karena orang yang berbelanja akan merasa nyaman. Apalagi ketika toko sedang ramai, agar pembeli tidak bosan menunggu, para penjaga toko harus mampu melayani dengan cepat dan cekatan.

Jujur Dalam Bekerja

Ketika sudah memutuskan untuk menggunakan karyawan sebagai penjaga toko, otomatis pemilik usaha tidak terlibat langsung pada transaksi jual beli. Pramuniaga akan mengambil alih sebagian pekerjaan yang bersangkutan dengan proses transaksi seperti pembayaran, pengambilan barang dan juga pencatatan barang yang terjual. Disini kejujuran karyawan dalam bekerja sangat diperlukan agar pemilik usaha tidak mengalami kerugian.

Bersikap Sopan dan Santun

Pembeli adalah raja. Pepatah itu memposisikan seorang karyawan yang menjaga toko harus bersikap sopan dan santun. Sikap yang baik dari seorang pramuniaga akan membuat para pembeli yang berbelanja merasa lebih dihargai. Ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen kepada toko tersebut sehingga menjadi pilihan ketika belanja. Sikap sopan dan santun meliputi tingkah laku, perkataan dan cara berbicara terhadap konsumen.

Penutup
Memilih karyawan yang cocok untuk pramuniaga toko dapat dilakukan dengan memahami beberapa kriteria yang sudah dijelaskan diatas. Agar mendapatkan karyawan seperti yang diharapkan, pemilik usaha dapat melakukan peninjauan terhadap kemampuan mereka sebelum memutuskan untuk memilihnya. Pilihlah karyawan untuk menjaga toko yang benar-benar memiliki reputasi bagus agar dapat memberikan peningkatan yang signifikan terhadap toko tersebut.
Lanjutkan Membaca »
Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik

Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik

Pemimpin adalah orang paling berpengaruh dalam wirausaha. Sebuah bisnis yang besar dan maju pasti memiliki seorang leader yang sangat hebat dibelakang. Leader memiliki pengaruh yang sangat tinggi terhadap keberlangsungan sebuah usaha. Oleh karena itu seorang pemimpin wirausaha harus memiliki sifat dan kemampuan yang mumpuni untuk menjalankan sebuah usaha. Menjadi pemimpin wirausaha yang baik memang tidak mudah, namun dapat dipelajari dan dikuasai dengan berbagai cara.

Kemampuan seorang pemimpin wirausaha sangat menentukan kondisi bisnis yang dijalankan. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, maka ia akan semakin baik dalam mengelola usaha yang dimilikinya. Selain menjadi pemimpin yang baik, seorang pemilik usaha harus mempunyai sikap tanggung jawab yang tinggi terhadap semua pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya maupun dirinya sendiri.

Gambar Kiat Menjadi Pemimpin Wirausaha Yang Baik

Tidak hanya sikap, menjadi pemimpin yang baik juga harus memiliki filosofi dan juga pola pikir yang memungkinkan ia mengambil sebuah keputusan untuk memajukan dan mengembangkan usahanya di kemudian hari. Seorang pemimpin juga harus memiliki orientasi prospek kedepan yang fleksibel agar mampu berfikir kreatif dan inovatif untuk bertahan dalam kerasnya persaingan. Menguasai berbagai hal tersebut dapat membawa seorang pemilik usaha menjadi pemimpin yang baik untuk bisnisnya.

Sikap-Sikap Untuk Menjadi Pemimpin Yang baik

Untuk menjadi pemimpin wirausaha yang baik, seorang pemilik usaha harus memiliki berbagai macam sikap pemimpin yang baik pula. Berbagai sikap tersebut dapat ditanamkan ke dalam diri melalui berbagai cara seperti belajar dan mempraktekkannya. Memang untuk menjadi seorang pemimpin wirausaha yang kompeten tidak dapat dilakukan secara instan. Namun paling tidak, seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik dengan cara memperhatikan 13 macam sikap yang ada dibawah ini.

Pemimpin Itu Mengembangkan, Bukan Memanfaatkan

Pemimpin wirausaha tidak hanya memanfaatkan tenaga yang dimiliki oleh orang lain saja untuk mencapai sebuah tujuan. Namun, seorang pemimpin yang baik akan membantu para karyawannya untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih maju. Selama proses bekerja, ia ikut serta berbagi ilmu untuk meningkatkan kemampuan karyawannya agar lebih matang. Seorang pemimpin memiliki pemikiran untuk megembangkan, bukan hanya memanfaatkan.

Pemimpin Itu Membantu, Bukan Menuntut

Pemimpin yang baik tidak akan menuntut para karyawannya agar bisa melakukan apa yang ia inginkan meskipun mereka belum menguasai ilmunya. Tapi sebaliknya, ketika menemukan salah seorang karyawannya yang tidak cakap pada suatu bidang, pemimpin wirausaha akan membantu mereka dalam melakukan pekerjaan tersebut. Ia tidak segan untuk mengajari cara menyelesaikan tugas yang di embannya.

Pemimpin Itu Mencontohkan, Bukan Menjelaskan

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menjelaskan suatu pekerjaan kepada para karyawannya. Terlebih jika pekerjaan yang akan dilakukan belum dikuasai sepenuhnya. Sebaliknya, seorang pemimpin wirausaha akan memberikan contoh kepada para karyawannya terlebih dahulu sebelum pekerjaan benar-benar dipasrahkan sepenuhnya. Ia akan mengadakan pelatihan secara singkat untuk memberikan gambaran kepada karyawannya bagaimana cara melakukan dengan baik dan benar.

Pemimpin Itu Mengajak, Bukan Menyuruh

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menyuruh para karyawannya dalam bekerja. Hal ini akan membuat mereka kurang dihargai. Akan tetapi, seorang pemimpin wirausaha akan mengajak para karyawannya untuk melakukan pekerjaan secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing. Dengan melakukannya secara bersama, maka akan timbul rasa kedekatan yang tinggi antara satu dengan yang lainnya sehingga tercipta sebuah keakraban yang akan berpengaruh baik terhadap usaha.

Pemimpin Itu Sosialis, Bukan Egois

Seorang pemimpin yang baik akan berkata “kita” untuk mempersatukan semua orang yang terlibat dalam usaha. Sikap sosialis akan membuat rasa optimisme dan saling menghargai terjunjung tinggi sehingga tidak ada perbedaan kedudukan yang membuat kesenjangan. Sebaliknya, pemimpin wirausaha yang tidak baik akan bersikap egois dan memposisikan diri sebagai bos kepada karyawannya. Ia tidak bisa merangkul dan memperkuat ikatan antar karyawan.

Pemimpin Itu Mengatur, Bukan Memerintah

Seorang pemimpin yang baik tidak akan memberi perintah kepada para karyawannya. Memerintah hanya akan membuat karyawan kurang dihargai sehingga pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan sempurna. Sebaliknya, seorang pemimpin wirausaha akan mengatur dengan baik para karyawan dalam bekerja sesuai dengan kemampuan dan bidangnya. Pengaturan yang ia lakukan akan membuat pekerjaan mudah digarap dan cepat selesai.

Baca Juga:
  1. 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan
  2. Bisnis! Solusi Untuk Anda Yang Sulit Dapat Pekerjaan 
  3. Memulai Bisnis di Masa Tua? Ikuti Jejak Kolonel Sanders

Pemimpin Itu Mengevaluasi, Bukan Menghakimi

Seorang pemimpin yang baik, ketika menemukan sebuah persoalan yang menyangkut karyawannya ia tidak akan langsung menghakimi terhadap pihak yang bersangkutan. Namun, seorang pemimpin wirausaha akan mengevaluasi persoalan tersebut dan mempelajari masalahnya. Ia akan melakukan pembenahan dengan hati-hati tanpa menyudutkan pihak-pihak tertentu. Hal ini dapat membuat suasana selalu kondusif yang akan berdampak baik terhadap hubungan para karyawan.

Pemimpin Itu Disegani, Bukan Ditakuti

Seorang pemimpin yang baik tidak akan membuat dirinya ditakuti oleh bara karyawannya. Citra tersebut akan membuat para karyawan sulit diajak berinteraksi. Sebaliknya, seorang pemimpin wirausaha memilih untuk menumbuhkan kewibawaan dalam dirinya sehingga disegani semua bawahannya. Dengan begini, seluruh karyawan yang ada akan menghormatinya ketika diajak untuk berinteraksi.

Pemimpin Itu Mengapresiasi, Bukan Menilai

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya menilai baik atau buruknya pekerjaan yang dilakukan karyawannya. Hal ini hanya akan membuat hubungan buruk dengan bawahan dan menciptakan persaingan. Seorang pemimpin wirausaha akan sangat menghindari hal ini. mereka lebih suka mengapresiasi setiap pencapaian yang sudah dilakukan oleh setiap karyawannya. Dengan begini, rasa salaing menghargai akan meningkat dan membuat para karyawan saling mendukung.

Pemimpin Itu Berpikir Jangka Penjang, Bukan Pendek

Semua pemimpin yang baik akan memperhatikan prospek panjang dengan mempersiapkan target jangka panjang yang harus dicapai. Mereka akan selalu memiliki tujuan yang jelas untuk terus berjalan kedepan. Ia selalu menemukan pemikiran-pemikiran yang baru untuk terus bergerak dan menciptakan hal baru. Keinginan untuk selalu memiliki langkah paling depan adalah sebuah optimisme yang selalu dijunjung tinggi.

Pemimpin Berorientasi Pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Seorang pemimpin yang baik akan selalu memperhatikan setiap proses usaha yang dijalankannya. Selama berproses, ia tidak hanya mementingkan hasil akhir yang akan dicapai. Namun ia juga memperhatikan keadaaan sekitar untuk ikut diberdayakan. Pemimpin wirausaha akan melewatkan perkembangan para karyawannya. Mereka akan selalu dibekali dengan kemampuan secara bertahap agar kemampuan yang dimiliki terus meningkat. Memberdayakan SDM akan meningkatkan hasil akhir yang hendak dicapai.

Pemimpin Memposisikan Sebagai Kolega, Bukan Atasan

Seorang pemimpin yang baik akan menganggap semua orang yang terlibat dalam usaha sebagai partner. Semua akan saling dukung untuk menguatkan antara satu dan yang lainnya. Ia menganggap semua karyawan bukan bawahan, namun kolega yang membantunya untuk mencapai tujuan. Pemimpin wirausaha dapat menjalin kedekatan dengan para karyawan tanpa terpisah oleh garis potong berupa kata atasan dan bawahan.

Pemimpin Itu Membimbing, Bukan Mengendalikan

Seorang pemimpin yang baik tidak akan mengendalikan seluruh bawahan yang terlibat dalam usahanya. Hal ini akan menyebabkan pekerjaan yang dijalankan tidak bisa fleksibel dan kaku. Alangkah lebih baik jika pemimpin wirausaha dapat membimbing para karyawannya agar dapat menjalankan tugas yang diberikan degan baik dan benar. Setiap bimbingan yang diberikan akan sangat berarti bagi perkembangan sumber daya manusia pada usaha tersebut.

Penutup
Menjadi pemimpin wirausaha itu bukan hal yang mudah. Ada berbagai macam sikap yang perlu diperhatikan agar semua elemen yang terlibat dalam usaha dapat dikelola dengan baik. Untuk mengetahui cara menjadi pemimpin yang baik, seorang pemilik usaha harus banyak belajar dan mencari pengalaman. Sikap-sikap kepemimpinan yang sudah dipaparkan diatas dapat dijadikan sebagai referensi untuk diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai seorang leader dalam sebuah bisnis.
Lanjutkan Membaca »
8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

Sebagai pemimpin dalam sebuah bisnis, seorang pemilik usaha pasti pernah mendapatkan sebuah masalah berupa seorang karyawan yang melakukan kesalahan dalam bekerja ataupun melakukan sebuah kesalahan ketika mejalankan tugas. Karyawan yang melakukan kesalahan hendaknya ditegur agar tidak membuat masalah lebih jauh lagi. Namun terkadang seorang pemimpin mengalami dilema terkait cara menegur karyawan yang melakukan kesalahan.

Menegur karyawan yang melakukan kesalahan adalah tugas seorang pemimpin atau pemilik usaha. Dalam menghadapi masalah seperti ini, pemilik usaha hendaknya bisa bersikap lebih bijak agar dapat menyelesaikan persoalan dengan baik. Cara yang digunakan untuk menegur karyawan pun harus dengan langkah-langkah yang benar dan tepat. Hal ini ditujukkan supaya tidak timbul persoalan baru yang dapat memperkeruh suasana.

Gambar 8 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Kesalahan

Bagi beberapa pemimpin usaha apalagi yang belum berpengalaman, menegur karyawan yang melakukan kesalahan adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Timbul rasa-rasa seperti takut, gerogi dan tidak enak hati yang membayangi ketika hendak menegur karyawannya. Sebenarnya, menegur karyawan itu adalah hal yang cukup mudah dilakukan jika mental kepemimpinan yang tertanam sudah terlatih dan terbiasa.

Cara Menegur Karyawan Dengan Baik dan Benar

Untuk menegur karyawan yang melakukan kesalahan tidak bisa dilakukan secara semena-mena. Selain akan menimbulkan masalah baru, hal ini juga akan membuat karyawan yang ditegur akan merasa tertekan. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika seorang pemimpin memahami tata cara dan prosedur evaluasi terlebih dahulu sebelum menegur karyawannya.

Menghadapi karyawan yang bermasalah ada aturannya. Termasuk juga menegur karyawan yang melakukan kesalahan. Untuk itu, perlu berhati-hati agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Meski penuh dengan gejolak, mau tidak mau seorang pemimpin harus menegur siapa saja karyawannya yang bermasalah. Berikut ini adalah 8 cara-cara baik untuk menegur karyawan yang melakukan kesalahan.

Melakukan Persiapan Sebelum Menegur Karyawan

Persiapkan diri dengan baik sebelum menegur karyawan. Beberapa persiapan yang harus dilakukan antara lain adalah mental dan emosi. Rencanakan juga hal-hal yang menyangkut persiapan tersebut seperti kapan waktu untuk menegur dan dimana tempat yang akan digunakan untuk menegur. Hal-hal kecil perlu diperhatikan agar masalah bisa terselesaikan dengan baik. Ketika menegur karyawan yang salah, jangan dilakukan secara semena-mena dan asal-asalan.

Menegur Karyawan Secara Personal

Ketika ingin menegur karyawan yang salah, undang dia ke tempat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain. Memanggil karyawan yang bersangkutan secara personal akan memudahkan proses evaluasi sehingga bisa berjalan sesuai rencana. Jangan sekali-kali menegur karyawan ketika berada di tempat umum karena akan berakibat buruk bagi mental dan kondisi psikologisnya. Lebih baik bicarakan dan hadapi secara empat mata untuk menghindari resiko yang lebih jauh.

Menegur Karyawan Berdasarkan Kesalahan

Tahap terpenting yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menegur karyawan adalah mengenali terlebih dahulu kesalahan apa yang telah diperbuat olehnya. Ketika sudah mengetahui duduk permasalahan, seorang pemimpin akan dengan mudah melakukan evaluasi sesuai dengan kesalahan yang telah diperbuat. Usahakan untuk menegur karyawan secara fokus terhadap persoalan bukan keluar dari topik masalah dan membahas hal-hal diluar kepentingan.

Segera Menegur Karyawan Setelah Berbuat Kesalahan

Waktu yang paling tepat untuk menegur karyawan adalah sesegera mungkin setelah kesalahan tersebut diperbuat. Jangan terlalu lama mengulur-ngulur waktu untuk melakukan evaluasi supaya masalah cepat selesai. Menunda untuk menegur karyawan yang melakukan kesalahan akan menyebabkan potensi mereka untuk mengulangi yang kedua kalinya. Hal ini dapat menyebabkan masalah yang berbuntut panjang sehingga akan menyebabkan gangguan terhadap proses berjalannya usaha.

Baca Juga:
  1. Memulai Bisnis di Masa Tua? Ikuti Jejak Kolonel Sanders 
  2. Penyebab Kenapa Jumlah Pebisnis di Indoneisa Sedikit 
  3. 20 Rahasia Bisnis Orang Cina Yang Selalu Sukses Dalam Berdagang

Menegur Karyawan Tanpa Terpancing Emosi

Jangan sekali sekali menegur karyawan yang melakukan kesalahan dengan emosi yang menggebu-gebu. Teguran yang dilakukan justru malah membuat karyawan ketakuatan dan akan mereasa tersudutkan. Lebih baik menegur dengan nada rendah dan tenang supaya masalah bisa terselesaikan dengan baik. Menegur karyawan tanpa terpancing emosi akan membuat seorang pemilik usaha lebih bijak dimata karyawannya dan juga disegani.

Menegur Dengan Menasehati Karyawan

Ketika menegur karyawan, jangan hanya mengungkit-ungkit kesalahan yang diperbuatnya saja. Namun harus ada upaya lain yang harus dilakukan agar masalah bisa segera terselesaikan. Salah satu hal yang harus dilakukan seorang pemimpin dalam menegur adalah memberikan nasehat kepada karyawan tersebut agar tidak mengulangi lagi kesalahannya. Ini akan lebih bagus lagi jika pemimpin tersebut mampu memberikan bimbingan dan arahan agar bisa lebih baik lagi kedepannya.

Memberi Kesempatan Karyawan Untuk Klarifikasi

Pada saat menegur karyawan yang melakukan kesalahan, jangan menyerangnya secara membabi buta. Bersikaplah lebih bijak karena kesalahan yang ia perbuat belum tentu dilakukan secara sengaja. Berilah kesempatan pada karyawan untuk melakukan klarifikasi tentang kronologi kejadiannya. Dengan mengutarakan persoalannya, seorang pemimpin akan dengan mudah mendapatkan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menegur Dengan Tegas dan Konsisten Kepada Karyawan   

Sebagai pemimpin yang baik, hendaklah menegur semua karyawan yang melakukan kesalahan tanpa tebang pilih. Dalam dunia kerja, setiap karyawan memiliki kedudukan yang sama antara satu dengan yang lainnya. Ketika salah seorang dari mereka bermasalah, beranilah menegur dengan tegas dan konsisten tanpa pandang bulu. Tegakkan peraturan bagi siapa saja yang melanggar secara adil dan bijaksana. Pemimpin yang pilih kasih akan mengurangi kewibawaannya dimata para karyawan.

Usai Menegur, Buat Komitmen Bersama Karyawan

Sebelum mengakhiri proses evaluasi, lakukan kesepakatan bersama untuk memperbaiki semua kekeliruan yang terjadi. Buat komitmen bersama dengan karyawan yang ditegur supaya bisa memperbaiki keadaan secara bersama-sama. Ajak dan rangkul serta tunjukkan sikap optimis bahwa setiap persoalan ada penyelesaiannya. Buat kesepakatan untuk segera melupakan permasalahan yang sudah terjadi dan menghindarinya agar tidak terulang kembali.

Penutup
Ditegur itu adalah hal yang tidak mengenakkan bagi karyawan. Namun bagi seorang pemimpin, menegur itu juga bukan perkara yang mudah. Menjadi seorang pemimpin terkadang akan mengalami hal yang tidak mengenakkan apalagi menemui masalah yang menyangkut karyawan. Mau tidak mau ia harus menegur karena itu adalah salah satu tugas seorang pemimpin.

Sebagai seorang atasan, secara tidak langsung memang memikul kewajiban untuk menegur bawahannya apabila mereka melakukan kesalahan. Cara menegur karyawan yang melakukan kesalahan harus dilakukan dengan benar supaya kedisiplinan selalu terjunjung tinggi. Menegur karyawan adalah hal baik untuk menegakkan peraturan. Ini akan memberikan dampak baik terhadap usaha yang sedang berjalan agar selalu tercipta suasana yang kondusif.
Lanjutkan Membaca »